
Di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 ada satu kendaraan yang dinobatkan sebagai Favorite Vehicle kategori Battery Electric Vehicle (BEV). Artinya, kendaraan itu jadi favorit para pengunjung GIIAS untuk kategori BEV.
Ya, tak salah kalau Otofriends menebaknya; Hyundai Ioniq 9.
Terus terang, fakta ini agak mengejutkan, mengingat dalam pameran otomotif terbesar di Asia Tenggara itu, hadir BEV dari beragam merek yang serbacanggih. Terutama dari merek-merek asal China yang menampilkan produk-produk mutakhirnya.
Tetapi rupanya kehadiran Ioniq 9 bisa telah memancarkan aura kewibawaan tersendiri. Sebagai SUV di kelas premium, sekaligus flagship Hyundai, Ioniq 9 berhasil memukai pengunjung.
Apalagi Hyundai dengan Ioniq-nya sebenarnya sudah sangat mengakar di pasar Indonesia. Jangan lupa, merek inilah yang jadi pelopor perakitan dan pemasaran secara massal, BEV di Indonesia. Sebelum akhirnya merek-merek China masuk.
Memangnya, kayak apa sih, sosok Hyundai Ioniq 9? Lebih baik kita kupas satu per satu:

Sumber: Hyundaimobil.co.id
Sekilas dari dimensinya yang cukup bongsor, 5.060 mm x 1.980 mm x 1.790 mm, serta wheelbase 3.130 mm, kita akan teringat pada KIA EV9.
Tak salah, karena memang keduanya masih “kerabat”, karena menggunakan platform yang sama, E-GMP.
Kalau dari segi tampilan, tampak depan kita masih akan melihat gaya-gaya Kona Electric. Bisa jadi karena keduanya sama-sama memakai pixel parametric LED.
Sedangkan dari sisi samping, kita akan merasakan nuansa Santa Fe, di mana atapnya melengkung demi menciptakan aerodinamika.

SUV ini disebut-sebut sebagai flagship dari Hyundai dengan teknologi elektifikasi terkini, desain modern, serta kenyamanan tak tertandingi untuk konsumen di segmen premium.
Kabinnya yang terdiri atas tiga baris, menawarkan kelegaan optimal untuk tujuh penumpang.
Dengan legroom dan headroom yang sangat lapang, terasa nyaman dalam pemakaian sehari-hari, maupun saat perjalanan jauh ke luar kota.
Bagi penumpang di baris kedua, sudah ada pengaturan elektrik sehingga posisi duduk terasa lebih santai kayak di pantai. Ditambah lagi, ada fitur pijak untuk relaksasi selama perjalanna.
Yang menarik, Ioniq 9 punya fitur Digital Side Mirrors, pengganti spion yang menampilkan area belakang kendaraan selalu jelas, dalam segala kondisi cuaca. Teknologi ini tergolong baru.

Sumber: Dok Hyundai
Dari sisi performa, Ioniq 9 pantas diberi acungan jempol.
Dengan baterai berkapasitas 110,3 kWh serta sistem penggerak semua roda (AWD), dihasilkan tenaga hingga 427,7 PS dan torsi maksimum 700 Nm.
Di negeri asalnya, Ioniq 9 sebenarnya hadir dalam 3 varian, yaitu Long Range RWD, Long Range AWD, dan Performance AWD. Tetapi di GIIAS 2026 baru ditampilkan yang varian tengah.
Akselerasi 0-100 km/jam bisa didapat dalam 5,2 detik. Sedangkan jarak tempuh diklaim mencapai 734 km (NEDC).
Untuk perjalanan jarak jauh, Ioniq 9 yang memakai arsitektur kelistrikan 800 volt ini, dibekali pengisian cepat DC berdaya 350 kW.
Pengisian baterai dari 10% sampai 80% hanya dalam 24 menit. Cukup ditinggal makan siang atau ngopi dalam perjalanan, kendaraan sudah siap digas kembali!
Infotainment dan Sistem Audio: Dual panoramic curved display (Layar digital terintegrasi) dan BOSE Premium Sound System.
Fitur Keselamatan: Hyundai SmartSense ADAS tingkat lanjut (LFA, FCA, BCA, SCC with Stop & Go)

Selama penyelenggaraan GIIAS 2026, Hyundai membuka program pre-booking Hyundai Ioniq 9 dengan harga spesial Rp1.490.000.000.
Harga ini tergolong sangat kompetitif, karena segmen ini hanya ada:

Sumber: Dok Hyundai
Alasannya, karena keduanya bernaung di bawah Hyundai Motor Group.
Penggunaan platform yang sama, dimaksudkan untuk menekan biaya riset, pengembangan, dan manufaktur. Tetapi nanti di pasar, bentuk akhirnya tetaplah berupa produk yang berbeda sesuai citra merek masing-masing.
Keduanya dibangun di atas E-GMP (Electric-Global Modular Platform) yang merupakan platform khusus kendaraan listrik.
Nantinya, masing-masing merek akan menyesuaikan panjang kendaraan, lebar wheelbase, serta kapasitas baterai. Namun tidak perlu merancang ulang struktur dasar, motor listrik, maupun sistem kelistrikan tegangan tingginya.
Karena menyasar konsumen yang berbeda, nantinya tampilan mobilnya juga memiliki bahasa desain dan karakter kabin yang berbeda.
Nah, kalau Otofriends ingin memeriksa kondisi SUV bekas yang akan dibeli, percayakan saja inspeksinya pada jasa inspeksi mobil bekas Otospector.
Setelah mobil dibeli, bakal semakin oke kalau dilengkapi juga dengan garansi mobil bekas Otospector. Segala kerusakan mesin dan transmisi bakal ditanggung perbaikannya.
Bagikan
