
Kebakaran mobil mungkin terdengar seperti kejadian yang jarang terjadi. Namun, ketika api sudah muncul di ruang mesin atau kabin, situasinya bisa berkembang sangat cepat.
Salah satu penyebab yang perlu diwaspadai adalah masalah pada sistem kelistrikan.
Otofriends mungkin pernah mendengar istilah “korsleting” ketika membahas mobil yang terbakar. Tetapi perlu diluruskan, tidak semua kebakaran kendaraan disebabkan korsleting. Kebakaran juga dapat dipicu masalah mekanis, bahan bakar, kecelakaan, atau sumber panas lainnya.
Data National Fire Protection Association (NFPA) di Amerika Serikat menunjukkan bahwa pada 2024 diperkirakan terdapat 211.500 kebakaran kendaraan.
Dari berbagai penyebab yang diteliti, kegagalan peralatan atau sumber panas menyumbang 18,5 persen, sementara penyebab kebakaran yang tidak disengaja mencapai 43,8 persen.
Dalam data NFPA yang lebih rinci, electrical failure atau malfunction tercatat sebagai faktor penyebab dalam sekitar 12 persen kebakaran kendaraan yang dianalisis untuk periode tersebut.
Lantas, korsleting seperti apa yang perlu diwaspadai?


Secara sederhana, korsleting terjadi ketika arus listrik menemukan jalur yang tidak semestinya dengan hambatan yang sangat rendah.
Ketika arus yang sangat besar mengalir melalui jalur tersebut, panas dapat meningkat dengan cepat. Jika terdapat material mudah terbakar di sekitarnya atau sistem proteksi tidak bekerja sebagaimana mestinya, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi kebakaran.
Itulah alasan kabel, konektor, sekring, dan sistem kelistrikan mobil tidak boleh dimodifikasi sembarangan.
Mobil modern sudah dilengkapi berbagai perangkat proteksi seperti fuse atau fusible link untuk memutus aliran listrik ketika terjadi kondisi tertentu.
Namun, sistem proteksi bisa kehilangan efektivitas apabila instalasi dimodifikasi secara tidak tepat.
Dalam salah satu investigasi NHTSA, misalnya, ditemukan kabel aftermarket berukuran kecil yang terhubung ke sistem kelistrikan tanpa perlindungan sekring antara kabel tersebut dan baterai. NHTSA menyebut kabel tanpa fuse tersebut sebagai potensi sumber penyalaan api.
Jadi, jangan merasa aman hanya karena mobil sudah memiliki banyak sekring.

Ini salah satu masalah yang cukup mudah terjadi seiring usia kendaraan.
Kabel memiliki lapisan isolasi yang berfungsi menjaga konduktor tetap terpisah dari komponen logam maupun jalur listrik lainnya.
Kalau isolasi rusak akibat usia, panas, gesekan, atau pemasangan yang kurang rapi, bagian konduktor bisa terbuka.
Masalah menjadi lebih serius apabila kabel tersebut bergesekan terus-menerus dengan bodi atau komponen mesin.
NHTSA pernah menangani investigasi terkait wiring harness yang berpotensi mengalami gesekan atau chafing. Kerusakan tersebut dapat menyebabkan hubungan pendek dan gangguan kelistrikan.
Kalau Otofriends menemukan kabel terlihat meleleh, menghitam, mengeras, atau lapisan luarnya pecah, jangan sekadar dibungkus isolasi lalu dianggap selesai.
Cari tahu penyebabnya.
Bisa saja kabel tersebut sudah mengalami panas berlebih atau terdapat masalah lain di rangkaian kelistrikannya.
Perbaikan sebaiknya dilakukan dengan metode dan komponen yang sesuai standar kendaraan.

