
Di tengah ramainya perhatian publik kepada deretan mobil-mobil elektrifikasi di Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2026, ternyata PT. Toyota Astra Motor (TAM) masih sanggup memaksa pengunjung mampir dan berdecak kagum di booth-nya.
Barang sejenak, publik tersihir oleh Toyota Land Cruiser FJ, compact SUV off-roader yang kehadirannya September tahun lalu di Tokyo Mobility Show juga sempat bikin heboh.
Ini lantaran Land Cruiser FJ digadang-gadang sebagai SUV harian yang tampak keren, tetapi ketika diajak bertualang juga oke gas!
Apalagi dengan desainnya yang retro-modern mengotak (boxy), ditambah kemampuan off-road sejati, Land Cruiser FJ segera mengingatkan publik akan keperkasaan Kakek Buyut-nya, yaitu FJ40 klasik.
Memangnya, seberapa perkasa Land Cruiser FJ yang kabarnya sudah diantre banyak peminat ini? Kita kupas ya!

Sumber: Bincang-Bincang Mobil
Mencermati desainnya, jelas sudah kalau Land Cruiser FJ menjadi titisan dari Toyota Land Cruiser FJ40 atau di Indonesia dikenal juga sebagai Hardtop.
Dari SUV yang dulu dijuluki “mobil penculik” itu, Land Cruiser FJ mewarisi spirit kejantanannya yang tak lekang oleh zaman. Sehingga ia layak menyandang akronim FJ yang di versi modern direinterpretasikan jadi Freedom and Joy.
Para car enthuasiast pasti paham, Toyota juga pernah merilis produk serupa yakni Toyota FJ Cruiser (2006-2022). Hanya saja SUV medium berbasis Prado ini lebih bersifat mobil hobi rekreasi dengan gaya retro.
Kehadiran Land Cruiser FJ, diniatkan jadi penerus FJ40 dan FJ Cruiser, dalam format yang lebih terjangkau, ringkas, dan fungsional.

Bukan kebetulan kalau Land Cruiser FJ mengambil desain retro-kotak, karena dari sono-nya dimaksudkan sebagai sebagai penghormatan kepada Land Cruiser FJ40 (1960-1984).
Bodinya serba tegak dan kotak, dengan garis-garis yang tebal, kap mesin datar, pilar tegak, serta overhang depan-belakang yang pendek.
Karakter FJ40 juga menitis pada opsi gril retro dengan lampu bundar. Dan jangan lupa, emblem berupa logo Toyota klasik ukuran besar di kisi-kisi depan!
Land Cruiser FJ dibangun sebagai SUV ringkas dan lincah di medan sempit. Dengan jarak sumbu roda yang tergolong pendek (2.580 mm), SUV ini begitu lincah dengan manuver-manuver gesit di jalur off-road ekstrim maupun di perkotaan.

Sumber: Deepend.id
Sebagai SUV sejati, Land Cruiser FJ dibangun di atas platform IMV0, berkonstruksi body-on-frame alias ladder frame-basis.
Pola seperti ini digunakan juga pada pada Toyota Hilux Rangga, Innova, dan Fortuner (seri Innovative International Multipurpose Vehicle).
Pada Land Cruiser FJ, sasis nan perkasa ini masih diberi struktur tambahan agar bodi lebih rigid serta handling-nya tetap baik.
Kalau dibandingkan dengan kakek buyutnya, Land Cruiser FJ terlihat lebih ringkas. Dengan panjang 4.610 mm, lebar 1.855 mm, dan tinggi 1.890 mm; dimensinya mirip-mirip seperti Land Rover 90 versi 3 pintu.
Dengan jarak sumbu roda lebih pendek 270 mm dibandingkan dengan Land Cruiser Seri 250 (Prado) serta radius putarnya yang hanya 5,5 m, Land Cruiser FJ sangat lincah dan terasa fungsional.
Jika Land Cruiser FJ40 berkarakter sebagai SUV ringkas beratap keras (hardtop), Land Cruiser FJ modern meneruskan spirit itu sebagai SUV pekerja keras dengan ukuran paling ringkas di keluarga Land Cruiser.

Urusan dapur pacu, Land Cruiser FJ mengandalkan mesin 2TR-FE 2.7 liter empat silinder naturally aspirated. Mesin berkode ini juga bukan barang baru, karena dipakai juga oleh Land Cruiser Prado, Fortuner, hingga Hilux.
Tenaganya yang mencapai 166 PS dengan torsi 245 Nm, disalurkan melalui transmisi otomatis 6-percepatan ke sistem penggerak empat roda part-time lengkap dengan low range.
Artinya, mobil ini tetap punya kapabilitas off-road serius, bukan sekadar SUV gaya-gayaan.
Sejauh ini, harga Land Cruiser FJ memang masih misteri. Peluncurannya di Indonesia, diperkirakan baru sekitar November 2026.
Kalau mau melirik ke negara yang sudah dapat kirimannya yaitu Thailand, di sana banderolnya 1.269.000 baht atau setara Rp680 jutaan.
Bedanya, FJ di Thailand, bukan versi berlampu bulat. Berapakah di Indonesia? Kita tunggu saja.

Sumber: Okezone.com
Tentu saja, mode 4×4 (4WD) bikin konsumsi BBM lebih boros. Rata-rata meningkat sekitar 10% hingga 20% dibandingkan mode 2×4.
Ada beberapa alasan. Pertama, saat masuk mode 4×4, mesin bukan cuma harus memutar dua roda, tetapi harus memutar transfer case, as kopel depan, dan gardan depan.
Pemutaran komponen tambahan ini membuat terciptanya resistensi mekanis.
Alasan berikutnya, mesin juga butuh pasokan bahan bakar yang lebih banyak pada kecepatan yang sama.
Gaya gesek ban terhadap permukaan jalan jadi lebih besar, karena keempat roda mendapat dorongan aktif secara simultan.
Bila Otofriends juga ingin tahu kondisi mode 4×4, pastikan inspeksinya dilakukan oleh jasa inspeksi mobil bekas Otospector.
Mobil bekas juga akan sempurna jika dilengkapi garansi mobil bekas Otospector.
Garansi akan menjamin berbagai kerusakan komponen yang bisa menguras dompet. Hati tenang, tidak was was lagi.
Bagikan
