
Tak salah kalau ada yang bilang, memilih city car bekas terbaik 80-100 jutaan, butuh kesabaran dan kecermatan tersendiri.
Sebabnya, karena memang pilihan merek dan model di segmen ini cukup banyak dan variatif. Bahkan hampir semua pabrikan otomotif terkemuka di Indonesia punya produk di andalannya di segmen yang persaingannya cukup ketat ini
Karena situasi itu, sebelum menentukan merek dan model yang layak dibeli, calon pembeli harus paham paling tidak dua fakta penting ini.
Pertama, ada city car yang termasuk dalam program LCGC dan ada yang bukan. Keduanya punya perbedaan mendasar menyangkut kualitas material, fitur, dan build quality.
Kedua, mengingat mobil di segmen ini banyak yang dipakai untuk keperluan taksi online, maka riwayat pemakaiannya harus dipastikan betul. Apakah odometer sudah tinggi sehingga berisiko banyak komponen yang aus dan butuh penggantian.
Selebihnya, tinggal sesuaikan spesifikasi mobil dengan kebutuhan kendaraan harian Otofriends. Karena setiap model menawarkan keunggulannya masing-masing.
Mari kita lihat, apa saja rekomendasi city car bekas 80-100 jutaan yang irit untuk anak muda.

Sumber: Cintamobil.com
Pada awal kelahirannya yang seiring dengan keberadaan program LCGC, si kembar city car dari Astra Group ini sangat populer sebagai taksi online.
Kelebihan utama Agya dan Ayla, irit bahan bakar. Apalagi varian 1.0 Liter yang bisa mencapai 13-16 km/liter di dalam kota. Sedangkan untuk versi 1.3 Liter juga hanya terpaut sedikit di bawahnya.
Karena bernaung di bawah APM besar, soal perawatan tidak ada persoalan. Mesin tangguh dan sederhana. Penanganannya mudah, spare part cukup melimpah.
Dengan anggaran yang ada, di kisaran 80-90 jutaan, Otofriends bisa memilih Agya produksi 2016 atau sebelum facelift.
Kalau kepingin yang tahun produksinya lebih muda atau mulai masuk ke generasi facelift pertama (2017), silakan cari Ayla yang sudah menyediakan versi 1.2 Liter.
Mesin 1.2 liter dengan 4 silinder membuat getaran kendaraan lebih halus, lebih responsif, dan bertenaga.


Sumber: Carousell
Honda Brio versi LCGC ini bisa disebut sebagai lawan yang tangguh di segmen city car.
Dengan desain yang stylish, Brio bahkan sempat ada di posisi puncak penjualan otomotif nasional pada 2020 – 2022, sebelum akhirnya mobil listrik murah mencuri perhatian konsumen.
Bermesin 1.2L i-VTEC, tenaga Brio terasa paling perkasa di kelasnya, yaitu mencapai 88 PS. Desainnya terlihat modern dan sporty, pas untuk mereka yang berjiwa muda. Cukup lincah dengan handling mantap.
Dengan anggaran mulai 80 jutaan, Otofriends bebas melirik Brio Satya produksi 2014 – 2015. Transmisi manual.
Kalau mau yang transmisi CVT, bisa mencari produksi 2016. Tentu dengan dana yang sedikit melar, sekitar 10 jutaan.

Sumber: Suzuki Indomobil
Buat Otofriends yang sengaja ingin mencari mobil compact tetapi sudah matic di rekomendasi kali ini, Wagon R bisa jadi pilihan menarik.
Meski mesinnya 1.0 Liter, Wagon R sudah dilengkapi transmisi CVT yang pastinya membuat Otofriends lebih santai menjelajah di area perkotaan.
Hal menarik lain, soal produksinya yang tergolong tahun muda. Dengan anggaran 90 jutaan sudah bisa didapat unit produksi 2018 yang relatif baru. Kondisi mobil tentu relatif baik.
Sebagai city car di program LCGC, spesifikasinya cukup minimalis. Ban ring 13, power window hanya kaca depan, head unit single din (sudah USB dan Aux), satu buah airbag, pengaturan AC minimalis, MID sebatas odometer, serta pengaturan spion masih manual.
Hanya saja, yang harus diperhatikan, dengan kompresi mesinnya (1:10), Wagon R disarankan memakai BBM oktan minimal 92 atau kelas Pertamax.
Bisa saja pakai BBM lebih murah dengan menurunkan derajat pengapian, tetapi dengan risiko knocking.


