
Di kalangan penggemar mobil-mobil dengan brand premium, nama BMW tentu punya tempat tersendiri.
Dengan produk-produknya yang sudah melegenda, BMW dikenal selalu mampu memberikan yang terbaik kepada para penggemarnya; baik dari sisi desain, performa, teknologi, kualitas produk, dll.
Tak heran, kalau BMW dalam kondisi bekas sekalipun masih dicari, karena dianggap masih punya kualitas dan gengsi tersendiri.
Bagi pencinta BMW dengan anggaran terbatas, pilihan untuk bisa mengapresiasi brand ini adalah unit-unit BMW tahun tua yang harganya saat ini sudah di bawah Rp100 juta.
BMW model apa saja yang bisa kita dapat dengan anggaran di bawah Rp100 juta? Ini dia pilihannya:

Sumber: Themarket.com
Boleh dibilang, ini BMW klasik paling populer di Indonesia, karena pernah jadi mobil favorit anak muda pada zamannya.
Di masa lalu, model ini dikenal juga sebagai “BMW 318i”, mobil andalannya Mas Boy, tokoh di film Catatan Si Boy.
Varian 318i versi awal (1982-1988) yang pakai mesin M10 bisa didapat di rentang harga Rp40 juta- Rp70 jutaan. Kelebihannya, tipe ini sangat mekanikal, minim sensor, dan tahan banting.
Lanjut ke 318i versi mesin M40 (1989-1991), harga akan sedikit lebih tinggi karena mesinnya dikenal lebih halus dan spare part relatif lebih banyak. Eksteriornya juga banyak yang bilang, lebih cakep.
Meski tongkrongan canggih, waspada bodi E30 banyak ancaman keropos.


Sumber: BMWBlog
Varian paling terjangkau tentu 318i yang terbagi antara versi awal yang bermesin M40 (1991-1993) dan mesin M43 (1994-1998) yang lebih irit BBM dan bandel.
Dengan anggaran 100 jutaan, varian ini paling banyak bisa didapat.
Kalau mau lebih menantang, boleh lirik-lirik varian 320i (1991-1995) yang mesin 6-silindernya dikenal halus. Harga pasarannya antara Rp40 juta – Rp70 juta, tergantung kondisi mesin dan bodi.
Untuk varian yang lebih premium, ada 323i (1996-1998) yang mesinnya berkubikasi besar (2.500 cc) dan tentu tenaganya super.
Tapi dengan anggaran 100 juta, harus pinter-pinter milih kalau mau dapet yang bagus!

Sumber: BMW Group Classic
Karena populasinya yang besar, peluang untuk mendapat model E46 di pasaran mobkas juga terbuka lebar. Di antara BMW Seri 3, E46 juga dikenal desainnya yang timeless.
Yang paling populer, tentu varian 318i yang terbagi menjadi mesin M43TU (1999-2001) dan mesin N42/N46 (2002-2004).
Bagi para pemula, versi M43TU dianggap paling cocok, karena mesinnya bandel dan perawatannya paling murah di antara keluarga E46.
Varian yang lebih bergengsi, ada 325i yang menggunakan mesin M54B25 (2001-2004). Tenaganya besar, bunyi mesin merdu di telinga, fitur-fitur juga sudah tergolong canggih di masanya.
Tantangannya, 325i agak sulit dicari di harga rendah.


Sumber: BMW Group Classic
Model E34 disebut BMW paling tangguh karena bodinya yang besar dan kokoh.
Peluang untuk mendapatkannya di pasaran juga sangat besar, karena rata-rata harga sudah di bawah Rp100 juta. Maklum, sudah pada uzur!
Paling ekonomis, di bawah Rp50 jutaan, pilihannya 518i yang pakai mesin 1.800 liter, mirip seperti yang dipakai E30 dan E36. Hanya saja, mesin terasa kekecilan untung menggendong bodi yang bongsor.
Mau lebih keren, ada 520i yang lebih populer. Ada versi mesin M20 (1988-1990) yang sederhana tapi jadul. Ada juga mesin M50 (1991-1995) yang lebih halus dan lebih gampang spare part-nya.
Kalau mau mewah, pilih 530i (1993-1995) yang jadi kasta tertingginya E34, karena pakai mesin M60 V8 3.000 cc. Tenaga besar, bunyi mesin mantap.
Harga beli mungkin ekonomis, tapi harus siap-siap juga dengan perawatan yang tidak murah.

Sumber: BMW Group Classic
Boleh dibilang E39 adalah salah satu model di Seri 5 yang paling baik dalam hal kenyamanan dan desain.
Pada generasi awal, ada pilihan 523i (1996–1998) yang bermesin 2.5 liter, serta 530i (1998-2000) yang bermesin 2.8 liter. Dengan mesin 6 silinder, mobil-mobil ini terasa sangat tangguh, terutama untuk perjalanan jauh.
Keduanya ditawarkan di rentang harga Rp60 juta – Rp90 juta.
Untuk harga yang mepet di Rp100 jutaan ada varian 520i (2001-2003) dengan mesin yang lebih modern yaitu M54B22 kapasitas 2.2 liter.
Cuma sayangnya, kubikasi mesin sebesar itu dirasa sangat kecil untuk mobil model E39.
Sistem kelistrikan di mobil-mobil merek Eropa memang dikenal rumit, karena memang menggunakan sistem yang canggih. Berbeda dengan mobil Jepang yang cenderung sederhana.
Karena itulah kalau Otofriends akan meminang mobil Eropa seperti BMW, setidaknya harus memperhatikan beberapa hal:
Kalau Otofriends ingin memastikan sistem kelistrikan dari mobil bekas yang akan dibeli, pakai saja jasa inspeksi mobil bekas Otospector yang telah terpercaya.
Setelah mobil dipinang, bakal makin aman kalau dilengkapi juga dengan garansi mobil bekas Otospector. Pemakaian harian akan makin nyaman dan aman.
Bagikan