Wah, waktunya Servis Besar! Begini Perawatan Mobil Pada 100.000 Km

Juli 09, 2026
By Thomas W
Wah, waktunya Servis Besar!  Begini Perawatan Mobil Pada 100.000 Km-otospector

Bagi kendaraan yang rutin dipakai sehari-hari, angka 100.000 km boleh dibilang sebagai angka “keramat”.

Jelas saja, karena jika angka 100.000 km di odometer atau kelipatannya, artinya mobil sudah butuh perawatan besar.

Sebagai pemilik, Otofriends harus siap-siap dengan dana yang cukup lumayan tentunya.

Pada beberapa merek mobil, pada angka ini, garansi dari pabrik yang diberikan sejak pembelian baru, biasanya sudah berakhir. Atau sering juga disetarakan dengan 3 tahun pemakaian.

Nah, kira-kira apa saja perawatan yang akan dilakukan pada jarak tempuh 100.000 km dan kelipatannya? Mari kita lihat rinciannya:

Perawatan Mobil Pada 100.000 Km

Sumber: Pngtree

#1: Ganti Segala Fluida

Penggantian oli mesin tentu dilakukan, karena masuk ke kelipatan 5.000 km. Tetapi tidak hanya oli mesin, penggantian beberapa fluida lain juga penting.

Pertama, oli transmisi baik manual maupun matik. Pergantian ini menjamin perpindahan gigi tetap halus dan menjaga kondisi girboks.

Ganti juga radiator coolant. Kuras total agar endapan karat bisa bersih dan suhu mesin stabil.

Untuk mobil-mobil berpenggerak roda belakang (RWD) lakukan pula penggantian oli gardan.

Terakhir untuk menjaga tekanan hidrolik rem agar tetap pakem dan mencegah rem blong, ganti minyak rem dan minyak kopling.

Bursa Mobil Bekas Online Berkualitas di Otos.id

#2: Pengapian dan Ruang Bakar Dibersihkan

Pada mobil yang memakai busi Iridium atau Platinum, jarak tempuh 100.000 km merupakan saat pergantian busi, karena sampai di batas pemakaian.

Sementara bagi pemakai busi Nikel, yang biasanya diganti antara 20.000 km – 40.000 km, bisa disesuaikan dengan kelipatannya.

Ritual terpenting pada tahap ini adalah pembersihan karbon pada ruang bakar dan throttle body. Tarikan dijamin akan kembali responsif.

Agar pembakaran semakin oke, lakukan penggantian filter bahan bakar yang kemungkinan sudah kotor karena penyaringan bahan bakar.

Baca juga: Bisa Sampe 496 km, Cek Speknya Hyundai Ioniq 3 Yang Siap Tampil di GIIAS 2026

#3: Ganti Karet -karet yang Getas

Lakukan pengecekan Drive Belt/Serpentine Belt atau sabuk karet luar yang menggerakkan alternator, AC, dan power steering. Kalau sudah retak-retak, langsung ganti.

Pada mobil yang masih menggunakan Timing Belt yang periode pergantiannya 80.000 km – 100.000 km, juga dilakukan penggantian.  

Bagian yang tak kalah penting adalah perawatan selang-selang radiator. Jika selang mulai mengeras atau melar, sebaiknya ganti saja. Risikonya, air radiator bisa bocor dan mesin overheat.

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

#4: Pengecekan Kaki-kaki

Pada odometer 100.000 km, saatnya pengecekan ulang komponen suspensi. Ada ball joint, link stabilizer, tie-rod, dan karet-karet bushing.

Komponen kaki-kaki bisa rusak atau aus karena usia dan pemakaian. Jangan tunda perawatannya.

Periksa shockbreaker, apakah ada rembesan oli pada tabung. Lakukan perbaikan atau ganti kalau perlu.

Terakhir yang paling krusial adalah pengecekan rem. Cek ketebalan kampas. Cek juga permukaan cakram (rotor) apakah masih rata atau sudah bergelombang.

Perawatan Mobil Pada 100.000 Km

Sumber: Garda Oto

Baca juga: Mirip Tapi Gak Sama, Inilah Perbedaan Asuransi dengan Garansi Mobil Bekas

Bisakah kita mengecek riwayat perawatan kendaraan di bengkel resmi?

Pengecekan riwayat perawatan di bengkel resmi, biasa dilakukan calon pembeli mobil bekas untuk mengetahui riwayat di masa lalu.

Karena bengkel resmi biasanya masih memiliki arsip tentang riwayat servis dan pergantian spare part.

Akan tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Catatan biasanya dilakukan dengan menggunakan nomor polisi lama. Jika sudah balik nama, akan sulit melacaknya.

Perbaikan yang dilakukan di luar bengkel resmi juga tidak akan tercatat, sehingga kita tidak bisa mengetahui jejak di wilayah ini.

Kesulitan lainnya, biasanya para pemilik mobil rajin servis di bengkel resmi pada masa servis gratis atau sekitar 3 tahun. Setelah itu, akan memilih perawatan di tempat lain.

Untuk memastikan kondisi mobil bekas yang akan dibeli, pakai saja jasa inspeksi mobil bekas Otospector. Sebagai calon pembeli, kita akan tahu kondisi kendaraan secara menyeluruh dan memperkirakan harga yang terbaik.

Pastikan juga melengkapi mobil dengan garansi mobil bekas Otospector. Mobil akan terasa nyaman dan aman saat digunakan.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Insentif Mobil Listrik Ditunda, Ini Dampaknya Bagi Penjualan EV

Juli 15, 2026
Lama dinanti, ternyata insentif mobil listrik yang rencananya bakal diberlakukan Juli 2026 ini, ditunda lagi. Penundaan disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Menurut Airlangga, insentif kendaraan listrik masih dikaji  dan kemungkinan implementasinya akan diundur pada Agustus mendatang. Lalu bagaimana dampak penundaan ini terhadap penjualan EV nasional? Mari kita lihat saja fakta-faktanya: #1: Insentif Ditunda
Baca Lebih Lanjut

Mampu Melaju hingga 400 km, Intip Spesifikasi Lengkap Geely EX2

Juli 15, 2026
Persaingan mobil listrik di Indonesia makin panas, dan sekarang bukan lagi soal siapa paling dulu masuk pasar, melainkan siapa yang paling pintar menawarkan kombinasi harga, fitur, desain, dan efisiensi. Di tengah ramainya nama-nama seperti Wuling, BYD, Aion, dan Chery, Geely EX2 datang membawa satu amunisi yang cukup menarik: mobil listrik hatchback dengan harga yang bermain
Baca Lebih Lanjut

Punya Teknologi SHVS, Bikin Suzuki Fronx Menarik di Sisi Spesifikasi

Juli 14, 2026
Pasar SUV kompak di Indonesia makin ramai, tetapi tidak semua pemain datang dengan pendekatan yang benar-benar segar. Di tengah dominasi model bergaya “kotak” atau crossover yang cenderung konservatif, Suzuki Fronx hadir dengan resep berbeda.  Mobil ini memadukan bentuk SUV kompak dengan siluet coupe yang lebih sporty, namun tetap dibangun untuk kebutuhan harian keluarga Indonesia. Hasilnya,
Baca Lebih Lanjut