Download Aplikasi OTOS
Install

Wow, Ada Persaingan Sengit Compact SUV di IIMS 2026 JIEXpo Kemayoran

Februari 15, 2026
By Thomas W
Wow, Ada Persaingan Sengit Compact SUV di IIMS 2026 JIEXpo Kemayoran-otospector

Di tengah kesuksesan penyelenggaraan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 sebenarnya terselip persaingan sengit antar-produsen Compact SUV Baru di IIMS 2026. 

Tercatat paling tidak ada 5 “pemain kawakan” dan pemain agak baru di industri otomotif nasional  yang mencoba peruntungannya di segmen ini: Toyota, Honda, Suzuki, Wuling, dan Chery.

Turunnya para jagoan, menandakan segmen ini memang begitu menjanjikan, dengan pangsa pasar 31% – 33% dan mampu bertahan di tengah pasar yang menurun. 

Fakta lain, minat konsumen otomotif di Indonesia ternyata mulai menyeberang dari semula MPV 7-seater ke arah compact SUV.

Apa saja compact SUV Baru di IIMS 2026? Yuk, kita lihat daftarnya:

#1: Suzuki Fronx

Suzuki Fronx

Sumber: Wikipedia

Dengan bahasa desain SUV coupe, Fronx terasa beda dibanding desain SUV-SUV lain yang dikesankan gahar. Tetapi justru terbuka pasar baru yang potensial; keluarga muda yang stylish. 

Fronx ditawarkan dalam 2 varian yakni GL (bensin) dengan mesin K15B 1.5L (104,7 PS/138 Nm) yang juga dipakai di Ertiga generasi baru. 

Ada pula opsi varian GX & SGX (Smart Hybrid) dengan mesin K15C berteknologi SHVS (Smart Hybrid Vehicle by Suzuki) yang diklaim lebih irit 10%-15% dari versi bensin.

Harga Rp260 jutaan – Rp 330 jutaan

Beli Mobil Bekas - Aplikasi Otos
Beli Mobil Bekas di OTOS

#2: Honda WR-V

Honda WR-V

Sumber: Oto.com

Sadar akan persaingan semakin sengit, di IIMS 2026 Honda mereposisi harga WR-V dengan penurunan harga di kisaran Rp6 juta – Rp13 juta. 

Meski harga dipangkas, pembaruan tetap dilakukan, terutama pada teknologi kabin: head unit 10,25 inci (mendukung Apple CarPlay dan Android Auto), Port USB-C, Wireless Charger, dan Paddle Shift baru. 

Dari sisi desain dan kenyaman, juga ada pembaruan di eksterior dan interior, seperti pada grille, velg, dashboard, dan rear center armrest. 

Harga Rp284 jutaan – Rp381 jutaan.

Baca juga: Gak Cuma Cek Freon, Ini Cara Merawat AC Mobil yang Jarang Dipakai

#3: Chery Tiggo Cross

Chery Tiggo Cross

Sumber: Oto.com

Tak mau kalah dengan pemain lama, Chery Tiggo Cross menawarkan pilihan dua varian, mesin bensin 1.5L dan varian hybrid (CSH). 

Untuk mesin bensin, masih terbagi menjadi versi mesin 1.5 Naturally Aspirated (116 PS/138 Nm) dengan transmisi CVT 7-percepatan; serta 1.5L Turbo (147 PS/210 Nm).

Sedangkan varian CSH (Hybrid) menggunakan mesin 1.5L DHE (Dedicated Hybrid Engine) yang diklaim konsumsi BBM-nya 25 km/liter. 

Harga Rp239 juta – Rp329 juta. 

#4: Wuling Alvez

Wuling Alvez

Sumber: Wuling

Alvez adalah pilihan compact SUV yang bertabur fitur canggih, tetapi harga sangat kompetitif. Sejauh ini belum ada kompetitor yang berani menyaingi. 

Yang paling sering diekspos adalah Wuling Remote Control APP di mana kita bisa mengatur fungsi di kabin, buka/kunci pintu, dan notifikasi kalau mobil dibawa kabur maling.

