
Sejak masa sekolah, semua orang rata-rata paham, kalau tanda seru (!) biasanya berhubungan dengan suatu peringatan.
Di dunia otomotif, tanda semacam ini juga dipakai sebagai ikon peringatan yang ditempatkan di dashboard agar terlihat oleh pengemudi.
Ikon semacam ini berfungsi sebagai peringatan bahwa ada komponen yang tidak berfungsi dengan baik, perlu diperiksa, atau perlu tindakan tertentu.
Nah, ternyata arti pastinya sangat bervariasi tergantung warna, bentuk ikon yang mengelilingi tanda seru, atau simbol pasangannya.
Warna yang digunakan juga sangat khas, yaitu kuning, oranye, atau merah; warna-warna yang melambangkan peringatan.
Apa saja ikon peringatan yang menggunakan tanda seru? Yuk, kita lihat beberapa di antaranya:

Sumber: X.com
Merupakan ikon peringatan umum (Master Warning Light) di mana segitiga yang menaungi biasanya berwarna kuning atau oranye.
Jika ikon ini menyala, artinya peringatan bahwa ECU atau BCM telah mendeteksi ketidakberesan kecil sampai menengah.
Umumnya, ikon ini kemudian akan memperjelas melalui pesan teks di MID seperti: pintu belum rapat, bahan bakar sudah menipis, Smart Key tidak terdeteksi, dll.
Segera cek layar MID. Jika perlu baca buku manual kendaraan untuk memastikan pesan peringatan.


Sumber: Consumer Reports
Ikon peringatan ini berhubungan dengan Tire Pressure Monitoring System yang memberi informasi tekanan angin ban terlalu rendah.
Biasanya disebabkan tekanan udara di salah satu atau beberapa ban, jauh di bawah yang semestinya.
Penyebabnya, bisa karena bocor halus atau suhu dingin.
Otofriends tentu perlu memeriksa tekanan angin ban. Agar lebih akurat, bisa menggunakan alat pengukur. Lalu bisa dipompa. Atau ditambal, jika memang ada kebocoran.

Sumber: Nissan Indonesia
Tanda seru dalam lingkaran, biasanya berwarna merah, artinya ada masalah pada sistem pengereman.
Penyebab paling sering adalah rem tangan masih terpasang atau belum dilepas.
Namun indikator ini bisa juga pertanda kalau volume minyak rem berada di bawah batas normal. Bisa karena bocor atau kampas yang sudah tipis.
Kalau tanda ini nyala, segera pinggirkan mobil di tempat aman. Periksa, apakah rem tangan sudah diturunkan.
Kalau minyak rem habis atau lampunya tetap nyala, lebih baik segera panggil derek demi keselamatan.

Sumber: Auto2000
Sesuai ikonnya, roda gigi yang biasanya berwarna kuning, melambangkan transmisi.
Jika ikon ini sampai nyala, artinya transmisi sedang bermasalah.
Ikon ini biasanya kita temukan pada sistem transmisi otomatis, terutama pada mobil-mobil modern yang memakai transmisi Dual-Clutch.
Kalau ikon ini muncul, jangan memacu mobil dengan kencang. Sebaiknya bawa ke bengkel untuk dicek memakai scanner OBD2.
Rata-rata para pengemudi mobil akan panik ketika ikon Check Engine tiba-tiba nyala. Apalagi kalau kejadiannya di tengah perjalanan. Jauh dari mana-mana.
Tak sedikit orang menganggap, ikon ini tanda ada masalah fatal, sehingga mobil harus sampai diderek.
Padahal, Check Engine bisa mendadak nyala karena hal yang sangat sepele, seperti tutup tangki bahan bakar yang tidak rapat, masalah transmisi, masalah sensor, sampai masalah sensor oksigen atau katalis.
Meski belum tentu gawat, tetap saja kita harus mengeceknya dengan scanner OBD2 untuk tahu penyebab pastinya. Dan biar tidak merembet.
Kalau Otofriends ingin memastikan kondisi mobil bekas sebelum dibeli, pakai saja jasa inspeksi mobil bekas Otospector yang telah terpercaya.
Dengan inspeksi maka kita bisa mengetahui kondisi mobil secara keseluruhan.
Mobil akan semakin oke kalau dilengkapi juga dengan garansi mobil bekas Otospector. Biar nanti kalau sudah dipakai harian, lebih aman dan nyaman.
Bagikan