Sumber: Olx
Mungkin tak banyak yang menyadari, Daihatsu Sirion yang dikenal punya desain elegan dan sporty, menyasar target market anak muda atau keluarga muda.
Kelebihan mobil yang diimpor CBU dari Malaysia terasa pada nuansa kabinnya yang modern dan mewah. Fitur-fitur cukup melimpah. Utamanya, head unit layar sentuh 7 inci dengan fungsi mirror link yang bisa langsung terhubung ke HP.
Ada pula audio switch pada setir agar pandangan pengemudi tetap fokus saat mengoperasikan head unit. Canggih kan?
Dengan mesin 1.2 Liter, tenaga Sirion cukup perkasa, yakni 95 PS dan torsi 119 Nm.
Karena itu pada putaran rendah, tenaganya terasa mumpuni. Cocok untuk kondisi stop and go di perkotaan. Apalagi konsumsi BBM-nya cukup irit, kisaran 13-15 Km/liter.
Pakai anggaran yang ada, mulai 80 jutaan, kita bisa leluasa memilih Sirion tahun produksi 2014-2016. Transmisi manual dan matic.

Sumber: Olx
Sejak awal penjualan, pada 2010, March terasa istimewa karena sudah menyediakan varian transmisi matic. Walau masih matic konvensional (AT), tetapi sebuah nilai plus untuk mobil perkotaan.
Dibanding varian transmisi manual, fitur pada versi matic juga lebih lengkap, seperti ABS, EBD, dan airbag.
Dibanding city car lain pada rekomendasi ini, March termasuk yang dimensinya terbesar. Meski begitu, tetap ada kesan kabin dan bagasinya terbatas. Terlebih pada kursi baris kedua.
Dengan anggaran 80 juta – 100 juta ke atas, Otofriends bisa memilih March tahun produksi 2015 – 2018.
Meski bentuknya compact, dengan mesin 1.2 Liternya, March terasa mantap di jalan raya karena tenaga yang cukup besar (88 PS). Handling dan suspensi cukup baik. Radius putarnya yang hanya 4,5 m, memudahkan para pengemudi pemula.

Sumber: Trapo Asia
Bicara soal Picanto, tentu yang banyak dimaksud adalah generasi keduanya yang baru muncul sejak 2011. Maklum, Gen pertamanya, kurang populer.
Selain perubahan mesin dan perubahan kubikasi mesin yang memakai 1.2 Liter, wheelbase juga semakin panjang. Efeknya, kabin semakin lega. Pas dengan kebutuhan harian keluarga muda.
Sayangnya, dalam persaingan di segmen city car yang ketat, termasuk dengan kehadiran LCGC, Picanto ternyata masih kurang beruntung. Terakhir dipasarkan pada 2018.
Dengan anggaran mulai 80 jutaan pilihan terbaik adalah Picanto era 2015-2017.
Picanto yang memakai mesin 1.25 Liter 4 silinder tentu saja terasa minim getaran. Tenaga juga responsif. Dibanding kompetitor di kelasnya, peredaman kabinnya terasa lebih baik.
Di masa lalu, cara orang mencari mobil bekas adalah dengan berkeliling dari showroom ke showroom atau langsung ke pedagang perorangan.
Repot? Tentu saja. Makanya, beruntung kita sekarang, karena ada cara lebih praktis, yakni mencarinya di Bursa Mobil Otos.id.
Platform Otos.id hadir untuk mengubah pengalaman jual beli mobil bekas jadi jauh lebih aman, nyaman, dan transparan.
Istimewanya, di Otos.id, Otofriends tinggal memilih unit yang diinginkan, sesuai anggaran dan kebutuhan.
Tak perlu lagi repot-repot mengecek secara detail, karena setiap unit yang dijual sudah lulus inspeksi dari jasa inspeksi mobil bekas Otospector, bahkan bergaransi 1 tahun.
Berkat Bursa Mobil Otos.id, city car terbaik 80-100 jutaan bisa didapat cukup dengan mencarinya di website.
Bagikan
