
Dalam perawatan rutin kendaraan, salah satu prosedur yang harus dilakukan secara berkala adalah penggantian busi.
Periode penggantian busi tergantung pada bahan busi yang dipakai. Kalau busi standar yang berbahan nikel, biasanya pergantian setiap 20.000 km sampai 40.000 km.
Berbeda dengan busi iridium atau platinum yang daya tahannya lebih lama, penggantian bisa sampai 80.000 km – 100.000 km.
Masalahnya, bisa terjadi, pemilik kendaraan yang merawat sendiri mobilnya, sering melupakan ritual wajib ganti busi ini.
Akibatnya, bakal muncul gejala-gejala yang menandakan kerja busi sudah tidak optimal. Apa saja tanda-tanda busi harus diganti?

Sumber: Suzuki Indonesia
Gejala ini biasanya dirasakan pada pagi hari.
Di saat mesin dingin, butuh api yang besar agar pembakaran mudah terpicu.
Nah, kalau businya sudah lemah atau banyak kerak, percikannya kecil. Akibatnya, meski berkali-kali distarter akan selalu gagal dan butuh waktu lama sampai mesin nyala.

Ngelitik atau knocking adalah gejala yang terdengar seperti ketukan besi halus dari arah mesin. Muncul pada saat mobil berakselerasi atau menanjak.
Gara-gara busi yang sudah tidak bekerja optimal, timing pembakaran juga ikut meleset. Akibatnya muncul gejala ngelitik ini.
Gejala ini dirasakan di perjalanan yaitu ketika pedal gas diinjak, tetapi respons mobil seperti lambat dan kurang bertenaga alias loyo.
Bisa jadi masalahnya ada pada busi, di mana percikan api dari busi tidak optimal, sehingga pembakaran tidak sempurna.
Pada pembakaran yang tidak sempurna, banyak BBM yang terbuang tanpa jadi tenaga.
Akibatnya boros BBM yang bikin kantong jebol!

Mesin bergetar hebat gara-gara busi, biasa diistilahkan juga mesin pincang.
Getaran bisa dirasakan cukup hebat, sampai terasa di kabin, terutama saat mobil berhenti.
Penyebabnya karena salah satu busi mati, sehingga di silinder tersebut terjadi kegagalan pembakaran.
Selain getaran, bunyi knalpot juga terdengar brebet.

Sumber: VW Vortex
Busi yang sudah tidak bekerja optimal bisa dinilai dari ujung elektrodanya.
Kalau elektroda sudah aus, maka ujungnya akan terlihat membulat atau terkikis. Terlihat juga celah yang lebar antar elektroda.
Sisa-sisa karbon berwarna hitam dan berkerak juga banyak terdapat pada busi. Pertanda pembakarannya tidak ideal di mana campuran bahan bakarnya terlalu dominan.
Busi juga bisa terlihat basah karena oli yang rembes karena seal busi atau ring piston sudah aus.
Kadang bisa ditemui juga busi berwarna putih pucat dan elektrodanya melepuh. Kondisi ini akibat terjadi overheat, bisa karena campuran bahan bakar terlalu sedikit atau sistem pendingin bermasalah.
Saat beli mobil bekas, jangan lupa percayakan inspeksinya ke jasa inspeksi mobil bekas Otospector, agar Otofriends merasa yakin dengan keputusan membelinya.
Mobil bekas bakal lebih terlindungi dengan garansi mobil bekas Otospector, di mana perbaikan mesin dan transmisi akan dijamin sampai tuntas.
Bagikan