Download Aplikasi OTOS
Install

Risiko Ban Mobil yang Sering Libas Lubang Jalanan Jangan Dianggap Sepele!

Januari 31, 2026
By Getan Metodius
Risiko Ban Mobil yang Sering Libas Lubang Jalanan Jangan Dianggap Sepele!-otospector

Kondisi jalan berlubang masih menjadi masalah umum di banyak daerah, terutama saat musim hujan. Tidak sedikit pengemudi yang terpaksa melintasi lubang jalan karena keterbatasan ruang atau kurangnya visibilitas. 

Sayangnya, banyak pemilik mobil yang menganggap sepele ketika ban mobil sering menghantam lubang jalanan. Padahal, kebiasaan ini bisa memicu berbagai kerusakan serius yang berdampak langsung pada keselamatan dan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Ban merupakan komponen vital yang menopang beban kendaraan sekaligus menjaga kenyamanan dan stabilitas berkendara.

Ketika ban sering “libas” lubang jalan dengan kecepatan tertentu, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh ban itu sendiri, tetapi juga sistem suspensi dan kaki-kaki mobil secara keseluruhan.

1. Ban Benjol dan Struktur Ban Rusak

ban benjol

Salah satu risiko paling umum ketika mobil sering menghantam lubang adalah ban benjol. Kondisi ini terjadi karena lapisan dalam ban (sidewall) mengalami kerusakan akibat tekanan ekstrem secara tiba-tiba. Benturan keras membuat serat ban putus, sehingga muncul tonjolan pada permukaan ban.

Ban yang sudah benjol sangat berbahaya jika tetap digunakan. Risiko pecah ban di kecepatan tinggi meningkat drastis dan dapat menyebabkan kecelakaan serius.

Sayangnya, ban benjol tidak bisa diperbaiki dan satu-satunya solusi adalah mengganti ban dengan yang baru.

2. Velg Bengkok atau Retak

velg penyok

Selain ban, velg juga menjadi komponen yang paling sering menerima dampak saat mobil menghantam lubang. Velg yang bengkok biasanya terjadi akibat benturan keras, terutama pada velg berbahan alloy yang relatif lebih rapuh dibanding velg baja.

Velg bengkok dapat menyebabkan getaran pada setir, mobil terasa tidak stabil, hingga kebocoran udara pada ban tubeless. Dalam kondisi ekstrem, velg bahkan bisa retak dan membahayakan pengemudi.

Biaya perbaikan atau penggantian velg pun tidak murah, terlebih jika menggunakan velg berukuran besar atau model khusus.

3. Tekanan Angin Ban Menjadi Tidak Stabil

Benturan berulang pada lubang jalan dapat memicu kebocoran halus pada ban atau pentil. Akibatnya, tekanan angin ban sering berkurang tanpa disadari. Ban yang kekurangan tekanan angin akan membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros dan kontrol kendaraan menurun.

Selain itu, ban dengan tekanan tidak ideal lebih rentan aus secara tidak merata. Jika dibiarkan, usia pakai ban menjadi lebih pendek dan berpotensi menimbulkan masalah keselamatan.

Beli Mobil Bekas - Aplikasi Otos
Beli Mobil Bekas di OTOS

4. Kerusakan Kaki-Kaki Mobil

5 Problem Mobil Avanza Bekas Yang Jarang Diungkap

Risiko ban mobil sering menghantam lubang jalan tidak berhenti di ban dan velg saja. Benturan keras juga diteruskan ke sistem kaki-kaki seperti shock absorber, ball joint, tie rod, dan bushing.

Kerusakan kaki-kaki mobil biasanya ditandai dengan munculnya bunyi “gluduk” saat melewati jalan tidak rata, setir terasa tidak lurus, atau mobil terasa limbung. Jika komponen ini rusak dan tidak segera diperbaiki, kenyamanan berkendara akan menurun drastis dan risiko kecelakaan pun meningkat.

Baca juga: Selain Viskositas, Ini Tips Lengkap Pilih Oli Untuk Mobil

5. Suspensi Cepat Aus

Suspensi mobil dirancang untuk meredam getaran, namun bukan berarti mampu menahan benturan keras secara terus-menerus. Mobil yang sering melewati lubang jalan dengan kecepatan tinggi akan membuat shock absorber bekerja ekstra keras.

