
Menjelang digelarnya pameran otomotif terbesar di Indonesia, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, salah satu brand yang diperkirakan bakal menarik perhatian publik adalah Jaecoo.
Brand asal China yang bernaung di bawah Chery Group ini belum habis jadi pembicaraan karena salah satu produk andalannya, Jaecoo J5, mencatat prestasi fenomenal dalam hal penjualan.
Kini, menjelang digelarnya GIIAS 2026, Jaecoo Indonesia kembali mengumumkan akan membawa kejutan baru untuk konsumen otomotif Indonesia, khususnya untuk kendaraan energi baru.
Apa bentuk kejutannya? Mari kita lihat fakta-fakta yang seminggu terakhir ini ramai ditulis media otomotif nasional:

Sumber: Carnewschina
Dalam pernyataannya kepada media baru-baru ini, M. Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia menyatakan pihaknya akan membawa teknologi baru yang diharapkan relevan untuk kebutuhan konsumen tanah air.
“Teknologi ini nanti akan (ada) di dalam mobil, menjadi sebuah solusi baru berkendara modern,” kata Ilham.
Sayangnya, ia tidak merinci apakah teknologi itu sekadar diperkenalkan atau dijual massal.
Yang jelas, petunjuknya, teknologi ini belum pernah ada di dalam negeri.

Bocoran soal teknologi terbaru itu, kabarnya merupakan bagian dari Intelligent Driving.
Jika benar begitu, maka teknologi yang dimaksud adalah sensor LiDAR.
Salah satu produk yang berpeluang besar membawa teknologi itu adalah Jaecoo J5 Hybrid yang saat ini belum dijual di dalam negeri.
Jaecoo J5 Hybrid sendiri, seperti dilansir Carnewschina, sedang dilakukan tes di jalan.
Terlihat di bagian atap mobil, ada sensor LiDAR.
Apabila benar mobil baru yang akan tampil di GIIAS 2026 adalah Jaecoo J5 Hybrid, maka varian ini akan melengkapi Jaecoo J5 di Indonesia yang sejauh ini baru ada versi BEV.
Teknologi pada Jaecoo J5 Hybrid ini juga terlihat pada sistem hybrid terbarunya yakni Kun Peng 2.0 milik Chery.
Dalam sistem itu, baterai berkapasitas 5,1 kWh dipadukan dengan mesin turbo 1.500 cc yang menghasilkan tenaga maksimum 349 hp.
Perbandingannya, Jaecoo J5 hybrid sebelumnya, pakai baterai lebih kecil yaitu 1,83 kWh dengan mesin turbo 1.500 cc. Tenaga puncak 221 hp.

Dalam pemeran di GIIAS 2026, dipastikan lini produk yang akan ditampilkan adalah produk-produk Jaecoo yang sudah dijual.
Pertama, model andalan Jaecoo saat pertama kali masuk ke Indonesia yakni Jaecoo J7 SHS-P.
SUV plug-in hybrid yang diluncurkan pada awal 2025 ini, punya daya jelajah lebih dari 1.300 km.
Tampil juga Jaecoo J8 SHS-P ARDIS, sebuah SUV premium plug-in hybrid 4×4 dengan daya jelajah lebih dari 1.400 km.
Terakhir, tentu saja Jaecoo J5, EV pertama Jaecoo yang dikabarkan sudah terjual 20.000 unit, per Juni 2026 ini.

Sumber: Carnewschina
Meski disebut-sebut bakal sangat berguna saat berkendara sehari-hari, tetapi ada beberapa kendala penerapan LiDAR di Indonesia.
Pertama, debu jalanan yang tebal atau asap knalpot yang pekat dipastikan bakal mengaburkan atau setidak-tidaknya membuat pantulan sinar laser LiDAR akan terganggu.
Hadirnya mobil otonom yang berbasis LiDAR akan terhambat tidak rapinya marka jalan di beberapa daerah. Regulasi hukum yang mengatur lalu-lintas tanpa pengemudi juga belum ada.
Untuk memastikan kondisi mobil bekas yang akan dibeli, pakai saja jasa inspeksi mobil bekas Otospector. Dari hasil inspeksi yang mendalam, Otofriends akan melihat kondisi sebenarnya dari mobil bekas tersebut.
Pastikan juga mobil sudah dilengkapi garansi mobil bekas Otospector. Mobil akan terasa nyaman dan aman saat digunakan.
Bagikan