
Peristiwa tabrakan antara KRL Commuter Line dengan KA Argobromo Anggrek, Senin (27/4), sejauh ini masih diselidiki pihak berwenang. Penyebab pasti peristiwa memilukan ini masih belum pasti.
Namun dari pembicaraan di media sosial, banyak pihak menuding peristiwa ini disebabkan tertabraknya sebuah taksi oleh KRL Commuter Line tak jauh dari stasiun.
Taksi tertabrak, karena posisinya mogok di tengah-tengah rel dan tidak bisa didorong.
Dari kabar inilah, isu soal seringnya mobil mogok di tengah rel kereta api kembali ramai.
Kira-kira apa yang menyebabkan mobil sering mati mesin mendadak di rel? Apakah benar karena medan magnet?
Biar tidak menebak-nebak, lebih baik kita rangkai fakta-fakta tentang fenomena ini:

Sumber: Kompas.com
Dikutip dari Kompas.com, dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jayan Sentanuhady, mengatakan, ada banyak faktor penyebabnya.
“Yang paling sering itu lebih ke panik biasanya,” kata dia.
Biasanya penyebab utama mogoknya mobil maupun truk, karena sopir yang kurang piawai. Faktor keterampilan pengemudi jadi hal paling dominan.
Contohnya, saat melewati rel kereta api, semestinya mobil pakai gigi rendah, misalnya pada mobil transmisi manual, pakai gigi 1.
Jayadi menuturkan, kalau pakai gigi 3 atau 4, mesin tentu bisa mati di atas rel.
Situasi bakal tambah runyam kalau sopirnya panik, karena sadar ia telah berhenti di atas rel, sementara kereta bisa datang sewaktu-waktu.
Dalam kondisi seperti itu, sopir akan semakin susah menguasai keadaan.


Sumber: Kompas.com
Ada pula faktor-faktor penyebab mobil mogok di rel yang berasal dari kendaraan itu sendiri.
Pertama, kondisi mesin mobil mungkin sudah tidak prima.
Kalau mesin sudah tua dan tidak terawat dengan baik, sangat rentan terkena masalah di jalan.
Apalagi pada umumnya di perlintasan kereta api permukaan jalannya tidak rata. Mesin mobil yang sudah bermasalah, bisa saja tiba-tiba mati karena guncangan.
Masalah bisa juga berasal dari sistem kelistrikan dan pengapian.
Kalau aki, busi, atau kabel pengapian sudah mulai lemah; guncangan saat melintasi rel dapat mengganggu koneksi listrik pada mesin kendaraan. Akibatnya mesin mendadak mati.
Komponen lain yang juga bisa jadi penyebab adalah kopling yang aus.
Kampas kopling yang sudah tipis atau aus akan membuat penyaluran tenaga jadi terhambat.
Nah, saat melewati rel yang jalannya tidak rata, mobil akan kesulitan melaju dan mesin mendadak mati.

Sumber: Seva.id
Selama ini beredar kabar tentang medan magnet di atas rel kereta api menyebabkan gangguan pada kelistrikan mobil.
Ternyata menurut Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Jayan Sentanuhady, semua itu hanya mitos.
Buktinya, ada jutaan mobil melintas di atas rel, tetapi hanya satu dua mobil yang mesinnya mati.
Memang betul, listrik yang ada sekitar rel kereta api menghasilkan medan magnet.
Namun medan magnet ini tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengganggu sistem pengapian mobil.
Apalagi mobil modern yang sudah menggunakan sistem injeksi elektronik.


Sumber: Astraotoshop.com
Gunakan gigi rendah: Bagi pengguna mobil transmisi manual, pakailah gigi 1 atau 2 agar putaran mobil stabil dan ada torsi cukup untuk melintasi rel.
Jaga Jarak Aman: Sebelum masuk ke perlintasan, pastikan ada ruang yang cukup di seberang rel. Jadi mobil tidak perlu berhenti di atas rel.
Perawatan Kendaraan Rutin: Kendaraan perlu dirawat rutin agar sistem kelistrikan, bahan bakar, dan kaki-kaki kendaraan selalu kondisinya prima saat bepergian.
Prioritas Keselamatan: Andai, amit-amit, mobil Otofriends mogok di tengah rel, maka segeralah keluarkan seluruh penumpang dari kendaraan dan menjauh. Keselamatan penumpang jadi prioritas dibanding kendaraan.
Cat mobil yang lebih tebal, bisa jadi pertanda mobil pernah bertabrakan.
Kendaraan yang pernah berbenturan atau penyok, pada bagian rusak biassanya akan diperbaiki, didempul, dan dicat ulang. Proses ini akan membuat lapisan jauh lebih tebal dari standar pabrik.
Ketebalan cat baru bawaan pabrik berkisar antara 80 – 100 mikron (0,08 – 0,15 mm). Jika sudah dicat ulang tanpa perbaikan body, maka akan lebih tebal menjadi 120 – 200 mikron.
Kalau body sempat diperbaiki pakai dempul dan pelapis cat tambahan, cat jadi lebih tebal lagi yaitu 300 – 1.000 mikron lebih.
Ketebalan cat jadi salah satu item yang dicek oleh jasa inspeksi mobil bekas Otospector saat menginspeksi mobil bekas.
Dari inspeksi yang mendetail dan dilakukan tenaga profesional, maka kita akan mengetahui kondisi mobil secara keseluruhan.
Akan lebih baik kalau mobil bekas yang dibeli, dilengkapi garansi mobil bekas Otospector. Mobil lebih terjamin perawatannya dan bebas dari masalah.
Bagikan