
Otofriends yang sering menjelajah Pulau Jawa lewat jalan darat tentu harus selalu update soal tarif tol Pasuruan Probolinggo terbaru 2026.
Untuk sementara, Tol Pasuruan Probolinggo jadi ruas tol paling timur di Pulau Jawa, sampai akhirnya nanti ruas tol Probolinggo Banyuwangi yang saat ini masih dibangun, bisa digunakan.
Bagi mereka yang pernah melewati Tol Trans Jawa dari Jawa Timur menuju ke Gunung Bromo atau Pulau Bali, tentu pernah melewati tol ini.
Karena memang menjadi ruas tol untuk menuju ke destinasi-destinasi wisata favorit, wajar jika sebagian kendaraan yang lewat jalan tol ini adalah wisatawan bermobil pribadi.
Nah, ngomong-ngomong soal wisata, berapakah saldo e-toll yang harus dipersiapkan untuk melewatinya? Inilah tarif tol Pasuruan Probolinggo terbaru 2026:

Sumber: Kompas.com
Jalan tol Pasuruan Probolinggo berawal dari pintu tol Grati di Pasuruan hingga ke Gending di Probolinggo, keduanya di Jawa Timur, sepanjang 39,85 km.
Jalan tol yang jadi bagian dari Tol Trans Jawa ini, terhubung dengan Tol Gempol Pasuruan di sebelah barat, serta Tol Probolinggo Banyuwangi yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.
Jalan Tol Pasuruan Probolinggo mulai digunakan pada 2019. Tetapi baru sebatas sampai ke Gerbang Tol Probolinggo Timur, sepanjang 31,3 km.
Sedangkan kelanjutannya, sampai ke Gerbang Tol Gending, sepanjang 8,55 km, mulai digunakan pada 2023.


Sumber: Kompas.com
Jalan Tol Pasuruan Probolinggo punya empat tempat istirahat (rest area).
Semua tempat istirahat adalah rest area tipe C yang menyediakan tempat parkir, kios kecil penjual makanan, dan toilet. Tidak ada SPBU dan ATM.

Sumber: Kementerian PUPR
Di Ruas Tol Pasuruan Probolinggo terdapat 5 gerbang tol, yaitu:
Pintu keluar menuju Grati, Nguling, atau Kabupaten Pasuruan bagian timur.
Pintu keluar menuju Tongas atau menuju Bromo lewat Lumbang.
Pintu keluar menuju Kota Probolinggo atau menuju Bromo lewat Sukapura.
Pintu keluar menuju Lumajang atau Jember.
Pintu keluar menuju Gending, Paiton, atau terus menuju Situbondo atau Banyuwangi lewat Pantura.

Sumber: Waskita Tollroad
Kebanyakan justru adalah tekanan kurang. Sebab pada saat ban kurang udara, maka dinding samping ban akan melentus berlebihan, saat ban berputar.
Ketika struktur di dalam sudah tidak kuat menahan beban maka akan hancur seketika. Biasanya kejadiannya pada saat mobil kencang.
Letusan juga bisa disebabkan gesekan internal di mana lenturan yang terus menerus menghasilkan panas tinggi. Panas akan merusak ikatan karet dan kawat baja di ban.
Otofriends yang ingin mengecek mobil bekas yang akan dibeli, manfaatkan saja jasa inspeksi mobil bekas Otospector. Apapun kondisinya, akan terlihat dari hasil inspeksi.
Biar lebih sip, pastikan juga mobil bekas pilihan Otofriends dilengkapi garansi mobil bekas Otospector. Dengan garansi maka setiap problem yang mungkin terjadi, bisa ditangani dengan segera dan tuntas.
Bagikan