Dalam jangka panjang, suspensi akan lebih cepat aus dan kehilangan kemampuannya dalam meredam guncangan. Akibatnya, mobil terasa keras, tidak nyaman, dan kurang stabil saat bermanuver.

6. Spooring dan Balancing Menjadi Berubah

Benturan akibat lubang jalan juga dapat mengubah sudut roda (alignment). Jika spooring berubah, mobil cenderung menarik ke satu sisi dan ban akan aus tidak merata.

Banyak pemilik mobil yang tidak menyadari bahwa kebiasaan menghantam lubang jalan menjadi penyebab utama spooring sering bermasalah. Jika dibiarkan, bukan hanya ban yang cepat habis, tetapi juga berpengaruh pada kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Baca juga: Rupanya Ini Alasan Pemerintah Stop Insentif Mobil Listrik

7. Risiko Kecelakaan Meningkat

Ban yang rusak, velg bengkok, dan kaki-kaki bermasalah secara langsung meningkatkan risiko kecelakaan. Handling mobil menjadi tidak presisi, jarak pengereman bertambah, dan kontrol kendaraan berkurang, terutama saat melaju di kecepatan tinggi atau kondisi jalan basah.

Masalah ini sering kali tidak terasa secara instan, namun efeknya akan muncul secara perlahan dan berbahaya jika diabaikan.

8. Cara Mengurangi Risiko Kerusakan Ban Akibat Lubang Jalan

Agar ban mobil lebih awet dan risiko kerusakan bisa diminimalkan, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain:

  • Mengurangi kecepatan saat melihat jalan berlubang
  • Menjaga tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan
  • Menggunakan ban dengan profil yang sesuai kondisi jalan
  • Rutin melakukan pengecekan kaki-kaki mobil
  • Segera periksa ban dan velg setelah menghantam lubang besar

Langkah sederhana ini dapat membantu memperpanjang usia ban dan komponen mobil lainnya.

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

Risiko ban mobil yang sering libas lubang jalan tidak bisa dianggap sepele. Mulai dari ban benjol, velg bengkok, kerusakan kaki-kaki, hingga peningkatan risiko kecelakaan, semuanya dapat terjadi akibat kebiasaan menghantam lubang jalan.

Selain mengganggu kenyamanan berkendara, kerusakan ini juga berpotensi menguras biaya perawatan yang tidak sedikit.

Dengan berkendara lebih hati-hati, menjaga kondisi ban, serta rutin melakukan pengecekan kendaraan, risiko kerusakan akibat jalan berlubang dapat diminimalkan. Ingat, kondisi ban yang sehat bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan Anda dan penumpang di dalam mobil.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Selain Panas, Kapan Sih Waktu Tetpat Overhaul Mesin Mobil Matic?

Januari 09, 2026
Sebagai pecinta otomotif khususnya bagi pemilik mobil matic sering kali menanyakan “Mobil saya masih bisa jalan, tapi kok rasanya sudah tidak enak ya?”. Dalam kondisi seperti ini, banyak pemilik mobil matic yang khawatir mobilnya sudah memasuki tahap overhaul mesin atau belum. Untuk kasus overhaul mobil matic pasti sudah terdengar seperti menakutkan, karena biasanya dengan kasus
Baca Lebih Lanjut

Biar Baterai EV Awet, Yuk Pahami Beda Fast Charging dan Slow Charging

Januari 05, 2026
Bagi pemilik mobil listrik, pasti sudah paham soal beda fast charging dan slow charging. Sesuai istilahnya, fast charging merujuk kepada pengisian baterai yang cepat. Lawannya, slow charging yaitu pengisian yang lambat. Akan tetapi ternyata masih banyak yang belum menyadari, apa sebenarnya efek dari dua cara pengisian baterai itu. Maklum, tidak semua pemilik mobil punya tingkat
Baca Lebih Lanjut

Bervariasi Banget, Inilah Waktu Cas Mobil Listrik Hyundai Terbaru

Januari 04, 2026
Kadang orang bertanya-tanya, berapakah lama waktu cas mobil listrik Hyundai? Apakah kira-kira sama dengan mobil listrik lain? Wajar kalau ada orang tanya begitu. Karena memang Hyundai adalah salah satu merek mobil di luar dari merek-merek asal China yang mendominasi penjualan mobil listrik. Padahal kalau kita mau lihat sejarahnya, Hyundai adalah pelopor produksi mobil listrik di
Baca Lebih Lanjut