
Tak semua mobil yang dipamerkan di Gaikindo Indonesia International Expo (GIIAS) 2026 tujuannya untuk dijual. Tak sedikit mobil yang ditempatkan di booth APM memang hanya untuk dipamerkan saja.
Ada berbagai tujuan booth APM memamerkan mobil tertentu, anatara lain untuk menarik perhatian, mempromosikan aksesoris, brand image, memberi inspirasi kepada konsumen, dll.
Salah satu booth yang membawa unit kendaraannya di GIIAS 2026 untuk sekadar dipamerkan adalah PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) yang menghadirkan Isuzu D-Max Concept.
D-Max hasil kolaborasi Isuzu dengan SANA, cukup menarik perhatian pengunjung, karena mampu menampilkan kejantanan D-Max dari versi yang berbeda.
Fakta apa saja yang bisa kita dapatkan dari kehadiran D-Max di booth Isuzu begitu menarik perhatian? Mari kita kupas satu persatu:

Sumber: Aftermarket plus
Kalau Otofriends agak pangling, kami mengingatkan kalau basis yang digunakan untuk D-Max Concept adalah Isuzu D-Max Rodeo.
Penampilannya cukup jauh berubah dari aslinya, karena tambahan berbagai aksesori sehingga karakter off-road-nya terasa jadi semakin kental.
Mobil ini dibangun dengan konsep versatile vehicle, yang dirancang bukan cuma ntuk kebutuhan industri. Tetapi yang tak kalah penting, bisa mengakomodasi hobi pemakainya, terutama untuk aktivitas luar ruang.
Kalau mau diinventarisir satu per satu, tak kurang dari 10 komponen disematkan antara lain Bullbar Forest Deluxe lengkap dengan winch, LED Light, Heavy Duty Skid Plate, Rollbar UTAH, Crossbar KSC, lampu sorot LED UTAH, sampai velg hitam yang dipadu dengan ban mud terrain.
Benar-benar siap bertualang, sampai lupa pulang!

Performa Isuzu D-Max begitu buas di lapangan berkat mesin diesel RZ4E 1.898 cc, dengan tenaga 150 PS dan torsi maksimum 350 Nm.
Tenaga disalurkan lewat transmisi manual enam percepatan yang begitu responsif, tetapi konsumsi bahan bakarnya tetap efisien.
Isuzu mengeklaim tenaga yang dihasilkan semakin maksimal berkat desain baru di ruang bakar, desain baru VGS Turbo, dan desain baru saluran udara masuk.

Sumber: Inews
Kemampuannya dalam menghadapi berbagai kondisi medan didukung sistem penggerak empat roda dengan 4WD Transfer Control Switch berbentuk rotary knob.
Untuk berpindah dari mode 2H ke 4H bisa dilakukan saat kendaraan melaju dengan kecepatan di bawah 100 km per jam.
Sementara untuk perpindahan ke mode 4L tetap dilakukan saat kendaraan berhenti dan transmisi netral.
Khusus varian Rodeo, kita bisa menemui Rear Differential Lock dan Rough Terrain Mode. Dua fitur ini dirancang untuk mengatasi kehilangan traksi saat melewati medan berat.
Suspensinya juga digarap, dengan perubahan desain upper arm dan geometri roda. Hasilnya bodi lebih stabil saat bermanuver. Gejala body roll semakin berkurang.

Modifikasi D-Max yang dilakukan bersama SANA bukan cuma sekadar mengejar tampilan off-road yang gahar!
Konsep ini juga menawarkan rancangan sebagai kendaraan serbaguna (versatile). Terutama bak belakang yang dirancang sedemikian rupa sehingga mampu mengangkut sepeda motor trail.
Isuzu ingin menunjukkan bahwa pikap 4×4 yang biasa dipakai untuk bekerja, tidak harus diperuntukkan bagi pertambangan atau perkebunan.
D-max juga sangat keren kalau bisa dipakai liburan dan hobi di akhir pekan.

Sumber: Viva.co.id
Momen GIIAS 2026 ini sekaligus merupakan kesempatan Isuzu untuk menunjukkan dua kendaraan andalan mereka sebagai pasangan yang tangguh.
Isuzu D-Max diposisikan sebagai pekerja keras 4×4 dengan bak muatan; berdampingan dengan Isuzu New mu-X yang mengincar segmen SUV 7-seater siap jelajah.
Nah, kalau Otofriends ingin memeriksa kondisi SUV bekas yang akan dibeli, percayakan saja inspeksinya pada jasa inspeksi mobil bekas Otospector.
Dengan inspeksi yang detail dan dilakukan tenaga profesional, maka dapat diketahui kondisi kesehatan mobil secara menyeluruh.
Setelah mobil dibeli, bakal semakin oke kalau dilengkapi juga dengan garansi mobil bekas Otospector. Segala kerusakan mesin dan transmisi bakal ditanggung perbaikannya.
Bagikan
