
Buat Otofriends yang setiap hari menggunakan mobil, kaki-kaki menjadi salah satu bagian yang kerjanya cukup berat. Ketemu jalan berlubang, polisi tidur, aspal bergelombang sampai genangan, semuanya ikut diterima oleh komponen di bagian bawah mobil.
Tidak heran kalau setelah mobil berumur atau jarak tempuhnya sudah tinggi, mulai muncul suara “gluduk”, “kletek”, setir terasa bergetar, atau mobil terasa kurang stabil.
Masalahnya, kaki-kaki mobil bukan hanya terdiri dari satu atau dua komponen. Ada shockbreaker, bushing, tie rod, ball joint, bearing dan berbagai komponen lain yang masing-masing memiliki fungsi berbeda.
Lantas, berapa dana yang perlu disiapkan kalau salah satunya rusak?


Kondisi jalan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi usia komponen kaki-kaki. Selain itu, usia kendaraan, jarak tempuh, kualitas komponen, serta gaya berkendara juga ikut berpengaruh.
Mobil yang sering menghantam lubang dengan kecepatan tinggi tentu menerima beban berbeda dibandingkan kendaraan yang digunakan dengan lebih hati-hati.
Karena komponen kaki-kaki saling berhubungan, satu kerusakan juga bisa menimbulkan gejala yang mirip dengan kerusakan komponen lain.
Jadi, jangan langsung membeli spare part hanya karena mendengar suara tertentu.
Sebaiknya lakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
Berikut kisaran biaya yang bisa dijadikan gambaran awal sebelum datang ke bengkel:
| Komponen | Kisaran Harga/Servis |
| Shockbreaker | Rp400 ribu–Rp6 juta+ per buah |
| Bushing arm | Rp100 ribu–Rp1,5 juta+ |
| Ball joint | Rp90 ribu–Rp1 juta+ |
| Tie rod/rack end | Rp200 ribu–Rp1,5 juta+ |
| Link stabilizer | Rp40 ribu–Rp700 ribu |
| Bearing roda | Rp150 ribu–Rp2 juta+ |
| Spooring & balancing | Rp150 ribu–Rp600 ribu |
| Rekondisi kaki-kaki | Rp2 juta–Rp20 juta+ |
Angka tersebut merupakan kisaran dan bukan tarif resmi yang berlaku untuk semua mobil. Harga aktual dapat berubah berdasarkan merek dan model kendaraan, merek spare part, lokasi bengkel, serta tingkat kerusakannya.
Nah, sekarang mari lihat satu per satu.

Shockbreaker bertugas membantu meredam gerakan naik-turun kendaraan sehingga mobil tetap stabil dan nyaman ketika melewati permukaan jalan yang tidak rata.
Kalau kondisinya mulai menurun, mobil bisa terasa lebih mengayun, keras, atau kurang stabil.
Untuk gambaran, Otospector mencatat harga shockbreaker depan Toyota Avanza sekitar Rp500 ribu sampai Rp1 juta per buah, sedangkan bagian belakang sekitar Rp400 ribu sampai Rp800 ribu per buah. Biaya bongkar pasang juga perlu diperhitungkan.
Jadi, kalau mengganti sepasang sekaligus, siapkan dana lebih besar daripada sekadar harga satu unit spare part.
Beberapa gejala yang bisa diperhatikan antara lain mobil terlalu banyak mengayun, terasa limbung, atau terdapat rembesan cairan pada shock absorber tertentu.
Ban yang aus tidak merata juga dapat menjadi salah satu indikasi yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Bushing arm menggunakan material karet untuk membantu menghubungkan komponen suspensi sekaligus meredam gerakan dan getaran.
Seiring usia, karet bisa getas, retak, atau mengalami keausan.
Untuk Toyota Avanza, salah satu referensi harga mencantumkan bushing arm depan sekitar Rp50 ribu–Rp100 ribu per buah, sementara bagian belakang sekitar Rp40 ribu–Rp80 ribu. Biaya pemasangan berada di luar harga tersebut.
Memang terlihat murah.
Namun, kalau beberapa bushing sudah harus diganti sekaligus, total biayanya tetap bisa bertambah.

Ball joint berperan sebagai titik penghubung yang memungkinkan pergerakan roda dan suspensi sekaligus membantu roda bergerak mengikuti arah kemudi.
Ketika komponen ini mulai aus, gejalanya bisa berupa bunyi saat melewati jalan tidak rata, roda terasa tidak stabil, atau muncul getaran pada setir.
Kisaran harga ball joint sangat beragam, mulai sekitar Rp90 ribu hingga lebih dari Rp1 juta, tergantung kendaraan dan komponennya.
Jangan hanya melihat harga part. Pastikan juga mekanik memeriksa apakah komponen lain di sekitarnya masih dalam kondisi baik.

Komponen ini berkaitan langsung dengan sistem kemudi.
Tie rod meneruskan gerakan sistem kemudi ke roda sehingga kendaraan dapat diarahkan ke kiri atau kanan.
Kalau sudah oblak, mobil bisa terasa kurang stabil dan roda terasa memiliki kelonggaran.
Harga tie rod atau rack end berada di kisaran Rp200 ribu hingga Rp1,5 juta lebih, tergantung jenis kendaraan dan komponen yang digunakan.
Setelah komponen steering tertentu diganti, jangan lupa mempertimbangkan pengecekan dan penyetelan alignment bila diperlukan.