Aki merupakan salah satu sumber energi listrik utama pada mobil konvensional.
Karena terhubung langsung dengan sistem kelistrikan, bagian kabel positif dan terminal aki perlu mendapatkan perhatian.
Terminal yang longgar, koneksi yang buruk, kabel rusak, atau posisi kabel yang tidak semestinya dapat menyebabkan panas berlebih maupun hubungan pendek dalam kondisi tertentu.
NHTSA pernah mencatat kasus recall pada Toyota RAV4 tertentu karena terminal positif baterai dapat mengalami hubungan pendek terhadap rangka penahan baterai. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kehilangan daya listrik, kendaraan mogok, dan/atau kebakaran di ruang mesin.
Kasus tersebut memang spesifik pada model dan tahun tertentu. Namun, contoh ini menunjukkan bahwa area sekitar baterai tidak boleh dianggap sepele.
Setelah aki diganti, pastikan kabel kembali terpasang dengan benar.
Jangan sampai kabel terjepit, terlalu dekat dengan bagian logam yang berpotensi menggesek isolasi, atau routing-nya berbeda jauh dari posisi yang dirancang pabrikan.
Lampu tambahan, dashcam, audio, amplifier, alarm, GPS tracker, kamera, sampai aksesori lainnya membutuhkan sumber listrik.
Masalahnya bukan pada aksesori aftermarket itu sendiri.
Yang menjadi risiko adalah cara pemasangannya.
Misalnya, mengambil sumber listrik secara sembarangan, menggunakan kabel dengan ukuran yang tidak sesuai, menghilangkan sekring, atau membuat sambungan kabel tanpa konektor yang layak.
NHTSA dalam salah satu investigasinya menemukan contoh kabel aftermarket yang tidak mendapatkan perlindungan fuse. Kabel semacam itu dapat menjadi potensi sumber penyalaan api.
Otofriends mungkin bisa mendapatkan harga pemasangan aksesori lebih murah dari bengkel atau teknisi tertentu.
Namun, sistem kelistrikan bukan tempat yang ideal untuk menghemat dengan mengorbankan kualitas instalasi.
Pastikan pemasangan dilakukan teknisi yang memahami kelistrikan kendaraan dan tetap mempertahankan sistem proteksi yang diperlukan.

Korsleting tidak selalu terjadi karena kabel terkelupas.
Koneksi listrik yang buruk juga dapat menghasilkan masalah panas.
Ketika sambungan tidak sempurna, resistansi pada titik kontak dapat meningkat. Kondisi tersebut bisa menghasilkan panas pada koneksi, terutama ketika arus yang melewatinya cukup besar.
Jika panas terus terjadi, konektor, terminal, atau bagian isolasi di sekitarnya dapat mengalami kerusakan.
Pada kondisi tertentu, kerusakan tersebut kemudian bisa berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Karena itu, ketika ada konektor yang meleleh atau berubah warna, jangan sekadar mengganti soketnya tanpa mencari tahu mengapa komponen tersebut sampai panas.

