Klik disini untukJual Mobil Anda

5 Cara Menjaga Power Steering Agar Awet

November 26, 2022
By Thomas W
5 Cara Menjaga Power Steering Agar Awet-otospector

Di mobil-mobil modern atau mobil keluaran di atas tahun 2000-an, pemakaian power steering sudah menjadi hal yang lazim. Sistem power steering memang memiliki fungsi untuk membuat pergerakan setir terasa lebih ringan, sehingga mengemudi terasa lebih nyaman karena tidak perlu mengeluarkan tenaga yang cukup besar untuk memutar setir.

Saat ini kita mengenal jenis power steering terbagi menjadi power steering hidrolik dan power steering elektrik (electric power steering – EPS). Meski tujuannya sama, namun mekanisme atau cara kerja power steering mobil dari keduanya sangat berbeda. Namun apapun jenisnya, paling penting adalah menjaga agar power steering tetap awet digunakan.

Bagaimana cara kita bisa menjaga power steering? Yuk kita lihat 5 cara membuat agar power steering tetap awet digunakan:

Beli Mobil Bekas - Aplikasi Otos

#1: Merawat Power Steering Secara Berkala

Power steering elektrik
Power steering elektrik

Pada power steering hidrolik perawatan berkala yang bisa dilakukan adalah mengganti cairan atau oli power steering.

Cairan ini bekerja pada dua bagian yakni pada pompa steering yang berfungsi agar putaran setir lebih ringan. Kemudian pada tabung di atas pompa oli sebagai penambah tekanan fungsi hidrolik.

Penggantian cairan disarankan setiap 40.000 km. Namun jangan hanya terpaku pada angka kilometer, Otofriends sebaiknya selalu mengecek power steering untuk memastikan kinerjanya tetap optimal.

Masalahnya, oli power steering juga bisa berubah warna menjadi keruh atau cokelat tua. Jika kondisinya sudah seperti ini, maka dapat menyebabkan karet-karet di rack steer menjadi rusak dan bocor. Karena itu oli harus diganti.

Baca juga: Power Steering Mobil Terasa Berat? Ini 5 Penyebabnya

#2: Tidak Memarkir Mobil Dalam Kondisi Ban Berbelok

Ban mobil berbelok
Jangan parkir dengan kondisi ban berbelok

Ada sebagian orang yang kadang punya kebiasaan memarkir mobil dalam kondisi posisi ban tidak lurus ke depan. Yang terjadi setir tidak kembali ke posisi semula setelah berbelok.

Kondisi semacam ini sebenarnya berisiko karena membuat power steering cepat rusak serta membuat usia ball joint tidak lama. Untuk mencegahnya, tentu Otofriends tentu harus memastikan ban sudah dalam kondisi lurus saat parkir.

Pada EPS, kebiasaan memutar setir mobil atau berbelok saat mobil dalam posisi diam juga dapat merusak power steering. Memutar setir di saat mesin mati juga bisa merusak, karena tidak ada arus listrik pada EPS.

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

#3: Hindari Melakukan Gerakan Zig-Zag Saat Berjalan

Hindari mengemudi zig zag
Hindari mengemudi zig zag saat kecepatan tinggi

Saat mobil dikemudikan dengan kecepatan tinggi, gerakan mengemudi yang tidak beraturan akan membebani power steering. Contohnya, gerakan zig-zag atau berbelok kanan-kiri secara cepat.

Gerakan semacam ini akan membuat beban kerja setir menjadi berat. Akibatnya power steering ikut terdampak.

Dalam kondisi mobil yang masih melaju dengan cukup cepat sebaiknya tidak memutar setir terlalu cepat. Kurangi kecepatan terlebih dahulu sebelum akhirnya berbelok.

#4: Menjaga Kecepatan Saat Berada Di Jalan Kasar

Jaga kecepatan saat melintas di jalan kasar
Jaga kecepatan saat melintas di jalanan kasar

Saat berada di jalanan yang rusak atau bergelombang kasar, sebaiknya jangan pacu kendaraan terlalu kencang. Pacu dalam kecepatan rendah saja.