Link stabilizer ukurannya memang relatif kecil, tetapi perannya tetap penting dalam sistem suspensi.
Ketika komponen ini mulai bermasalah, salah satu keluhan yang sering muncul adalah bunyi “kletek” atau “gluduk”, terutama ketika melewati jalan tidak rata.
Kisaran harga link stabilizer dapat berada mulai sekitar Rp40 ribu sampai Rp700 ribu, tergantung mobil dan kualitas komponen.
Karena harganya relatif terjangkau dibandingkan komponen lain, jangan menunda penggantian kalau memang sudah dinyatakan rusak.

Berbeda dari beberapa komponen sebelumnya, bearing berkaitan dengan pergerakan putar roda.
Ketika mulai rusak, salah satu gejala yang sering terdengar adalah suara dengungan atau gemuruh ketika mobil melaju. Gangguan bearing juga lebih umum diperhatikan pada kendaraan yang sudah berusia atau memiliki jarak tempuh tinggi.
Kisaran biaya penggantian bearing bisa sekitar Rp150 ribu sampai Rp2 juta lebih, tergantung jenis kendaraan dan bearing yang digunakan.
Mobil Eropa umumnya dapat membutuhkan biaya komponen yang lebih tinggi dibandingkan mobil Jepang, meski semuanya tetap kembali pada model dan spesifikasinya.

Ban sebenarnya bukan komponen suspensi, tetapi tetap menjadi bagian penting yang berkaitan langsung dengan kaki-kaki dan kestabilan kendaraan.
Ban aus, tekanan tidak sesuai, velg bermasalah, atau alignment yang berubah bisa membuat mobil terasa tidak nyaman.
Untuk Toyota Avanza, salah satu referensi mencatat harga ban ukuran 185/70 R14 sekitar Rp500 ribu–Rp800 ribu per buah, belum termasuk biaya pemasangan dan layanan lainnya.
Sementara biaya spooring dan balancing secara umum dapat berada di kisaran Rp150 ribu–Rp600 ribu, tergantung bengkel dan jenis kendaraan.
Ini bagian yang biasanya paling bikin pemilik mobil mengeluarkan kalkulator.
Kalau hanya satu komponen yang bermasalah, biaya mungkin masih relatif ringan.
Namun, mobil yang sudah berusia cukup tua atau memiliki jarak tempuh tinggi bisa mengalami keausan pada beberapa komponen sekaligus.
Otospector memperkirakan peremajaan kaki-kaki mobil bekas secara umum dapat membutuhkan sekitar Rp2,5 juta–Rp6 juta, tergantung komponen yang diganti. Sementara rekondisi yang lebih menyeluruh dapat mencapai jutaan hingga belasan juta rupiah, bahkan lebih tinggi untuk kendaraan tertentu.
Artinya, jangan kaget kalau estimasi awal hanya Rp500 ribu, tetapi setelah diperiksa ternyata ada beberapa komponen yang memang sudah waktunya diganti.
Otofriends tidak harus langsung mengganti seluruh komponen ketika mendengar bunyi dari bawah mobil.
Sebab, satu gejala bisa memiliki beberapa kemungkinan penyebab.
Misalnya, suara dari bagian depan bukan otomatis berarti shockbreaker rusak. Bisa saja sumbernya berasal dari bushing, link stabilizer, ball joint, atau komponen lainnya.
Karena itu, diagnosis menjadi langkah penting.
Kalau ada komponen yang dinyatakan rusak, kamu bisa meminta mekanik memperlihatkan bagian yang bermasalah.
Untuk pekerjaan dengan nilai cukup besar, minta juga rincian harga spare part dan ongkos pemasangan.
Dengan begitu, kamu bisa mengetahui berapa sebenarnya biaya komponennya dan berapa biaya jasanya.
Menghemat biaya bukan berarti selalu memilih spare part termurah.
Justru, gunakan komponen yang sesuai spesifikasi kendaraan dan kualitas yang masuk akal untuk kebutuhan pemakaian.
Selain itu, lakukan pemeriksaan secara berkala.
Kalau komponen kecil yang sudah aus segera diganti, potensi kerusakan yang merembet ke komponen lain bisa lebih mudah dikendalikan. Otospector juga menyarankan komponen kaki-kaki yang sudah aus diganti sesuai kebutuhan dan spesifikasi kendaraan.
Kebiasaan berkendara juga berpengaruh.
Kurangi kecepatan ketika melewati jalan berlubang atau polisi tidur dan jangan memaksakan mobil menghantam lubang dengan kecepatan tinggi.
Harga komponen kaki-kaki mobil sangat beragam. Mulai dari komponen yang relatif murah seperti link stabilizer dan bushing, sampai shockbreaker atau bearing yang bisa membutuhkan biaya jutaan rupiah tergantung kendaraan.
Yang paling penting, jangan menentukan penggantian hanya berdasarkan suara atau gejala.
Lakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk memastikan sumber masalahnya.
Apalagi kalau Otofriends sedang berburu mobil bekas. Kondisi kaki-kaki sebaiknya masuk dalam daftar pemeriksaan karena biaya perbaikannya dapat menambah pengeluaran setelah mobil dibeli.
Pada akhirnya, lebih baik tahu kondisi kaki-kaki sejak awal daripada baru mengetahui kerusakannya setelah mobil resmi menjadi milik kamu.
Bagikan
