
Buat Otofriends yang kepingin beli mobil bekas, salah satu bagian yang harus diperiksa secara teliti adalah sistem transmisinya.
Bagi mereka yang awam, pemeriksaan sistem transmisi memang terasa tidak mudah. Karena itu kalau mau lebih pasti dan aman, serahkan saja ke ahlinya, yaitu jasa inspeksi mobil bekas Otospector.
Dengan inspeksi yang mendetail dan dilakukan oleh inspektor profesional, kita akan mendapat gambaran tentang kondisi mobil bekas secara keseluruhan. Tentu saja sistem transmisi termasuk yang jadi perhatian.
Tetapi kalau Otofriends ingin belajar mengecek transmisi mobil bekas, bisa saja dengan melakukan pengetesan sendiri.
Caranya tidak sulit, asalkan paham dengan langkah-langkah yang harus dilakukan.
Yuk, kita praktikkan satu per satu dari pengecekan yang bersumber dari artikel Kompas.com berikut ini:

Sumber: Auto2000
Fungsi tes untuk tahu kondisi kopling pada sistem matik. Caranya dengan menghidupkan mesin mobil dan tarik rem tangan atau parking brake.
Tahan pedal rem dan masukkan perseneling ke posisi D. Setelah itu, injaklah pedal gas agak dalam selama tiga detik.
Sampai tahap ini, perhatikan posisi jarum RPM.
Setelah tes selesai, matikan mesin dan diamkan mobil selama sekitar 10 menit agar mesin dingin.
Lakukan tes yang sama, tetapi sekarang posisi persneling di R atau gigi mundur.
Jika tes awal ini hasilnya baik, maka biasanya dua tes berikutnya hasilnya juga baik.

Pada tes ini, Otofriends harus memperhatikan jeda hentakan yang terjadi ketika mengoper perseneling dari N ke D.
Meski transmisi mobil masih halus mulus, hentakan pasti akan terasa. Nah, justru hentakan inilah yang akan diperhatikan.
Sekarang pindahkan perseneling dari posisi N ke D. Hitung jeda waktu sampai terasa ada hentakan.
Transmisi mobil matik bisa dikatakan masih baik, kalau jedanya tidak lebih dari 2 detik.
Tes yang cukup mudah, karena Otofriends tinggal melakukan test drive pada mobil dengan radius 500 meter sampai 1 Km.
Tes dilakukan untuk merasakan sendiri kenyamanan saat transmisi dipakai berkendara.

Sumber: Tempo.co
Caranya dengan mengoperasikan tuas transmisi untuk masuk ke semua gigi dengan lancar dan lembut.
Kalau terasa ada yang nyangkut atau susah masuk, kemungkinan ada yang rusak di internal transmisi.
Pemeriksaan ini dilakukan saat mesin hidup atau dikendarai untuk tes berkendara.
Tujuannya untuk memeriksa kesehatan sinkromes yang berfungsi sebagai penyelaras putaran antar gear.
Kalau ada persneling yang susah masuk, kerusakan kemungkinan ada pada sinkromes atau release fork yang sudah aus.

Tes ini untuk memastikan tuas tidak kembali ke posisi netral saat mobil melaju.
Kalau internal transmisi sudah jelek, tuas transmisi bisa kembali ke netral dengan sendirinya atau istilahnya lompat ke netral.
Kalau gejala ini sampai terjadi, tandanya komponen internal atau control device-nya sudah tidak bisa menahan posisi yang diinginkan pengemudi.
Periksa apakah ada bunyi kasar atau tidak wajar ketika proses tes berkendara.
Jika ada internal transmisi aus seperti bearing dan sejenisnya, maka dari area transmisi akan muncul bunyi dengung atau kasar.
Kalau muncul gejala ini, maka kemungkinan transmisi sudah perlu overhaul untuk peremajaan komponen.
Sistem transmisi memang salah satu sistem yang rawan kerusakan. Selain ada usia pakainya, penggunaan yang kurang tepat atau sembarangan, juga bisa bikin transmisi ini jadi bermasalah.
Beruntung bagi Otofriends yang punya Garansi Mobil Bekas Otospector, karena perbaikan sistem garansi juga dijamin. Keluhan seputar transmisi akan tuntas di tangan mekanik profesional di bengkel terpercaya.
Bagikan