Download Aplikasi OTOS
Install

Biar Baterai EV Awet, Yuk Pahami Beda Fast Charging dan Slow Charging

Januari 05, 2026
By Thomas W
Biar Baterai EV Awet, Yuk Pahami Beda Fast Charging dan Slow Charging-otospector

Bagi pemilik mobil listrik, pasti sudah paham soal beda fast charging dan slow charging.

Sesuai istilahnya, fast charging merujuk kepada pengisian baterai yang cepat. Lawannya, slow charging yaitu pengisian yang lambat.

Akan tetapi ternyata masih banyak yang belum menyadari, apa sebenarnya efek dari dua cara pengisian baterai itu.

Maklum, tidak semua pemilik mobil punya tingkat kepedulian yang sama terhadap kondisi baterai mobilnya.

Apa sebenarnya beda fast charging dan slow charging yang harus kita pahami? Mari kita tengok fakta-faktanya:

#1:  Perbedaan Mendasar Antara Pengisian Cepat dengan Lambat

Perbedaan Mendasar Antara Pengisian Cepat dengan Lambat

Sumber: Byd-Id.com

Perbedaan pengisian daya cepat atau lambat pada mobil listrik bukan terletak pada jenis baterainya. Baterai sih, secara umum, sama-sama lithium ion.

Perbedaan ada pada metode arus listrik yang masuk dan bagaimana sistem manajemen baterai menanganinya.   

Pada pengisian cepat, arus listrik yang dipakai adalah arus bolak-balik (AC), sedangkan pada pengisian lambat arusnya searah (DC).

Karena pada dasarnya listrik PLN adalah AC, maka pada pengisian lambat, arus diubah menjadi DC oleh on board charger di mobil.

Sedangkan pada pengisian cepat, pengubahan arus dilakukan oleh SPKLU, keluar sebagai arus DC dan langsung dimasukkan ke baterai.

Beli Mobil Bekas - Aplikasi Otos
Beli Mobil Bekas di OTOS

#2: Perbedaan Teknis Antara Pengisian Lambat dan Cepat

Perbedaan Teknis Antara Pengisian Lambat dan Cepat

Sumber: Team-bhp.com

Pengisian lambat:   

  • Waktu pengisian 6-12 jam (0 sampai 100%)
  • Dayanya rendah (2,3 kW ke 7 kW)
  • Suhunya stabil bahkan cenderung dingin

Pengisian cepat:

  • Waktu pengisian 30 menit – 60 menit (10% ke 80%)
  • Dayanya tinggi  (50 kW sampai 350 kW)
  • Menghasilkan panas tinggi

Baca juga: Simak Sebelum Beli, Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik

#3: Efek Pengisian Cepat dan Lambat Terhadap Baterai

Efek Pengisian Cepat dan Lambat Terhadap Baterai

Sumber: Cintamobil

Setiap pilihan metode pengecasan tentu ada efeknya untuk baterai.  

Efek terbesar tentu pada metode pengisian cepat, karena baterai menerima tekanan besar.

Akibat timbulnya panas berlebih karena kecepatan arus yang tinggi, baterai akan lebih cepat mengalami penurunan kapasitas.

Dari hasil penelitian, kalau baterai terlalu sering dicas secara cepat, terjadi penurunan kesehatan baterai 5%-10% lebih cepat dibanding yang sering melakukan pengecasan lambat.

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

#4: Kapan Saatnya Pakai Pengecasan Cepat atau Lambat

Kapan Saatnya Pakai Pengecasan Cepat atau Lambat

Sumber: Hyundaimobil.co.id

Idealnya, pengecasan cepat dilakukan saat mobil dipakai di perjalanan jauh dan butuh pengisian cepat.

Pertimbangnnya karena waktu untuk mengisi di SPKLU biasanya terbatas. Apalagi kalau banyak yang antre!

Pengisian lambat bisa jadi opsi terbaik saat mobil diparkir cukup lama. Misalnya saat di rumah atau di kantor.

Pemilik juga tidak merasa harus buru-buru. Apalagi kalau pemilik ingin menjaga suhu baterai agar umurnya lebih panjang.

Karena kelebihan dan kekurangan dari masing-masing cara pengecasan, maka disarankan pemilik mobil tetap memakai kedua cara itu secara selang-seling.

Baca juga: Melesat Jadi Brand Ternama, Inilah Daftar Model Mobil Listrik BYD di Indonesia

Apakah pakai mobil listrik akan lebih irit dibanding pakai mobil konvensional?

Jika hanya dilihat dari perbandingan biaya energi dan perawatan, maka memakai EV jelas lebih menguntungkan dibanding mobil konvensional atau ICE.

Saat ini menurut perhitungan, biaya energi mobil listrik sektiar Rp1.500 – Rp2.000 per km. Bandingkan dengan mobil konvensional yang biayanya berkisar Rp3.000 – Rp4.000 (asumsi Pertamax konsumsi 1:12).

Sedangkan dari biaya perawatan, estimasi servis berkala mobil listrik dalam 5 tahun sekitar Rp8 juta – Rp12 juta.

Sementara pada mobil konvensional, bisa mencapai Rp20 juta – Rp25 juta.

Jika Otofriends ingin memastikan kondisi mobil listrik bekas, jangan ragu untuk memakai jasa inspeksi mobil bekas Otospector.

Mobil akan semakin nyaman saat pemakaian jika sudah dilengkapi garansi mobil bekas dari Otospector. Lebih tenang saat dipakai.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

4 Dampak Pakai Bensin Tidak Sesuai RON

September 12, 2025
Pakai bensin tidak sesuai RON jelas bukan hal yang bisa dibenarkan. Namun pada kenyataannya, ada sebagian orang yang melakukannya. Apalagi di tengah harga BBM yang belakangan naik cukup tinggi, ada saja yang mencoba menyiasati kondisi dengan memakai oktan yang lebih rendah, agar murah. Secara teknis, pakai bensin tidak sesuai RON tentu menyalahi ketentuan dari pabrik
Baca Lebih Lanjut

Bujet Minim? Ini Dia Mobil Bekas Solo di Bawah 50 Juta

September 11, 2025
Hi Otofriends, soal beli mobil itu memang selalu disarankan untuk yang sesuai dengan kebutuhan kita. Jika kita ingin punya kendaraan yang tidak memberatkan finansial, bisa memilih mobil bekas. Namun, kalau berbicara mobil bekas, memang tidak semudah yang dibayangkan. Artinya, beli mobil bekas bisa dapat yang mantap, atau malah mantap boncosnya. Kepikiran satu budget yang paling
Baca Lebih Lanjut

Oh Ini Fungsi Nikel Buat Mobil Listrik?

September 11, 2025
Seperti yang kita ketahui, nikel kini menjadi sangat viral dengan adanya penemuan tambang nikel di Raja Ampat. Nikel adalah bahan baku baterai untuk kendaraan listrik. Tapi, apa sih fungsi nikel untuk baterai? Artikel ini akan membahas bagaimana cara kerja baterai serta posisi nikel pada proses tersebut. Baterai merupakan sebuah alat yang bisa mengubah energi kimia
Baca Lebih Lanjut