
Tak salah kalau ada mengatakan: di Indonesia, mobil diesel kagak ada matinye!
Artinya, mobil diesel memang selalu jadi favorit lebih banyak orang dibanding mobil bensin. Tak terkecuali mobil diesel bekas.
Mobil diesel jadi buruan bisa jadi karena persepsi konsumen yang percaya kalau mobil ini mesinnya tangguh, torsinya besar, dan perawatannya mudah.
Tapi sebenarnya ada juga faktor lain yang tak kalah menentukan, yaitu biaya operasional diesel yang rendah. Maklum, ada sebagian orang yang masih menggunakan solar biasa yang disubsidi pemerintah untuk mobil pribadinya.
Tak heran kalau harga mobil diesel bekas, umumnya akan selalu lebih tinggi dibanding mobil bensin. Banyaknya peminat, bikin harganya lebih stabil.
Bagaimana cara mudah untuk mengecek sendiri mobil diesel bekas sebelum dipinang? Yuk, kita lihat langkah-langkahnya:

Sumber: Kumparan Oto
Pengecekan bisa mulai dilakukan sejak awal, saat mau distarter.
Kalau mesin sulit dinyalakan atau tidak bisa menyala spontan dalam sekali starter, berarti ada masalah di komponen internalnya.
Setelah mesin nyala, perhatikan bunyi yang keluar dari mesin sambil pedal gas diinjak sesekali.
Kalau bunyinya terdengar padat dan bertenaga, artinya mesin dalam kondisi bagus.
Sebaliknya, kalau ada bunyi knocking, artinya ada masalah pada sistem pengapian.
Mesin yang sehat umumnya bunyinya stabil.
Kalau cenderung kasar atau tidak teratur, bisa jadi ada masalah pada sistem pembakaran, injektor, atau kompresi mesin.


Sumber: Auto Guru
Ada sedikit perbedaan antara mobil diesel tua dengan yang berteknologi modern.
Kalau mesin diesel tua umumnya memang cenderung mengeluarkan asap keabu-abuan yang cukup pekat. Sementara mesin diesel modern sudah lebih ramah lingkungan karena ada diesel particulate filter (DPF).
Coba perhatikan warna asap yang keluar saat mesin nyala. Jika warnanya putih, kemungkinan ada oli bocor di ruang pembakaran. Solar dipastikan tidak terbakar sempurna.
Kalau asap berwarna hitam pekat, pembakaran juga kurang sempurna. Hanya saja, masalahnya suplai udara kurang atau bahan bakar berlebih.

Sumber: Wikipedia
Dalam pemeriksaan oli kita fokus pada kandungan di dalam cairannya.
Tarik stik oli lalu cek, apakah ada serpihan kerak atau kotoran. Jika bersih, maka oli dalam kondisi baik.
Konsistensi oli juga dicek. Apabila oli masih encer dan tidak pekat, berarti masih oke.
Saat memeriksa oli, coba sekalian tengok apakah ada rembesan oli, solar, atau cairan lain di seputar mesin?
Kalau ada rembesan, maka kemungkinan ada seal atau gasket yang rusak.
Kerusakan seal harus segera diperbaiki. Kalau dibiarkan, bisa mengakibatkan penurunan performa dan kerusakan komponen lain.


Sumber: Youtube Widhiarto83
Cara mengeceknya, nyalakan mesin dan buka penutup wadah saluran oli mesin.
Injak pedal gas dan perhatikan apakah ada hembusan udara kuat yang keluar dari lubang saluran oli. Kalau dirasakan ada, artinya kompresi sudah tidak prima.
Saat dikendarai, rasakan tenaganya. Jika ada rasa menurun dari normalnya, artinya ada gangguan pada sistem bahan bakar, turbo, atau filter udara.
Tarikan gas juga harus responsif alias tidak ngempos.
Kalau dirasa ngempos, kemungkin bisa injektornya kotor atau suplai bahan bakar yang tidak optimal.
Pada dasarnya, mesin diesel modern sudah tidak boleh memakai Biosolar atau merujuk kepada pada bahan bakar subsidi jenis B35 (campuran 35% fatty acid methyl ester dari sawit dan 65% minyak solar).
Jika dipaksakan, maka akan ada beberapa masalah seperti injektor yang tersumbat, tarikan terasa berat, muncul karat pada komponen internal, serta munculnya knocking.
Namun kalau kondisinya terpaksa, pemakaian Biosolar harus diimbangi dengan pemakaian dua filter solar, pergantian filter yang lebih sering, serta penggunaan aditif diesel untuk meningkatkan nilai Cetane.
Kalau memang Otofriends kurang yakin dengan kondisi mesin diesel dari mobil yang akan dibeli, percayakan saja inspeksinya ke jasa inspeksi mobil bekas Otospector.
Mobil akan lebih sempurna kalau dilengkapi dengan garansi mobil bekas Otospector yang akan menjamin perbaikan komponen jika ada kerusakan.
Bagikan