
Peristiwa tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4), antara KRL Commuter Line dengan KA Argobromo Anggrek, mencuatkan nama perusahaan taksi Green SM. Kenapa?
Perusahaan taksi milik Vingroup asal Vietnam itu dituding jadi penyebab utama tabrakan dua kereta yang menyebabkan paling tidak 16 orang meninggal dunia.
Karena sesaat sebelum terjadinya kecelakaan, sebuah taksi Green SM sempat tertabrak KRL yang menuju arah Jakarta di persimpangan tak jauh dari stasiun.
Akibat tabrakan, KRL yang menuju ke arah Cikarang terhenti di stasiun dan ternyata justru tertabrak KA Argobromo.
Tentu saja masyarakat kemudian menuding taksi Green SM jadi penyebab utama peristiwa ini. Apakah memang benar?
Mari kita lihat fakta-fakta lebih lengkap tentang perusahaan taksi pertama di Indonesia yang mengoperasikan mobil listrik untuk seluruh armadanya ini:

Sumber: Kompas.com
Karena dianggap menjadi bagian dari penyebab kecelakaan, Kementerian Perhubungan RI, Selasa (29/4) mendatangi pool taksi Green SM di Bekasi untuk audit menyeluruh.
Pemeriksaan meliputi pemenuhan standar keselamatan, kelaikan armada, dan kesiapan pengemudi.
Salah satu temuan menarik dari inspeksi dadakan ini, sopir yang taksinya tertabrak kereta api ternyata baru bekerja 2 hari. Untuk menjadi sopir, pelatihan juga hanya 1 hari.


Sumber: Green SM
Green SM aslinya bernama Green and Smart Mobility (GSM) dan berdiri di Vietnam pada 6 Maret 2023.
Perusahaan yang didirikan oleh Chairman Vingroup, Pham Nhat Vuong, bisnisnya meliputi perusahaan taksi dan rental mobil serta sepeda motor merek Vinfast.
Setahun kemudian, GSM melebarkan sayap ke 3 negara lain yaitu Laos, Filipina, dan Indonesia.
Khusus Indonesia, taksi Green SM, sudah beroperasi di Jabodetabek, Makassar, Surabaya, dan Bali.
Rencananya, Green SM akan terus memperbesar armada hingga mencapai 10.000 unit.

Sumber: Moladin
Armada taksi Green SM dikenali dari livery armadanya yang berwarna cyan blue.
Warna itu gabungan dari warna hijau lambang ramah lingkungan, serta warna biru lambang kemajuan teknologi.
Green SM juga adalah armada taksi pertama di Indonesia yang menggunakan 100 persen mobil listrik.
Selain bisa disetop langsung di jalan, untuk mendapat layanan Green SM juga bisa dilakukan lewat aplikasi Green SM IDN dan Gojek.

Seluruh armada Green SM menggunakan mobil dari Vinfast. Sementara ada dua model yang digunakan di Indonesia, yaitu:

Sumber: Vinfast
VinFast VF e34
SUV listrik segmen-c berkapasitas 5 penumpang. Dengan baterai LFP berkapasitas 42 kWh, mampu menempuh jarak hingga 318 km.Tenaga 147 hp (110 kW) dengan torsi maksimal 242 Nm.

Sumber: Olx
VinFast VF 5
Compact SUV dengan style hatchback berkapasitas 5 penumpang. Dengan kapasitas baterai 29,6 kWh, jarak tempuhnya mencapai 260 km – 326 km (NEDC). Tenaga 94 hp (70 kW) dan torsi maksimum 135 Nm.
Seiring pemakaian, mobil-mobil listrik tentu akan mengalami penurunan kemampuan. Terutama permasalah baterai yang seiring pemakaian, akan mengalami penurunan kemampuan.
Nah, biar Otofriends tidak mendapat unit yang mengecewakan, pastikan kondisinya dengan jasa inspeksi mobil bekas Otospector.
Dari inspeksi yang mendetail dan dilakukan tenaga profesional, maka kita akan mengetahui kondisi mobil secara keseluruhan.
Lebih oke lagi kalau mobil bekas yang dibeli, dilengkapi garansi mobil bekas Otospector. Mobil lebih terjamin perawatannya dan bebas dari masalah.
Bagikan