EPS Mobil Bekas Mulai Lemah? Kenali 7 Tandanya Sebelum Setir Mendadak Berat

September 14, 2026
By Getan Metodius
EPS Mobil Bekas Mulai Lemah? Kenali 7 Tandanya Sebelum Setir Mendadak Berat-otospector

Buat Otofriends yang sedang berburu mobil bekas, jangan cuma fokus mengecek mesin, transmisi, kaki-kaki, atau kondisi bodi. Ada satu sistem yang sering luput diperiksa, padahal berhubungan langsung dengan kenyamanan sekaligus kendali kendaraan, yaitu Electric Power Steering (EPS).

Berbeda dengan power steering hidraulis yang menggunakan pompa dan fluida, EPS memanfaatkan motor listrik untuk membantu pengemudi memutar setir. Toyota menjelaskan bahwa sistem ini menggunakan motor elektrik untuk memberikan bantuan saat roda kemudi diputar.

Masalahnya, ketika mobil sudah berusia beberapa tahun, komponen EPS juga bisa mengalami gangguan. Gejalanya tidak selalu langsung berupa kerusakan total. Pada tahap awal, bantuan motor listrik bisa mulai tidak konsisten atau setir terasa berbeda dari biasanya.

Nah, kondisi seperti ini wajib diperhatikan kalau kamu sedang melakukan inspeksi mobil bekas.

Sebab, kalau gangguan EPS baru diketahui setelah mobil dibeli, biaya diagnosis dan perbaikannya bisa menjadi pengeluaran tambahan yang tidak sedikit.

Apa Itu EPS dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Apa Itu Electric Power Steering?

EPS Menggunakan Motor Listrik sebagai Pembantu Setir

Pada sistem EPS, motor listrik memberikan tambahan tenaga ketika pengemudi memutar roda kemudi.

Sistem ini bekerja bersama sejumlah sensor dan modul kontrol elektronik. Salah satunya adalah sensor torsi yang membaca seberapa besar tenaga yang diberikan pengemudi pada setir.

Data tersebut kemudian digunakan sistem untuk menentukan seberapa besar bantuan motor listrik yang dibutuhkan.

Karena bekerja secara elektronik, EPS juga sangat bergantung pada kondisi kelistrikan kendaraan.

Bahkan, gangguan tegangan aki 12 volt dapat membuat sistem EPS memberikan peringatan atau kehilangan bantuan untuk sementara. Toyota mencatat bahwa kondisi aki 12 volt yang lemah atau penurunan tegangan sementara dapat memicu lampu peringatan EPS.

Jadi, jangan langsung menyimpulkan bahwa motor EPS rusak ketika menemukan gejala setir berat.

Bisa saja sumber masalahnya justru berasal dari sistem kelistrikan.

7 Tanda EPS Mobil Bekas Mulai Lemah

1. Setir Mulai Terasa Lebih Berat

Tanda-tanda Power Steering Rusak

Ini merupakan salah satu gejala yang paling mudah dirasakan.

Saat EPS bekerja normal, setir umumnya terasa ringan terutama ketika mobil sedang bermanuver pada kecepatan rendah.

Misalnya saat parkir, putar balik, atau keluar dari gang sempit.

Kalau tiba-tiba kamu merasa harus mengeluarkan tenaga lebih besar untuk memutar setir, jangan langsung menganggapnya sebagai karakter mobil.

Bandingkan dengan unit sejenis jika memungkinkan.

Setir yang terasa jauh lebih berat dari biasanya bisa menjadi indikasi adanya masalah pada sistem bantuan kemudi.

Toyota juga menjelaskan bahwa ketika sistem EPS bermasalah, roda kemudi dapat terasa sangat berat.

Jangan Abaikan Kalau Beratnya Muncul Hilang-Timbul

Yang lebih tricky adalah ketika setir hanya terasa berat sesekali.

Misalnya normal ketika pagi hari, tetapi menjadi berat setelah mobil digunakan cukup lama.

Kondisi seperti ini justru perlu diperhatikan karena gangguan elektronik atau perlindungan temperatur pada sistem dapat membuat bantuan EPS berkurang dalam kondisi tertentu.

2. Lampu Peringatan EPS Menyala

Indikator EPS

Cek panel instrumen ketika melakukan test drive.

Cari apakah ada lampu indikator EPS atau simbol setir yang menyala.

Lampu tersebut bukan sekadar indikator biasa.

Toyota menyebut lampu peringatan EPS sebagai indikator adanya malfungsi pada sistem electric power steering.

Kalau lampu EPS menyala setelah mesin hidup dan tidak kunjung mati, sebaiknya jangan langsung menganggap mobil masih aman hanya karena setirnya masih bisa diputar.

Sistem kemudi memang bisa tetap bekerja secara mekanis, tetapi bantuan elektriknya dapat berkurang atau hilang.

Bursa Mobil Bekas Online Berkualitas di Otos.id

3. Bantuan Setir Terasa Tidak Konsisten

Ciri lainnya adalah setir terasa ringan pada satu kondisi, kemudian berubah menjadi berat tanpa alasan yang jelas.

