Klik disini untukJual Mobil Anda

8 Kebiasaan yang Bisa Bikin Mesin Mobil Cepat Rusak

Februari 28, 2017
By jandika
8 Kebiasaan yang Bisa Bikin Mesin Mobil Cepat Rusak-otospector

Sering bepergian dengan menggunakan mobil pribadi tentu membuat Anda lebih peka terhadap segala perubahan kondisi yang terjadi, terutama performa mesin. Selain faktor usia, ternyata gaya menyetir serta kebiasaan merawat mobil yang buruk berpengaruh sehingga membuat mesin mobil cepat rusak.

Umumnya masih banyak orang belum paham mengenai faktor-faktor apa saja yang membuat mobil cepat rusak. Supaya mobil Anda tetap dalam keadaan prima, hindarilah delapan kebiasaan buruk di bawah ini:

#1: Mengendarai Mobil Asal-Asalan

Tanpa disadari, beberapa kebiasaan saat berkendara ternyata dapat berefek buruk pada kondisi mobil Anda. Misalnya, memindahkan gigi dengan perpindahan yang kasar serta lupa menginjak pedal kopling bagi mobil bertransmisi manual. Jika melakukannya dengan tepat, mobil pun bisa jadi lebih awet.

Kebiasaan lain yang membuat mesin mobil cepat rusak adalah sering mengerem secara mendadak. Hal ini mungkin biasa Anda alami ketika tengah berkendara dalam kecepatan tinggi di jalan raya atau tol. Minimalisir kebiasaan ini untuk menjaga rem tidak mudah aus.

Anda juga harus mengubah kebiasaan menginjak pedal gas terlalu cepat jika tidak ingin mobil cepat rusak. Selain berpengaruh pada kondisi mobil, melakukan hal ini pun dapat menguras bahan bakar lebih banyak sehingga Anda menjadi lebih boros.

#2: Menahan Kopling Saat Macet

Khusus Anda yang memiliki mobil pribadi bergigi manual mungkin sering menahan kopling dalam waktu cukup lama ketika kondisi jalanan tengah macet. Memang, dibandingkan dengan terus-terusan memindahkan gigi ke kondisi netral, hal ini lebih memudahkan Anda saat akan memajukan mobil.

Faktanya, melakukan hal tersebut terus-terusan akan membuat kampas kopling cepat habis. Kebiasaan tersebut harus Anda minimalisir supaya kondisi mobil bisa bertahan dan tidak cepat mengalami kerusakan.

Baca juga: Mudah dan Murah, Ini Langkah-langkah Perawatan Mobil Sendiri di Rumah

#3: Jalan Menurun dengan Gigi Netral

Jangan sekali-kali mengganti gigi ke posisi netral ketika Anda tengah melewati jalanan menurun! Secara teknis, mobil Anda akan melaju dengan lebih cepat dan ringan. Namun hal ini berpotensi membuat Anda melakukan pengereman mendadak.

Terbiasa melakukan hal ini pun cukup berbahaya karena rawan menimbulkan kecelakaan. Ketika mobil melaju dalam kecepatan kencang, Anda akan sulit mengontrolnya. Memasukkan gigi pun akan terasa kagok sehingga mobil pun bisa slip.

Saat mobil melaju di turunanan, sebaiknya pindahkan gigi ke posisi L/D untuk transmisi otomatis dan gigi tiga pada mobil bertransimisi manual. Hal ini akan membantu Anda lebih awas dalam mengontrol laju kendaraan.

Kebiasaan Buruk Mesin Mobil

#4: Lupa Mematikan Lampu

Lampu mobil baik yang berada di dalam maupun di luar sangat membantu Anda melihat lebih baik, terutama di malam hari. Namun begitu, menyalakan lampu terus-menerus ketika mesin mobil dalam keadaan mati ternyata tidak baik untuk dilakukan.
Pasalnya, untuk menyalakan lampu mobil dibutuhkan tenaga dari aki. Ketika mesin mobil mati, aliran energi ke aki pun terputus. Energi cadangan aki yang tersedot karena lampu pun lama-lama akan habis. Jika energi aki habis, mesin mobil pun tidak bisa dinyalakan serta fungsi lainnya dapat terhambat.

Oleh karena itu mulai dari sekarang, biasakanlah untuk menggunakan lampu dengan seperlunya. Ketika Anda akan meninggalkan mobil, jangan lupa pula untuk mengecek kondisi seluruh lampu dalam serta luar.

#5: Buru-Buru Menstarter Mobil

Hampir seluruh mobil saat ini sudah menerapkan sistem bahan bakar injeksi untuk mesin dan dilengkapi dengan adanya Malfunction Indicator Lamp (MIL) atau Check Engine indikator di panel dashboard. Ada baiknya ketika kunci kontak pada posisi “ON”, Anda menunggu sekitar 3-4 detik sebelum menstarter mobil. Kenapa?

