5 Kebiasaan Buruk Yang Bikin Transmisi Jebol

Mei 09, 2026
By Thomas W
5 Kebiasaan Buruk Yang Bikin Transmisi Jebol-otospector

Bisa dikatakan, transmisi adalah salah satu komponen vital di kendaraan. Tanpa komponen ini, gerak kendaraan pasti akan sangat terbatas. Atau malah tidak bisa bergerak sama sekali.

Di dalam kendaraan, tugas transmisi adalah menyalurkan  tenaga mesin ke roda. Karena itu bisa dibayangkan, kalau transmisi bermasalah, tentu kendaraan tidak berfungsi sempurna.

Masalahnya, rusaknya transmisi sering kali justru disebabkan kebiasaan jelek pemilik kendaraan. Gara-gara kurang peduli atau memang tidak paham prosedur yang benar, transmisi akhirnya jadi korban.

Apa saja kebiasaan buruk yang bisa merusak transmisi, baik transmisi manual maupun matic? Yuk, kita bedah satu per satu:

#1: Pindah Gigi Sebelum Berhenti Total

Pindah Gigi Sebelum Berhenti Total

Sumber: Tempo.co

Pada transmisi matic, pindah gigi dari D ke R (atau sebaliknya) pada saat mobil masih bergerak, dapat menyebabkan komponen-komponen internal akan berbenturan.

Sementara pada transmisi manual, sering terjadi pengemudi memaksakan turun ke gigi 1 saat masih melaju. Padahal rasio gigi 1 dikenal sangat besar, sehingga sinkromes akan bekerja keras untuk menyamakan putaran mesin dan transmisi.

Kondisi ini menyebabkan terdengar bunyi “kreeeek” keras. Tuas juga akan terasa melawan.

Kebiasaan lain yang tak kalah jelek, gigi dipindah ke R pada saat mobil belum berhenti total. Akibatnya antar gir akan bergesekan dan muncul suara kasar. Gigi transmisi bisa rompal atau aus lebih cepat.

Bursa Mobil Bekas Online Berkualitas di Otos.id
Beli Mobil Bekas Online Berkualitas di Bursa Mobil Otos.id

#2: Ada di Posisi Masuk Gigi Ketika Berhenti Lama

Ada di Posisi Masuk Gigi Ketika Berhenti Lama

Sumber: uniquelynelson.nz

Pada transmisi matic, kebiasaan ini dilakukan saat lampu merah atau macet panjang. Gigi di posisi D dan terus ditahan dengan rem, bikin terjadi tekanan terus-menerus dan muncul panas berlebih pada transmisi.

Untuk mencegahnya, posisi gigi harus dipindahkan ke posisi N, kalau mobil berhenti lebih dari 60 detikan.

Sedangkan pada tranmsisi manual, kejadian yang mirip, adalah saat pengemudi menahan pedal kopling saat gigi masuk, di saat mobil berhenti.

Kalau kebiasaan ini terus dilakukan, release bearing akan aus dan pegas matahari lemas.

Baca juga: Bukan Gara-gara Magnet! Ternyata Ini Penyebab Mobil Mogok di Tengah Rel KA

#3: Pemakaian Gigi Rendah Tidak Tepat

Pemakaian Gigi Rendah Tidak Tepat

Sumber: Domo Transmisi

Pada transmisi matic, pemakaian gigi rendah (L) secara terus-menerus pada kecepatan tinggi atau di jalan rata dapat memicu overheating.

Akibatnya, komponen logam akan bergesekan karena oli berubah karakteristik, seal karet juga akan mengeras, dan ujung-ujungnya kopling akan selip.

Sedangkan pada transmisi manual, pemakaian gigi rendah terus menerus di jalan lurus, akan membuat mesin meraung di RPM tinggi.

Akibatnya piston, ring piston, dan valve train akan aus. Oli juga akan rusak viskositasnya.

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

#4:  Kurang Memperhatikan Oli

Kurang Memperhatikan Oli

Sumber: Suzuki.co.id

Kebiasaan jelek pemilik mobil yang kurang peduli dengan perawatan adalah telat mengganti atau menguras oli transmisi.

