
Sekilas kedengarannya kayak barang yang sepele, padahal fungsinya vital. Utamanya untuk menjaga kesehatan kita yang sehari-hari ada di kendaraan.
Begitulah kira-kira peran filter AC di dalam mobil. Karena bendanya memang tidak terlihat langsung dan ada di dalam dashboard, kadang kita lupa untuk mengecek kondisinya; masih layak apa tidak.
Padahal karena fungsinya yang vital itulah, mau tidak mau kita harus selalu rajin mengecek kondisi filter AC mobil.
Apalagi kalau mobil jadi kendaraan sehari-hari. Soalnya, sering ganti filter AC bakal lebih murah biayanya, dibanding harus menservis evaporator yang kotor oleh debu.
Nah, kapan sebaiknya pengecekan filter AC mobil dilakukan? Yuk, kita lihat beberapa faktanya:

Sumber: Rumahmodifikasi.com
Filter AC begitu vital, karena fungsinya menyaring debu, pasir, sampai asap knalpot, agar tidak masuk ke mobil.
Kalau tidak difilter, benda-benda ini dipastikan bakal terhirup mereka yang ada di dalam kabin. Gak mau kan, paru-paru jadi kotor gara-gara naik mobil?
Filter juga menjaga kebersihan evaporator, yaitu komponen di sistem AC yang bertugas mendinginkan udara.
Kalau tidak difilter, debu bakalan nempel di evaporator terus lama-lama bentuknya kayak lumpur atau lendir karena lembab. AC juga dijamin gak akan dingin.
Debu juga bisa bikin putaran kipas blower jadi slow. Jadi filter berjasa membuat kipas tidak perlu bekerja keras mengalirkan udara dingin ke seluruh kabin.
Pada filter AC mobil tipe karbon aktif, filter juga akan menyerap aroma tidak sedap, baik dari luar maupun dalam kabin. Misalnya bau makanan.


Sumber: Detikoto
Filter AC secara umum terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan material dan kemampuan menyaring partikel.
Terbuat dari material kertas atau kain non-woven. Filter yang biasanya jadi bawaannya pabrik ini, berfungsi menyaring debu dan kotoran kasar. Harga sangat murah, tetapi jeleknya tidak bisa menyerap bau gas dan polusi asap kendaraan.
Bisa dikenali dari warnanya yang abu-abu gelap karena ada lapisan serbuk karbon. Lapisan karbon berfungsi menyerap aroma tidak sedap, seperti bau apek, asap rokok, atau gas polutan di luar kabin. Cocok untuk menyaring polusi asap kendaran besar.
Dikenal punya kerapatan serat yang sangat tinggi dan mampu menyaring partikel mikroskopis hingga ukuran 0,3 mikron, seperti bakteri, virus, dan alergen halus. Sangat baik untuk penumpang yang punya alergi atau asma.

Sumber: Spaoto.com
Secara umum, filter AC mobil harus dicek setiap 10.000 km. Kalau kelihatannya belum kotor-kotor banget, cukup dibersihin pakai kompresor.
Batas usia pakai filter sendiri bisa sampai 20.000 km. Di usia segitu, filter biasanya sudah jenuh.
Usia pakai filter bakalan lebih cepet (cuma 5.000 km) kalau kendaraan sering lewat jalan berdebu kayak di proyek konstruksi, sering lewat di kemacetan parah dan polusi, atau ada yang merokok di dalam mobil.


Sumber: Oto.com
Tidak harus menunggu batas usia pakai atau jadwal servis, filter AC mobil harus dicek kalau ada tanda-tanda seperti:
Secara umum, pemakaian AC tentu saja membuat konsumsi BBM lebih banyak. Seberapa besar pengaruhnya? Tentu tergantung kondisi berkendara.
Dari segi teknis, ketika AC menyala, mesin harus memutar kompresor lewat V-Belt. Tentu saja mesin akan ada beban tambahan yang memerlukan lebih banyak bensin.
Untuk mengecek kondisi mesin dari mobil bekas yang akan dibeli, percayakan saja inspeksinya ke jasa inspeksi mobil bekas Otospector.
Akan lebih oke, kalau mobil dilengkapi juga pakai garansi mobil bekas Otospector. Segala kerusakan mesin dan transmisi bakal dijamin perbaikannya.
Bagikan