4 Fakta Soal Sistem Kelistrikan Mobil Eropa Bekas

Januari 01, 2021
By Thomas W
4 Fakta Soal Sistem Kelistrikan Mobil Eropa Bekas-otospector

Kita sering mendengar rumor bahwa sistem kelistrikan mobil Eropa bekas sering bermasalah. Ini setidaknya jika dibandingkan dengan mobil-mobil bekas buatan pabrikan Jepang.

Anggapan itu tidak sepenuhnya salah. Permasalahan kelistrikan sering membuat ragu calon pembeli mobil Eropa bekas. Sebab problemnya kadang sepele, tapi menyelesaikannya sering bikin pusing kepala karena menuntut banyak pengorbanan waktu dan tenaga.

Nah, coba kita simak beberapa fakta menyangkut sistem kelistrikan mobil Eropa bekas, agar bisa memahami masalahnya.

#1:  Sistem Kelistrikannya Cenderung Lebih Rumit

4 Fakta Soal Sistem Kelistrikan Mobil Eropa Bekas

Secara umum sistem kelistrikan mobil Eropa memang lebih rumit kalau dibandingkan dengan misalnya mobil buatan Jepang. Penyebabnya karena banyak fitur yang tersedia untuk melengkapi kenyamanan dan keamanan mengemudi.

Sekadar perbandingan, mobil Eropa setidaknya punya 20-30 control unit. Sementara mobil Jepang hanya 4-10 control unit. Contoh, Toyota Avanza saat ini hanya memiliki 9 control unit.  

Masalahnya, seiring waktu pemakaian kendaraan, segala kelengkapan ini bisa jadi bumerang, karena menjadi sumber masalah. Dari sinilah timbul anggapan kalau mobil Eropa mahal perawatannya, sehingga harga jual bekasnya cenderung jatuh.

#2: Kuncinya Pada Kondisi Baterai

4 Fakta Soal Sistem Kelistrikan Mobil Eropa Bekas

Sistem kelistrikan mobil Eropa sangat tergantung kepada kondisi baterai atau aki. Kondisi aki harus prima, terutama arus dan voltasenya. Kondisi ini agak berbeda dengan mobil Jepang, di mana aki soak tidak terlalu masalah.

Aki yang direkomendasikan biasanya aki kering atau free maintenance. Boleh saja pakai aki basah, tapi harus benar-benar rajin mengecek level air pengisinya.

Pemilik mobil kadang tidak mengira akinya bermasalah karena dipikirnya masih bisa di-start. Padahal kalau arus aki sudah tidak stabil maka akan mempengaruhi komputer mobil. Karena itu rajin-rajinlah memeriksa aki di bengkel atau tempat penjualan aki.  

Baca juga: Ini Dia Mobil Eropa Paling Laris di Indonesia

#3: Sensor Bisa Jadi Tanda Awal Kerusakan

4 Fakta Soal Sistem Kelistrikan Mobil Eropa Bekas

Tanda kerusakan paling sederhana adalah indikator atau sensor yang menyala karena error. Biasanya, menurut pengalaman para pemilik, problem ini mulai muncul beberapa saat setelah masa garansi habis.

Jika sudah muncul peringatan seperti ini segera bawa mobil ke bengkel atau mekanik spesialis yang biasa menangani. Di bengkel tersedia alat pemindai kerusakan (scanning programme) sesuai dengan merek dan tipe mobil. Dengan alat scanner, diagnosisnya tepat dan tidak meraba-raba.

Ada kalanya awal kerusakan tidak besar, misalnya soket-soket kendur atau malah cuma kotor. Pemakaian kendaraan serta usia kendaraan bisa jadi penyebabnya. Tapi dari masalah kecil ini, bisa merembet ke masalah lain.

Karena itu pemilik sebaiknya tidak boleh lalai dalam mengontrol, apalagi jika mobil dirasa sudah cukup tua usianya.

#4: Bisa Rusak Karena Salah Penanganan

4 Fakta Soal Sistem Kelistrikan Mobil Eropa Bekas

Selain susunannya rumit, sistem kelistrikan mobil Eropa juga dikenal sangat sensitif. Misalnya ada bagian tertentu yang harus terlindungi dari air. 

Masalah bisa saja terjadi akibat kelalaian seperti saat mencuci mesin. Apalagi jika sampai terkena banjir. Kondisi ini agak berbeda dengan mobil Jepang yang lebih tahan air.

Gangguan juga bisa terjadi karena iklim dan suhu. Karena kabarnya beberapa komponennya juga tidak cocok untuk dipakai di iklim tropis seperti di negara kita.

Baca juga: Sedang Mengincar Mobil Eropa Bekas? Cek Dulu Fakta-faktanya!

Selain karena masalah iklim dan suhu, gangguan juga bisa disebabkan modifikasi terkait kelistrikan. Misalnya menambah lampu, alarm, atau sistem audio.

Karena itulah pengerjaan modifikasi harus benar-benar teliti dan tidak serampangan. Salah pengerjaan akan menyebabkan sistem kelistrikan bisa terganggu bahkan sensor-sensor akan salah mendeteksi.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

5 Mobil Bekas Sunroof di Bawah Rp150 Juta yang Masih Menarik, Tapi Jangan Lupa Cek Risiko Bocor!

September 17, 2026
Punya budget sekitar Rp150 juta tapi ingin mobil bekas dengan fitur yang terasa lebih premium? Otofriends, pilihan mobil dengan sunroof sekarang tidak harus selalu identik dengan harga ratusan juta rupiah. Di pasar mobil bekas, beberapa model lama yang sudah dibekali sunroof atau panoramic sunroof kini bisa ditemukan di kisaran Rp150 jutaan, bahkan ada yang berada
Baca Lebih Lanjut

7 Mobil Bekas RWD di Bawah Rp200 Juta yang Andal Buat Tanjakan, Jangan Salah Pilih!

September 17, 2026
Buat Otofriends yang tinggal di daerah dengan banyak tanjakan, memilih mobil bukan cuma soal desain, fitur, atau konsumsi BBM. Sistem penggerak juga patut diperhatikan. Salah satu pilihan yang masih menarik di pasar mobil bekas adalah Rear Wheel Drive (RWD) atau penggerak roda belakang. Sistem ini menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang melalui komponen seperti propeller
Baca Lebih Lanjut

Mobil Bekas Eropa Di Bawah 100 Juta, Keren Tapi Harus Paham Cara Mainnya!

September 16, 2026
Melihat mobil bekas Eropa di bawah 100 juta dijual di showroom atau pedagang, wajar kalau calon pembeli jadi tergiur. Bayangin, merek-merek ternama dan legendaris kayak Mercedes-Benz, BMW, Volvo, dll; unit-unit bekasnya ditawarkan di harga yang rasanya terjangkau. Meski tahun produksinya tidak muda lagi, tetapi mobil-mobil itu masih terlihat keren. Tidak ketinggalan zaman. Dan terpenting, gengsinya
Baca Lebih Lanjut