Guncangan pada mobil dapat merusak komponen-komponen di dalam power steering. Akibatnya akan mengganggu fungsinya.

Pada jalan yang rusak, power steering juga cendeurng akan bekerja lebih berat. Karena itu beban power steering jangan ditambah dengan mengemudi yang kasar.

#5: Hindari Melintas Genangan Atau Banjir

Menghindari melintas di genangan atau banjir
Sebaiknya menghindari melintas di genangan atau banjir

Pada mobil dengan EPS, sebaiknya hindari melintas  jalanan yang sedang banjir atau terdapat genangan cukup tinggi. Air genangan akan merusak bagian motor dari EPS.

Motor listrik bisa rusak akibat karat yang timbul saat mobil terendam air. Apalagi jika banjir berlumpur. Sementara modul EPS juga bisa rusak akibat korsleting dari aki.

Pada beberapa kasus, motor listrik bisa diselamatkan dengan membersihkan karatnya. Namun jika ternyata tidak bisa, maka motor terpaksa harus diganti dengan harga yang cukup lumayan.

Baca juga: Waspadai 5 Gejala Kerusakan Rack Steer Ini

Banner iklan dana tunai

Bagaimana cara kita mengetahui adanya kerusakan pada power steering?

Agar Otofriends bisa mengetahui pasti, tentu harus dilakukan test drive. Rasakan apakah ada gejala yang tidak biasanya dan mengganggu pada setir saat mobil melaju. Sedangkan untuk mengetahui faktor-faktor yang bisa menyebabkan gangguan, tentu harus dilakukan pengecekan mendalam oleh mekanik berpengalaman.

Untuk pengecekan mobil bekas, jangan ragu untuk menggunakan jasa inspeksi mobil bekas Otospector.

Prosedur pemeriksaan Otospector yang begitu mendetail dengan tenaga-tenaga inspektor berpengalaman, membuat Otofriends dapat mengetahui kondisi sebuah mobil sejelas-jelasnya. Selain itu, mobil yang lulus inspeksi juga akan mendapat garansi mesin dan transmisi.

Selain tips ini, jangan lupa Otofriends harus mengetahui pula update mobil terlaris 2022. Daftar ini akan berguna sebagai panduan dalam memilih mobil idaman. Selamat berburu mobil-mobil bekas berkualitas!

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Harga Toyota Rush Bekas Per Juli 2021, Mulai Rp85 Jutaan

Juni 29, 2021
Sampai dengan 15 tahun sejak kehadirannya pertama kali pada tahun 2006, harga Toyota Rush bekas terbukti masih tetap perkasa. Prestasi ini tak lepas dari pasar di segmen Low SUV yang terus tumbuh dan bersaing ketat. Dari semula hanya berdua bersama saudara kembarnya “Daihatsu Terios”, kini Rush harus berbagi kue dengan 5 merek lain. Meski demikian,
Baca lebih lanjut

5 Tanda Shockbreaker Mobil Bermasalah

Juni 25, 2021
Seringkali orang tidak menyadari, selain menunjang kenyamanan, shockbreaker mobil juga berperan besar dalam keselamatan berkendara. Sebab kondisi shockbreaker pada dasarnya juga berpengaruh pada pengendalian (handling) saat mobil berjalan. Jadi kalau komponen ini bermasalah, risiko kecelakaan juga akan membesar. Istilah shockbreaker sendiri masih terlalu umum. Komponen ini sebenarnya ada dua jenis yakni shock absorber dan strut.
Baca lebih lanjut

Kaca Mobil Buram Saat Hujan? Ini 5 Tips Mengatasinya

Juni 23, 2021
Sering mengalami kaca mobil buram saat hujan? Hati-hati, buramnya kaca depan bukan hanya soal “teknis” yang akan mengganggu pandangan pengemudi, tapi juga mengancam keselamatan berkendara. Sebuah studi di Amerika mengungkap: hujan dan cuaca buruk menaikkan risiko kecelakaan sampai 34 persen. Bahkan saat hujan ringan saja risiko itu bisa mencapai 27 persen. Jadi bayangkan jika dalam
Baca lebih lanjut