Fitur lain Wuling Indonesia Command, di mana kita bisa memerintah mobil dalam bahasa Indonesia, serta paket ADAS yang lengkap berupa Adaptive Cruise Control (ACC), Safe Distance & Braking Assistance, Lane Recognition, dll.

Harga Rp217 juta – Rp313 juta. 

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

#5: Toyota Raize

Toyota Raize

Sumber: Carvaganza

Harus diakui, nama besar Toyota amat berpengaruh pada pemilihan Raize yang digadang-gadang sebagai mobilnya anak muda atau keluarga muda perkotaan. 

Dengan pilihan mesin 1.0L Turbo (98 PS/ 140 Nm) dan 1.2L (88 PS/ 113 Nm), tampak Raize cukup gesit untuk penggunaan harian di perkotaan. 

Untuk fitur unggulan, ada Toyota Safety Sense yang menyediakan antara lain Pre-Collision System, Adaptive Cruise Control, dan Lane Departure Assist. Cukup menarik untuk segmen entry-level dan rentang harga menengah. 

Harga Rp238 juta – Rp309 juta

Baca juga:  Pilihannya Keren-keren, Tengok Nih Mobil 500 Jutaan di IIMS 2026 di JIExpo Kemayoran

Sejauh mana pengaruh tinggi/rendah ground clearance pada mobil SUV?

Ground clearance merupakan isu yang sangat penting pada SUV. Terutama karena ketinggiannya akan membuat aman dari banjir atau bebatuan saat di medan jelek.

Akan tetapi ground clearance juga menentukan sudut depan dan belakang mobil sehingga tidak mudah “gasruk”, menentukan potensi limbung pada mobil, serta visibilitas pengemudi.

Prinsipnya, semakin tinggi ground clearance, tentu akan semakin positif pengaruhnya pada hal-hal di atas.

Jika Otofriends ingin memeriksa kondisi mobil bekas, percayakan saja ke jasa inspeksi mobil bekas Otospector.

Mobil bekas akan semakin keren dan prima dengan garansi mobil bekas Otospector. Kalau ada masalah mendadak di jalan, tim Customer Care Otospector siap membantu 24 jam.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Biar Baterai EV Awet, Yuk Pahami Beda Fast Charging dan Slow Charging

Januari 05, 2026
Bagi pemilik mobil listrik, pasti sudah paham soal beda fast charging dan slow charging. Sesuai istilahnya, fast charging merujuk kepada pengisian baterai yang cepat. Lawannya, slow charging yaitu pengisian yang lambat. Akan tetapi ternyata masih banyak yang belum menyadari, apa sebenarnya efek dari dua cara pengisian baterai itu. Maklum, tidak semua pemilik mobil punya tingkat
Baca Lebih Lanjut

Bervariasi Banget, Inilah Waktu Cas Mobil Listrik Hyundai Terbaru

Januari 04, 2026
Kadang orang bertanya-tanya, berapakah lama waktu cas mobil listrik Hyundai? Apakah kira-kira sama dengan mobil listrik lain? Wajar kalau ada orang tanya begitu. Karena memang Hyundai adalah salah satu merek mobil di luar dari merek-merek asal China yang mendominasi penjualan mobil listrik. Padahal kalau kita mau lihat sejarahnya, Hyundai adalah pelopor produksi mobil listrik di
Baca Lebih Lanjut

Wah, Ga Nyangka! Ternyata Segini Waktu Cas Baterai Mobil Listrik BYD

Januari 02, 2026
Banyak orang penasaran, sebenarnya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk cas baterai mobil listrik BYD. Maklum saja, sekarang ini salah satu isu yang paling santer soal memiliki mobil listrik antara lain soal lama waktu cas alias mengisi baterainya. Soalnya, beda dengan mobil konvensional (internal combustion engine – ICE) yang bisa mengisi bahan bakar kapanpun dengan
Baca Lebih Lanjut