Saat kunci kontak pada posisi “ON”, Check Engine indikator akan menyala beberapa saat kemudian mati. Menunggu indikator mati sebelum menstarter mobil memberi waktu pada sistem injeksi mobil untuk menerima data dari seluruh komponen mesin dan juga kondisi lingkungan saat mobil dinyalakan.

Apakah ini harus dilakukan?

Sebenarnya tidak harus, karena mesin mobil sudah di-desain sedemikian rupa sehingga mudah untuk melakukan penyesuaian data setelah mesin menyala. Tapi alangkah baiknya menunggu 3-4 detik agar mesin mobil bisa beroperasi dengan optimal dari awal dinyalakan.

Check Engine On

#6: Mengabaikan Peringatan

Salah satu hal krusial yang cukup sering diabaikan orang adalah peringatan mengenai kondisi mobil yang menurun. Teknologi pendeteksi masalah internal ini sendiri biasanya dimiliki mobil-mobil keluaran terbaru yang bisa dilihat pada panel indikator mobil.

Ketika menunda-nunda untuk mengecek masalah yang terjadi, seringnya sang pemiliki malah kelupaan. Akhirnya hal itu pun merugikan mobil dan diri Anda sendiri karena harus mengeluarkan dana untuk memperbaikinya.

Perhatikan lampu indikator pada panel mobil seperti Check Engine, temperatur dan oli. Jika salah satu indikator menyala saat Anda sedang berkendara, jangan abaikan dan langsung lakukan pengecekan pribadi maupun ke bengkel langganan. Semakin cepat Anda mengatasinya, kerusakan pada mobil pun bisa diminimalisir bahkan dicegah.

Baca juga: Begini Langkah-langkah Merawat Kabin Mobil Sendiri

#7: Tidak Memerhatikan Kondisi Ban

Ban merupakan bagian mobil yang tidak terlalu membutuhkan perawatan khusus. Walau begitu, Anda harus waspada dengan kondisi ban mobil Anda jika ingin performa kendaraan tetap maksimal dan nyaman digunakan.

Ban mobil yang gundul dan tidak cepat diganti juga sangat memengaruhi keamanan saat berkendara. Jika Anda tetap memaksa untuk menggunakan ban yang sudah gundul, potensi celaka di jalan raya pun semakin besar sebab mobil akan lebih sulit untuk dikendalikan. Ujung-ujungnya, hal ini bisa berimbas pada rusaknya mesin mobil Anda.

#8: Malas Servis Mobil

Setelah masa servis gratis berakhir, banyak orang yang menjadi malas untuk memeriksakan kesehatan mobil yang dimilikinya. Alasannya ialah karena biaya yang mahal dan umumnya malas untuk pergi ke bengkel.

Sama seperti barang-barang lainnya, jika mobil digunakan secara terus-menurus seluruh komponennya akan semakin rentan. Supaya kondisinya tetap terjaga dan berjalan normal, pergantian dan perbaikan merupakan hal yang harus Anda lakukan.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

5 Langkah Kebersihan Mobil Pada Masa New Normal

Juli 15, 2020
Memasuki masa New Normal, kita memiliki pilihan untuk beraktivitas kembali sambil tetap menjalankan protokol kesehatan yang benar. Tentu tujuannya agar kita terhindar dari virus Corona, serta mencegah penyebarannya menjadi lebih luas. Salah satu aktivitas kita sehari-hari kemungkinan akan berhubungan dengan kendaraan, terutama kendaraan pribadi. Apa yang bisa diperhatikan selama masa Pandemi ini terhadap kendaraan dan
Baca lebih lanjut

Jual-Beli Mobil Bekas Sempat Lesu, Ini Faktor Penyebabnya

Juni 30, 2020
Setidaknya dalam 4 bulan terakhir, pasar jual-beli mobil bekas mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dealer atau showroom tampak kesulitan menjual barang-barang mereka, sementara para penjual mobil bekas perorangan kesulitan memasang harga yang wajar saat hendak menjual mobil mereka. Dikutip dari Kompas.com, ada sebuah studi bertajuk Pasar Mobil Bekas Indonesia di Masa Normal Baru yang Survei
Baca lebih lanjut

Cara Baru Beli Mobil Bekas Di Masa New Normal

Juni 29, 2020
Wabah Covid-19 memang belum berlalu, namun pemerintah sudah berencana menerapkan pelonggaran Pembatasan Sosial atau biasa disebut era “New Normal”. Masyarakat sudah boleh beraktivitas secara terbatas, namun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus Corona. Memasuki era “New Normal”, konsumen mobil bekas bisa tetap jaga jarak dan membatasi keluar rumah dengan menggunakan layanan inspeksi
Baca lebih lanjut