
Di musim hujan seperti sekarang, wajar kalau orang merasa malas ketika harus mencuci mobil setelah melewati banjir.
Masalahnya, kalau nanti dicuci, mungkin cuma jarak beberapa hari atau malah cuma beberapa jam, hujan datang lagi.
Artinya, mobil harus dicuci lagi dan kita harus nunggu antrean cucian mobil yang kadang ramai.
Padahal kalau saja Otofriends paham, kenapa mobil harus segera dicuci setelah melewati genangan air, pasti tidak akan malas pergi ke tempat cucian mobil.
Karena bukan saja soal kotor. Mencuci mobil juga bisa mencegah kerusakan mobil. Kok bisa?
Nah, mari kita lihat alasan harus mencuci mobil setelah melewati banjir, berikut ini:

Sumber: Autofun
Jangan salah, genangan air atau banjir di jalanan bukanlah air murni! Ada banyak campuran yang enggak jelas, di dalamnya.
Memang terlihat sekilas adalah lumpur, sampah, atau kotoran. Tapi tidak jarang ada zat-zat kimia atau zat lain yang sifatnya asam.
Kalau air semacam ini sampai kering di kolong mobil, terutama di sasis, amit-amit deh! Karat bakal menyerang. Terutama di sambungan las dan knalpot
Kolong mobil bisa disemprot pakai semprotan tekanan tinggi biar kotoran pada rontok.
Lebih bagus lagi ditambah engine degreaser untuk mengangkat kotoran berupa tanah atau aspal.
Alternatif murmernya, pakai sabun colek.


Sumber: Carmudi
Sehabis mobil menerjang banjir, pemilik pasti ga sadar kalau ada juga pasir dan lumpur halus yang nyelip di sela-sela rem.
Tepatnya, nyelip di antara piringan rem (disc brake) dengan kampas rem.
Tentu harus dibersihkan ya, Brader! Soalnya kalau sampai kelupaan, risikonya rem bisa bunyi decit atau piringan rem bisa baret.
Paling parah, piston rem bisa macet karena tumpukan kotoran sudah mengeras. Nah kalau sudah begini, repot urusannya!

Sumber: Qoala App
Sebenarnya faktor penyebabnya sama seperti poin sebelumnya yaitu pasir dan lumpur.
Cuma di sini yang terancam seal karet dan boot. Misalnya pada lipatan karet pada as roda atau rack steer.
Karet yang sering terpapar air yang kadar asamnya tinggi akan kehilangan elastisitas. Getas lalu sobek.
Karet yang sobek akan jadi jalan masuk air yang sasaran berikutnya adalah gemuk (grease). Jika gemuk sudah “rusak”, bukannya bermanfaat, malah akan jadi biang karat.
Karet yang rawan rusak antara lain Boot As Roda (CV Joint), Boot Rack Steer, dan Bushing Arm & Stabilizer.


Sumber: Clickmechanic
Bukan cuma bikin kotor area kolong dan mesin, banjir juga bisa mengudang aroma tidak sedap. Bahkan sampai masuk ke kabin!
Kasusnya, kalau air sempat masuk ke area radiator celah-celah mesin.
Ada sisa-sisa kotoran seperti bangkai serangga yang terpanggang panas mesin dan menimbulkan aroma busuk.
Aroma seperti ini bisa saja masuk ke kabin lewat jalur AC.
Lebih parah lagi kalau ternyata air banjir sempat masuk kabin lewat celah pintu, karena air begitu tinggi.
Kalau sudah begini, urusannya harus mencuci karpet dan lantai sebelum aroma menetap di dalam kabin.
Tentu saja bisa ketahuan. Karena inspektor akan memeriksa sisa-sisa banjir pada titik-titik tertentu di kendaraan yang umumnya disebabkan karena rendaman air. Sumbernya tentu saja banjir.
Meski mobil sudah diservis sampai hampir sempurna, tetap saja ada beberapa titik di dalam kabin yang meninggalkan sisa-sisa banjir.
Kalau Otofriends mau tahu apakah mobil bekas pilihannya pernah kebanjiran, manfaatkan saja jasa inspeksi mobil bekas Otospector. Bekas banjir atau tabrakan, bisa diketahui pasti.
Biar lebih sip, pastikan juga mobil bekas pilihan Otofriends dilengkapi garansi mobil bekas Otospector. Dengan garansi maka setiap problem yang mungkin terjadi, bisa ditangani dengan segera dan tuntas.
Bagikan