
Siapa yang mengira, bahaya abu vulkanik untuk mobil ternyata cukup banyak dan akibatnya cukup parah.
Mungkin sebagian besar orang berpendapat, dampak dari abu vulkanik ini cuma sebatas merusak permukaan cat kendaraan. Padahal masih banyak dampak-dampak lain yang tak kalah merugikan.
Semua itu tak lain karena material abu vulkanik sebenarnya sangat jauh beda dengan debu atau kotoran biasa sehari-hari.
Abu vulkanik punya kandungan berupa partikel silika (kaca tajam kecil), batuan mikroskopis, dan asam yang sangat korosif.
Kalau penanganan dari paparan abu vulkanik ternyata kurang tepat, efeknya bisa mengganggu fungsi atau malah merusak komponen.
Nah, biar Otofriends bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, terutama di tengah banyaknya erupsi gunung berapi akhir-akhir ini, penting untuk mengtahui apa saja bahaya abu vulkanik untuk mobil. Mari kita bahas:

Sumber: Kompas.com
Dampak yang pertama ini tentu sudah banyak orang tahu. Partikel abu yang sangat tajam, bisa mengakibatkan baret pada cat dan kaca.
Untuk menghindari kerusakan, jangan mengelap atau menyeka abu secara langsung di dua permukaan tadi. Langsung saja dibersihkan pakai semprotan air dengan tekanan yang cukup.
Abu juga jangan dibiarkan lama menempel pada bodi, karena akibatnya bisa bikin warna cat jadi kusam.
Kalau cat sudah terlanjur kusam, segera lakukan pemolesan agar cerah kembali.

Karet wiper yang permukaannya halus, sangat sensitif terhadap material abu yang keras dan kasar.
Kalau wiper nekat dinyalakan sementara permukaan kaca masih banyak abu, pinggiran karet wiper akan cepat terkikis atau bahkan robek.
Kandungan senyawa asam pada abu, seperti sulfur atau belerang, juga bisa merusak struktur kimia karet wiper. Kalau abu dibiarkan terus menempel, karet bisa mengeras dan mudah retak.
Karena itulah, bersihkan dulu bilah karet dengan kain lap basah atau kanebo sebelum digunakan.
Sifat asam pada abu vulkanik juga bisa menyebabkan korosi atau karat pada plat atau komponen logam.
Abu vulkanik diketahui mengandung gas-gas seperti sulfur dioksida, hidrogen klorida, dan hidrogen fluorida.
Ketika abu vulkanik terkena air hujan, embun, atau kelembapan udara, gas-gas tadi larut dan membentuk larutan asam kuat, seperti asam sulfat dan asam klorida.
Efeknya permukaan logam akan mudah terkikis hingga timbul karat.

Sumber: Jernih.co
Sistem isap udara (air intake) menyedot udara yang sangat besar saat mesin bekerja.
Celakanya, filter udara yang bertugas menyaring debu dan material yang masuk, tidak cukup efektif menyaring abu vulkanik.
Ukuran partikel abu yang sangat halus dibanding debu biasa, yakni di bawah 2 mikron, membuat abu lolos dan akhirnya menumpuk di rumah filter.
Abu yang menumpuk terlalu banyak di permukaan filter bisa membuat filter tersumbat dan tidak berfungsi optimal.
Adanya perbedaan tekanan akibat sumbatan akhirnya juga akan merobek atau melonggarkan kerapatan serta elemen filter. Abu berisiko masuk ke saluran intake.
Filter yang tersumbat menyebabkan pasokan udara ke ruang bakar jadi berkurang. Tarikan mesin jadi berat, konsumsi BBM juga boros.

Abu vulkanik yang lolos sampai ke ruang bakar, bisa berakibat cukup serius.
Seperti kita tahu, abu vulkanik terdiri atas mikro-kristal silika dan batuan tajam. Jadi bisa dibayangkan, di dalam mesin, efeknya seperti amplas bersuhu tinggi yang akan menggerus sejumlah komponen.
Kalau partikel silika berada di antara piston dan dinding silinder, maka gerakan piston naik-turun akan mengikis lapisan logam keduanya.
Terkikisnya lapisan logam membuat silinder jadi baret dan ring piston jadi aus. Kompresi akhirnya bocor, sehingga tenaga turun secara drastis, mesin jadi pincang, dan knalpot ikutan ngebul.

Sumber: Hyundai
Saran yang utama tentu saja evakuasi secepatnya dari wilayah bencana. Jika abu sedemikian tebal, segera tinggalkan mobil dan menyelamatkan diri.
Dalam situasi bencana erupsi dan penuh abu, sebenarnya mobil rentan mengalami kerusakan mekanis dan kecelakaan. Jadi memang perlu bijaksana menilai situasinya.
Namun jika kendaraan masih memungkinkan untuk bergerak dan mengevakuasi, maka beberapa langkah yang harus diperhatikan:
Kalau Otofriends ingin mengecek kondisi mobil yang pernah berada di daerah bencana, jangan ragu untuk memakai jasa inspeksi mobil bekas Otospector.
Mobil bakalan terlindungi kalau dilengkapi juga dengan garansi mobil bekas Otospector. Kalau sewaktu-waktu terjadi kerusakan, tinggal klaim dan perbaikannya gratis.
Bagikan