Contohnya, saat melakukan manuver parkir setir awalnya ringan. Setelah beberapa kali melakukan putaran, tiba-tiba menjadi lebih berat.

Ini perlu dibedakan dengan kondisi normal ketika sistem EPS mengurangi bantuan untuk mencegah motor mengalami panas berlebih.

Toyota menjelaskan bahwa memutar setir berulang kali atau menahan setir pada posisi mentok ketika mobil berhenti atau bergerak sangat pelan dapat membuat bantuan EPS berkurang sebagai bagian dari perlindungan terhadap panas berlebih.

Artinya, setir berat sesaat tidak selalu berarti EPS rusak.

Tetapi kalau gejala tersebut muncul dalam penggunaan normal dan berulang, pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan.

4. Muncul Bunyi dari Area Setir

Penyebab Mobil Mogok di Tengah Rel

Motor EPS bekerja secara elektrik sehingga suara motor ketika setir digerakkan tidak selalu berarti kerusakan.

Namun, Otofriends perlu memperhatikan jenis suaranya.

Kalau terdengar suara baru seperti dengung berlebihan, bunyi kasar, atau suara yang muncul bersamaan dengan perubahan berat setir, jangan diabaikan.

Apalagi kalau sebelumnya suara tersebut tidak pernah terdengar.

Diagnosis harus dilakukan secara menyeluruh karena sumber bunyi bisa berasal dari motor EPS, mekanisme steering, atau komponen kaki-kaki.

Baca juga: Mau Beli Mobil Listrik Bekas? Cek Risikonya Dari Fakta Ini!

5. Setir Terasa Berat Setelah Aki Bermasalah

Ini salah satu hal yang sering mengecoh calon pembeli mobil bekas.

Mobil dengan aki yang sudah lemah bisa mengalami berbagai masalah elektronik, termasuk sistem EPS.

Jadi, ketika menemukan lampu EPS menyala, jangan langsung memvonis modul EPS rusak.

Periksa dulu kondisi aki dan sistem pengisian.

Dalam salah satu prosedur diagnosis EPS yang dipublikasikan melalui NHTSA, pemeriksaan memang mencakup suplai tegangan, konektor, fuse, ground baterai, jaringan komunikasi, hingga kondisi baterai dan alternator.

Dengan kata lain, EPS bukan sistem yang berdiri sendiri.

Gangguan pada kelistrikan kendaraan bisa ikut memengaruhi kinerjanya.

6. Lampu EPS Menyala Bersamaan dengan Gejala Lain

EPS Indikator

Jangan hanya melihat satu indikator.

Kalau lampu EPS muncul bersamaan dengan indikator kelistrikan lain, aki bermasalah, atau kendaraan sulit melakukan starting, pemeriksaan sistem kelistrikan harus menjadi prioritas.

Masalah konektor, fuse, suplai listrik, ground, bahkan komunikasi antar-modul bisa menyebabkan EPS tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Ini juga alasan mengapa membaca kode kesalahan menggunakan alat diagnostik penting ketika membeli mobil bekas dengan sistem EPS.

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

7. Setir Berat Saat Kecepatan Rendah

Coba lakukan pengujian sederhana ketika test drive.

Cari area yang aman dan kosong.

Lakukan manuver perlahan, seperti:

  • Parkir mundur.
  • Putar balik.
  • Masuk ke tempat parkir.
  • Manuver kiri-kanan pada kecepatan rendah.

Pada kondisi tersebut, bantuan EPS biasanya sangat terasa.

Kalau setir membutuhkan tenaga berlebihan, terasa tersendat, atau berat sebelah, jangan langsung melakukan transaksi.

Periksa lebih lanjut sebelum memberikan uang tanda jadi.

Cara Mengecek EPS Saat Membeli Mobil Bekas

Mulai dari Kondisi Dashboard

Sebelum mesin dinyalakan, perhatikan lampu indikator.

Kemudian hidupkan mesin dan lihat apakah lampu EPS mati setelah sistem melakukan pengecekan.

Kalau lampu tetap menyala, tanyakan kepada penjual penyebabnya.

Jangan puas dengan jawaban seperti “memang begitu dari dulu”.

Mobil bekas yang sehat seharusnya memiliki kondisi sistem sesuai spesifikasi pabrikan.

Baca juga: Baterai Mobil Hybrid Bisa Drop, Penyebabnya Bisa Gara-gara Pengemudi Sendiri

Coba Setir dalam Kondisi Diam

Dengan catatan dilakukan di tempat yang aman, rasakan bobot setir ketika mobil belum bergerak.

Namun, jangan terlalu lama menahan setir dalam posisi mentok.

Selain tidak diperlukan, kondisi tersebut memang dapat membuat sistem EPS mengurangi bantuan untuk mencegah panas berlebih.

Lakukan Test Drive

Setelah itu, rasakan respons kemudi ketika mobil berjalan.

Perhatikan apakah:

  • Setir terasa terlalu berat.
  • Bantuan setir berubah-ubah.
  • Ada bunyi abnormal.
  • Mobil terasa menarik ke satu sisi.
  • Setir tidak kembali dengan normal.
  • Ada indikator EPS yang kembali menyala.

