
Jangan heran kalau saat berburu mobil bekas, ada orang tanya: memangnya ada mobil bekas harga 20 jutaan? Terus kondisinya kayak apa?
Ya, jelas ada. Meski harus diakui ada beberapa kondisi yang mesti dipahami sebelum melihat unitnya. Selain itu, kita juga harus menurunkan ekspektasi, biar tidak terlalu tinggi.
Meski anggaran tergolong minim, cuma 20 jutaan, tetapi bukan berarti sama sekali tidak ada mobil yang layak pakai.
Apalagi kalau Otofriends berusaha mencarinya di kota-kota daerah tingkat II, di mana mobil-mobil lawas umumnya masih bisa ditemukan dan kondisinya masih layak.
Mobil-mobil semacam ini biasanya merupakan koleksi pribadi yang sudah bertahun-tahun dipelihara dan dirawat dengan baik.
Biar semakin jelas, yuk kita intip 6 pilihan mobil bekas harga 20 jutaan ini:

Sumber: Olx
Daihatsu Espass hadir pertama kali pada 1995 sebagai pengganti Daihatsu Zebra yang legendaris. Kehadirannya langsung disambut positif.
Espass memang punya daya tarik tersendiri. Selain kapasitasnya yang dapat memuat banyak penumpang, pintu gesernya juga menjadi ciri yang tak dimiliki mobil lain.
Sebagai minibus dengan harga ekonomis, wajar jika Espass banyak dilirik calon pembeli yang merencanakannya sebagai kendaraan keluarga.
Kelegaan ruang kabinnya, bahkan bisa diadu dengan mobil-mobil lain, termasuk di kelas MPV, seperti Toyota Kijang dan Isuzu Panther.
Espass dipasarkan dalam tiga jenis kubikasi mesin; 1.300 cc, 1.500 cc, dan 1.600 cc. Meski ada perbedaan kubikasi, tetapi ketiganya ternyata sama-sama irit BBM.
Kalaupun ada kekurangan, hanya persoalan bantingannya saja yang kurang lembut.

Sebagai mobil yang menyandang brand asal Eropa, Peugeot tentu punya gengsi tersendiri di antara rekomendasi mobil 20 jutaan.
Kelebihan lainnya, tipe 306 juga dikenal dengan desainnya yang tidak pernah ketinggalan zaman. Karena itu wajar jika tipe ini juga menjadi yang paling populer di Indonesia.
Kelebihan lain ada pada fitur-fitur yang tergolong paling maju di zamannya. Seperti power window, central lock, adjustable steering column, serta wiper belakang.
Menggendong mesin dengan kubikasi 1.8 Liter namun bobotnya tidak lebih dari 1,1 ton; tentu saja 306 terasa unggul pada akselerasi.
Akselerasi 0 – 100 km/jam-nya cuma butuh 12 detik saja.
Namun tentu saja, kompensasinya ada pada konsumsi BBM-nya yang lumayan boros yakni 6 km/liter.

Sumber: Olx
Sejak dari tahun 1990-an, Carry dikenal sebagai andalannya Suzuki untuk segmen kendaraan niaga ringan serta kendaraan penumpang.
Menariknya, Carry tampil dalam beragam desain eksterior karena memang bodinya digarap oleh berbagai karoseri.
Namun meski tampilannya mungil, keunggulan Carry ada pada kabinnya yang terasa lega. Kalau mau dipaksakan, 9 orang penumpang juga bisa masuk di mobil ini.
Dalam hal kelincahan, manuvernya saat membelah kepadatan lalu-lintas juga sangat unggul.
Di pasaran mobil bekas, saat ini pilihan terbaik adalah Carry Extra atau Carry 1.0 PV.
Jika ingin memilih Carry Futura, harganya masih lebih tinggil terpaut Rp5 juta-Rp10 juta.
Salah satu wakil sedan di rekomendasi ini tampak begitu klasik, karena mewakili sengat retro tahun 1990-an.
Esteem dibangun dari basis Suzuki Amenity yang sudah populer sebelumnya, maka wajr jika Esteem terasa jadul.
Sesuai dengan zamannya, bodi terkesan mengkotak sehingga menjadi pembeda dibanding kompetitor di kelasnya.
Ada dua pilihan kubikasi mesin yaitu 1.300 cc dan mesin 1.600 cc. Menariknya, keduanya masih sama-sama memakai karburator sehingga perawatannya harus benar-benar cermat.

Sebagai mobil yang sudah masuk daftar legenda, rasanya tak ada calon pembeli yang tidak kenal mobil ini.
Kelebihan Kijang ada pada kapasitas angkutnya yang besar serta mesinnya yang tangguh.
Bahkan dengan perawatan yang benar, mesinnya tetap awet dan tidak rewel meski usianya sudah lebih dari 20 tahun.
Sebagai Kijang generasi ketiga, Super diproduksi antara tahun 1986 sampai 1996.
Mesin standarnya 1.500 cc bawaan dari generasi Kijang generasi sebelumnya dengan sensasi berkendara yang masih sama.
Namun di era Super ini, Kijang mendapat penyempurnaan pada sistem pasokan bahan bakar.
Transmisi manualnya juga disempurnakan dengan mencapai 5 percepatan.
Mobil ini dulu dikenal dengan Mobil Nasional yang sebenarnya adalah rebadge dari Kia Sephia asal Korea Selatan.
Ada berbagai tipe yang sempat dipasarkan, namun saat ini tipe S515 jadi yang paling populer dan dicari.
Pertama kali diluncurkan pada 1996, saat itu Timor dibanderol Rp35 jutaan. Jika tanpa memperhitungkan inflasi, harganya teraa relatif stabil.
Menariknya, desain eksterior Timor terasa tetap sesuai dengan zaman kini. Tak heran kalau ada yang memperlakukan Timor sebagai mobil hobi dengan aliran retro.
Dengan mesin 4-silinder berkapasitas 1.988 cc, tenaga yang dihasilkan mencapai 82 Hp. Sangat cukup untuk mobilitas sehari-hari di perkotaan.

Sumber: Jawa Pos
Akibat usia yang sudah tidak muda, sasis mobil memang bisa mengalami penurunan kekakuan (stiffness) dan kekuatan struktur. Memang prosesnya tidak otomatis terjadi karena faktor usia semata-mata.
Faktor utamanya biasanya karena karat. Jika karat dibiarkan bertahun-tahun pada area kolong, dudukan suspensi atau sasis Sautama, akan mengikis ketebalan plat, sehingga melemahkan besinya.
Sasis juga bisa melemah karena rute jalan yang dilalui banyak kerusakan.
Sasis menerima gaya berulang-ulang selama puluhan tahun, dampaknya sambungan las pada sasis bisa bisa merenggang, kendur, atau retak. Mobil akhirnya terasa limbung saat bermanuver.
Terakhir yang juga harus diperhatikan adalah karet-karet seperti bushing karet arm, engine mount, dan subframe mount yang sudah getas atau pecah.
Efeknya, komponen dengan karet yang sudah tidak bekerja sempurna, bakal memindahkan benturan dari jalanan ke struktur sasis utama. Akhirnya logam jadi cepat lelah.
Kalau Otofriends ingin mematikan kondisi sasis mobil bekas, jangan ragu untuk menggunakan jasa inspeksi mobil bekas Otospector.
Mobil bekas juga akan semakin berkualitas jika dilengkapi dengan garansi mobil bekas Otospector. Segala kerusakan mesin dan transmisi selama masa garansi akan dijamin perbaikannya.
Bagikan