Ruang mesin merupakan lingkungan yang cukup berat untuk kabel.
Ada panas mesin, getaran, komponen bergerak, cairan, dan berbagai bagian logam.
Kalau kabel tidak terpasang atau tidak ter-routing dengan benar, bagian tersebut bisa bergesekan dengan komponen lain.
Lama-kelamaan isolasi bisa terkikis.
Inilah salah satu alasan pemeriksaan wiring harness penting, terutama pada mobil yang sudah berusia cukup tua atau pernah mengalami perbaikan di ruang mesin.
Kabel yang terlihat aman ketika mobil masih baru belum tentu tetap berada dalam kondisi sama setelah bertahun-tahun digunakan.
Ini termasuk kesalahan yang sebaiknya benar-benar dihindari.
Sekring dirancang untuk melindungi rangkaian dari arus berlebih. Mengganti fuse dengan ukuran yang tidak sesuai atau melakukan bypass dapat menghilangkan fungsi perlindungan tersebut.
Akibatnya, ketika terjadi gangguan, kabel bisa menerima beban yang tidak semestinya.
Jangan pernah mengganti sekring dengan kapasitas lebih besar hanya karena fuse sebelumnya sering putus.
Fuse yang terus putus justru bisa menjadi tanda bahwa ada masalah yang perlu diperiksa.
Masalah listrik juga dapat berasal dari komponen atau modul itu sendiri.
Contohnya adalah motor listrik, pompa, modul elektronik, atau perangkat lain yang mengalami kegagalan internal.
NHTSA pernah menerbitkan recall pada kendaraan tertentu akibat modul ABS yang dapat mengalami kerusakan internal dan menyebabkan korsleting sehingga meningkatkan risiko kebakaran di ruang mesin.
Kasus recall seperti ini tentu tidak berarti semua modul kendaraan memiliki risiko yang sama.
Namun, Otofriends sebaiknya tetap rutin mengecek apakah kendaraan memiliki kampanye recall dari pabrikan.
Sebelum sampai pada kondisi yang serius, biasanya ada beberapa tanda yang patut diperhatikan.
Kalau tiba-tiba tercium bau seperti plastik terbakar ketika berkendara, jangan langsung menganggap itu berasal dari kendaraan lain.
Segera cari tempat aman untuk berhenti dan periksa kondisi kendaraan.
Lampu yang berkedip tanpa alasan jelas, sistem audio mati-nyala, atau perangkat elektronik tiba-tiba kehilangan daya bisa menjadi tanda adanya gangguan kelistrikan.
Sekring yang putus sekali mungkin terjadi karena masalah tertentu.
Namun, kalau komponen yang sama terus-menerus mengalami fuse putus, jangan hanya menggantinya berkali-kali.
Cari penyebabnya.
Perubahan warna, plastik meleleh, atau konektor yang terasa sangat panas merupakan tanda yang sebaiknya segera diperiksa teknisi.
Pencegahan paling sederhana adalah melakukan servis secara berkala dan tidak melakukan modifikasi kelistrikan secara sembarangan.
US Fire Administration menyebut masalah mekanis dan elektrikal sebagai penyebab umum kebakaran kendaraan dan menyarankan kendaraan diservis secara rutin oleh mekanik terlatih.
Otofriends juga sebaiknya:
Ini bagian yang paling penting.
Kalau saat berkendara muncul asap atau tanda kebakaran, segera menepi di tempat aman ketika memungkinkan.
Matikan mesin dan keluarkan seluruh penumpang.
US Fire Administration menyarankan pengemudi tidak kembali ke kendaraan yang sudah terbakar dan tidak mencoba memadamkan api sendiri. Jika api diduga berada di bawah kap atau bagasi, jangan membuka bagian tersebut karena masuknya oksigen dapat membuat api berkembang lebih besar.
Setelah semua orang berada di tempat aman, segera hubungi layanan pemadam kebakaran atau layanan darurat setempat.
Jangan mempertaruhkan keselamatan hanya untuk menyelamatkan barang di dalam mobil.
Korsleting mobil bukan sesuatu yang boleh dianggap sepele. Kabel terkelupas, terminal aki bermasalah, instalasi aksesori aftermarket yang tidak tepat, konektor yang buruk, kabel yang bergesekan, modifikasi sekring, hingga komponen listrik yang mengalami kegagalan internal dapat menjadi bagian dari rangkaian masalah kelistrikan yang berpotensi memicu kebakaran.
Namun, penting diingat bahwa tidak semua mobil terbakar karena korsleting. Data kebakaran kendaraan menunjukkan penyebabnya beragam, termasuk masalah mekanis, kecelakaan, dan sumber panas lainnya.
Jadi, Otofriends jangan menunggu sampai muncul api untuk mulai peduli terhadap sistem kelistrikan.
Kalau ada kabel yang rusak, fuse yang terus putus, bau plastik terbakar, atau aksesori yang tiba-tiba bermasalah, lebih baik segera diperiksa.
Biaya pemeriksaan kelistrikan jauh lebih kecil dibandingkan risiko kehilangan seluruh kendaraan akibat kebakaran.
Bagikan