Idealnya pengecekan atau penggantian oli transmisi dilakukan setiap 20.000 – 30.000 km.

Pemilik kadang juga mengabaikan kebocoran oli di bawah kolong mobil. Mungkin karena dianggap remeh.

Padahal, kekurangan volume oli sedikit saja, dapat mengganggu sistem hidrolik dan merusak gir di dalamnya.

#5: Sembarangan Mendorong atau Menderek Mobil

Sembarangan Mendorong atau Menderek Mobil

Sumber: Gridoto

Kondisi ini hanya akan terjadi pada transmisi matic. Yakni mobil didorong atau diderek, sementara roda penggerak masih menempel di jalan.

Untuk mendorong atau menderek mobil matic, kita harus memperhatikan posisi roda penggerak. Misalnya pada mobil berpenggerak roda depan (FWD), maka ban depan harus diangkat saat menderek.

Jika ban tetap di tanah dan berputar, komponen seperti

seperti planetary gear dan kopling akan ikut berputar karena terhubung dengan as roda. Tetapi akibatnya bisa fatal, karena tidak adanya sirkulasi oli pelumas.

Baca juga: Semua Peringatan! Inilah Arti Indikator Tanda Seru Di Dashboard Mobil  

Benarkah transmisi matic jenis CVT paling cepat usia pakainya?

Dibandingkan dengan jenis-jenis transmisi matic lain, CVT memang disebut-sebut paling pendek usia pakainya. Sedangkan AT Konvensional, tercatat sebagai yang paling panjang. Usia pakai AT bisa sampai 10 tahunan.

Namun sebenarnya usia pakai transmisi jenis apapun akan sangat tergantung pada pergantian oli tepat waktu dan gaya berkendara. Semakin sembrono pemakaiannya, maka usia transmisi juga makin singkat.

Kalau Otofriends ingin memastikan kondisi matic mobil bekas, percayakan saja inspeksinya kepada jasa inspeksi mobil bekas Otospector.

Dengan inspeksi yang detail dan dilakukan tenaga profesional, maka kondisi kendaraan secara keseluruhan bisa diketahui.

Mobil juga akan semakin bernilai jika dilengkapi juga dengan garansi mobil bekas Otospector. Karena setiap kerusakan mesin dan transmisi bakal dijamin perbaikannya.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Mobil Jarang Dipakai, Kapan Harus Ganti Oli? Ini Waktu Idealnya

Juni 30, 2026
Masih banyak yang mikir “Mobil cuma dipakai sesekali, jadi olinya masih aman lah.” Hayo siapa yang masih sering mikir kayak gini?  Kalau iya, Otofriends nggak sendirian. Soalnya, masih banyak pemilik mobil yang ngira ganti oli itu cukup nunggu kilometernya tinggi. Padahal, mobil yang lebih sering ngendon di garasi juga tetap wajib ganti oli, lho! Jangan
Baca Lebih Lanjut

Awas Salah Kaprah, Ini Cara Menggunakan Lampu Hazard Mobil Yang Tepat

Juni 30, 2026
Masih banyak banget pengemudi yang asal nyalain lampu hazard tanpa tahu fungsi aslinya. Padahal, fitur ini bukan buat bikin mobil kelihatan lebih jelas di jalan, lho. Sering banget kita lihat ada yang nyalain hazard pas hujan deras, berkabut, masuk terowongan, bahkan lagi ngebut di tol. Padahal, itu justru bisa bikin pengendara lain salah paham dan
Baca Lebih Lanjut

Cara Balik Nama Mobil 2026, Lengkap dengan Syarat, Biaya, dan Prosedurnya

Juni 29, 2026
Akhirnya mobil bekas incaran berhasil dibawa pulang? Selamat, Otofriends! Tinggal isi bensin, pasang playlist favorit, terus siap dipakai ngantor, jalan-jalan, atau road trip. Tapi, jangan buru-buru ngerasa semua urusan udah kelar cuma karena kunci, STNK, dan BPKB udah ada di tangan. Soalnya, masih ada satu hal yang sering banget dilupain, yaitu balik nama mobil. Masih
Baca Lebih Lanjut