
Disadari atau tidak, beberapa hari belakangan, suhu udara di beberapa kota di Indonesia sedang terasa tinggi.
Celaka rasanya kalau dalam situasi seperti itu, AC mobil malah tidak terasa dingin. Berada di dalam kabin mobil dalam perjalanan, bukannya terasa nyaman, malah tersiksa.
AC yang kinerjanya kurang oke, biasanya ditemukan di mobil-mobil usia tua atau jarang dirawat. Tapi untuk mobil-mobil yang tergolong baru, bukan tidak mungkin terjadi juga.
Kira-kira apa yang menyebabkan AC kurang dingin di cuaca panas? Yuk, kita bedah fakta-faktanya!

Sumber: Otodriver
Kompresor AC mirip “jantung” dari seluruh sistem pendingin. Tugasnya memompa dan mengedarkan bahan pendingin (freon/refrigerant) ke seluruh sistem, agar panas bisa diserap dan dibuang.
Masalah yang terjadi bisa seperti keausan, komponen rusak, atau sistem kelistrikan.
Semua penyebab itu bisa dihindari kalau AC rajin dirawat berkala. Biar fungsi kompresor dipastikan tetap baik.

Refrigerant atau biasa disebut freon, berfungsi sebagai media penyerap dan pemindah panas dalam sistem pendingin.
AC selalu memerlukan cairan pendingin yang akan diproses untuk menghasilkan suhu dingin.
Kalau freon ini kurang, maka suhu di dalam mobil tidak akan dingin. Apalagi di tengah cuaca yang panas.
Filter berfungsi untuk memastikan tak ada kotoran yang bisa masuk kabin.
Setelah penggunaan sekian lama, filter akan kotor atau tersumbat. Aliran udara terhambat dan efisiensi sistem AC akan turun.
Idealnya filter AC diganti setiap 10.000 km – 15.000 km atau 6 bulan sekali.

Sumber: Automotive Training Centre
Selang adalah komponen yang mengalirkan freon ke seluruh sistem AC.
Karena posisi selang (dan juga pipa alumunium) ada di ruang mesin, komponen ini sering terpapar panas ekstrem, getaran mesin, dan cipratan air atau kotoran.
Tentu kalau selang sampai retak atau bocor, freon tidak akan bisa dialirkan. Suhu yang dihasilkan juga tidak optimal.
Ada kalanya panas justru berasal dari dalam mesin sendiri.
Ya, jangan lupa, pada dasarnya, mesin menciptakan suhu panas. Entah dari kerja mesin, adanya gesekan, atau akibat pembakaran.
Biasanya radiator akan menurunkan panas ini. Namun ada kalanya suhu di luar yang sangat tinggi bikin sistem pendinginan tidak bekerja efisien.

Sumber: Moladin
Bocor bisa terjadi pada bagian tertentu seperti pipa atau sambungan. Akibatnya freon bocor dan berkurang drastis.
Kondisi ini membuat kompresor AC harus kerja keras, tapi seringnya tidak mampu menghasilkan suhu dingin optimal.
Kita akan merasakan suhu di kabin terasa tidak nyaman. Kalau dibiarkan, kerusakan bisa merembet.
Fungsi kondensor adalah membuang panas dari refrigerant sebelum cairan itu masuk ke evaporator.
Kondensor yang kotor akan bikin pembuangan terganggu. Akibatnya suhu refrigerant tetap tinggi. Udara yang keluar juga tidak dingin.
Kondensor perlu dibersihkanr rutin, agar selalu oke.


Sumber: Dokter Mobil
Kipas membantu membuat mesin jadi dingin dan kondensor akan mengalirkan udara segar ke bagian tersebut.
Kipas yang lagi ngadat, suhu mesin dan kondensor akan naik drastis. Walau mesin bekerja sekalipun, pendinginan AC di kabin tetap tidak optimal.
Banyak orang mengira, freon seperti halnya bensin atau oli yang bisa habis seiring pemakaian. Jadinya, saat ditawari “tambah freon”, umumnya orang setuju.
Faktanya, sistem sirkulasi AC adalah sistem tertutup. Freon hanya diputar, diubah wujud dari gas ke cair, lalu kembali jadi gas.
Freon tidak akan pernah berkurang atau habis kecuali ada kebocoran pada sistem. Misalnya pada selang, evaporator, kondensor, atau sil-sil sambungan.
Karena itulah, kalau freon terus habis, solusinya adalah mencari sumber kebocoran.
Kalau Otofriends ingin memastikan sistem AC dari mobil bekas yang akan dibeli, pakai saja jasa inspeksi mobil bekas Otospector yang telah terpercaya.
Setelah mobil dibeli, bakal makin aman kalau dilengkapi juga dengan garansi mobil bekas Otospector. Segala kerusakan dan masalah di jalan, bakal diatasi tim Garansi Otospector.
Bagikan