Perlu diingat, gejala setir tidak selalu berasal dari EPS.

Ban, tekanan angin, spooring, komponen kaki-kaki, steering rack, dan bagian kemudi lainnya juga bisa memberikan sensasi yang mirip.

Jangan Langsung Ganti Modul EPS

Ini penting.

Ketika menemukan masalah pada sistem EPS, jangan buru-buru menerima diagnosis “modul rusak” tanpa pemeriksaan.

Prosedur diagnosis EPS pada kendaraan modern dapat mencakup pemeriksaan komunikasi dengan ECU EPS, tegangan suplai, fuse, wiring, koneksi CAN, baterai, alternator, hingga pembacaan DTC menggunakan alat diagnostik.

Artinya, satu gejala bisa mempunyai beberapa kemungkinan penyebab.

Pada kasus tertentu, masalah mungkin hanya berasal dari aki atau koneksi kelistrikan.

Namun pada kasus lain, sensor torsi, motor EPS, ECU, atau komponen terkait memang bisa bermasalah.

Karena itu, diagnosis yang tepat jauh lebih penting daripada sekadar mengganti komponen berdasarkan dugaan.

Kenapa EPS Wajib Masuk Checklist Inspeksi Mobil Bekas?

Membeli mobil bekas bukan hanya soal mencari mesin yang halus atau bodi yang mulus.

Sistem kemudi juga merupakan bagian penting dari keselamatan kendaraan.

Kalau bantuan EPS tiba-tiba hilang, kendaraan memang pada sejumlah sistem masih dapat diarahkan secara manual, tetapi setir bisa menjadi jauh lebih berat, terutama pada kecepatan rendah. Dokumentasi keselamatan Toyota bahkan memperingatkan pengemudi untuk memegang setir dengan kuat ketika bantuan EPS hilang.

Karena itu, Otofriends sebaiknya tidak hanya melakukan pengecekan visual.

Untuk mobil bekas yang sudah menggunakan sistem elektronik kompleks, pemeriksaan menggunakan alat diagnostik dan pengecekan kelistrikan menjadi bagian penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya.

Mengetahui EPS mobil bekas mulai bermasalah sebenarnya bisa dilakukan dari beberapa tanda awal.

Mulai dari setir yang terasa lebih berat, lampu EPS menyala, bantuan kemudi tidak konsisten, muncul bunyi yang tidak biasa, sampai masalah yang berkaitan dengan aki dan sistem kelistrikan.

Namun, satu hal yang perlu diingat: setir berat tidak otomatis berarti modul EPS rusak.

Sistem ini terhubung dengan berbagai komponen elektronik dan kelistrikan kendaraan. Bahkan kondisi aki 12 volt atau suplai tegangan yang bermasalah dapat memengaruhi kerja EPS.

Jadi, kalau kamu sedang berburu mobil bekas, jangan cuma duduk di kursi pengemudi lalu merasakan setir sebentar.

Periksa indikator, lakukan test drive, dengarkan suara, rasakan konsistensi bantuan kemudi, dan kalau perlu lakukan diagnosis menggunakan scanner.

Dengan pemeriksaan lebih menyeluruh, Otofriends bisa mengurangi risiko membeli mobil yang terlihat sehat dari luar, tetapi menyimpan masalah elektronik di balik kemudinya.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Selain Ban, Ini Penyebab Mobil FWD Kehilangan Traksi Dalam Menanjak

Juni 18, 2026
Mobil dengan sistem penggerak roda depan atau Front Wheel Drive (FWD) merupakan jenis kendaraan yang paling banyak digunakan di Indonesia. Mulai dari MPV keluarga, hatchback, city car, hingga SUV kompak modern banyak yang mengandalkan sistem FWD karena lebih efisien, hemat bahan bakar, dan bobotnya relatif lebih ringan. Namun, ada satu keluhan yang cukup sering disampaikan
Baca Lebih Lanjut

Air Biasa Bisa Buat Radiator Coolant Tapi Ada Syaratnya!

Juni 17, 2026
Salah satu komponen yang hukumnya sangat haram kalau sampai bermasalah di saat mesin kendaraan sedang bekerja adalah sistem pendingin. Sistem ini begitu vital, karena fungsinya mengendalikan dan menjaga suhu kerja mesin agar selalu ada dalam suhu yang optimal. Kalau amit-amit, sistem pendingin sampai ngambek, bisa celaka 12! Mesin bakal mengalami suhu panas berlebih (overheat), mesin
Baca Lebih Lanjut

Akselerasi Cuma 5,3 Detik 0-50 km/jam, Ini Detail Spesifikasi dan Harga VinFast VF3

Juni 16, 2026
Di antara sejumlah BEV compact, di kelas entry-level, dengan harga ekonomis yang masuk ke Indonesia, salah satu yang berhasil mencuri perhatian pasar adalah VinFast VF 3. Keunikan VF 3 sudah langsung terlihat dari tampilan luarnya yang berupa micro-SUV berdesain kotak. Yang jelas, tak banyak mobil dengan desain eksterior seperti ini di Indonesia. Dimensinya yang compact
Baca Lebih Lanjut