
Mobil transmisi otomatis atau mobil matic semakin diminati di masyarakat Indonesia, karena mobil matic menawarkan kenyamanan serta kemudahan saat digunakan, terutama pada saat lalu lintas perkotaan yang sedang padat.
Tapi, di balik kemudahan tersebut, ada perawatan transmisi matic yang harus diperhatikan ekstra, khususnya pada bagian oli transmisi matic. Sayangnya, masih banyak banget pemilik mobil matic yang menganggap pengecekan oli transmisi harus ke bengkel.
Tapi, pada kondisi tertentu cek oli transmisi mobil matic tanpa harus ke bengkel bisa dilakukan sendiri di rumah, lho. Dengan melakukan pengecekan rutin, kamu bisa mencegah terjadinya kerusakan yang serius. Nah, dalam pembahasan kita kali ini akan membahas langkah-langkahnya secara lengkap, aman, serta mudah dipahami untuk pemula.

Oli Transmisi tidak hanya berfungsi sebagai pelumas, tapi juga sebagai media hidrolik, pendingin, dan juga pelindung komponen transmisi dari gesekan berlebih.
Jika volume atau kualitas oli tidak sesuai, maka perpindahan gigi bisa menjadi tersendat, kasar, atau bisa menyebabkan transmisi slip. Maka dari itu, pengecekan oli transmisi pada mobil matic seharusnya menjadi bagian dari perawatan rutin kendaraan mobil matic.
Secara umum, tidak semua mobil matic mempunyai metode pengecekan oli yang sama, ada dua tipe cara pengecekan, yaitu:
1. Mobil matic tanpa dipstick (Sealed Transmission)
Pada umumnya, mobil keluaran baru, pengecekan akan dilakukan dengan cara melalui baut khusus di kolong mobil.
2. Mobil matic dengan dipstick oli transmisi
Biasanya ditemukan pada mobil matic yang generasi lama.
1. Parkirkan Mobil di Permukaan yang Datar
Tetap pastikan untuk parkir mobil di permukaan yang rata, supaya hasil pengecekannya akurat. Lalu aktifkan rem tangan demi keamanan.
2. Panaskan Mesin
Nyalakan mesin mobil selama 5 sampai 10 menit hingga suhu kerja normal. Oli transmisi matic idealnya dicek pada saat kondisi mesin hidup dan hangat (sesuaikan petunjuk pabrikan).
3. Pindahkan Tuas Transmisi
Dengan menginjak kaki rem, lalu pindahkan tuas transmisi dari posisi P ke R, N, D lalu kembalikan ke P. Tujuannya untuk oli bersirkulasi ke seluruh sistem transmisi.
4. Tarik Dipstick Oli Transmisi
Cari dipstick khusus transmisi (biasanya berwarna merah atau kuning). Lalu tarik keluar, lalu lap sampai bersih menggunakan kain.
5. Masukkan Kembali dan Cek Level Oli
Masukkan kembali dipstick sampai penuh, kemudian tarik lagi untuk melihat level oli. Dan pastikan posisi oli berada di antara tanda Low dan Full atau Hot.

Selain volume, kondisi oli juga sangat penting untuk dicek rutin. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan:
Untuk mobil matic modern tanpa dipstick, pengecekan mandiri memang sangatlah terbatas. Tapi, kamu masih bisa melakukan pengecekan awal dengan mengikuti cara sebagai berikut:
Jika mobil kamu sudah mulai ada tanda-tanda seperti di atas, maka sebaiknya segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Berikut ada beberapa ciri-ciri yang umum oli transmisi matic bermasalah, diantaranya:
1. Konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros.
2. Perpindahan gigi terasa lambat atau kasar.
3. Muncul bunyi dengung dari transmisi.
4. Mobil terasa tidak bertenaga.
5. Getaran saat akselerasi.
Jika mobil kamu menandakan ciri-ciri di atas, maka jangan ditunda untuk pengecekan dan bawa mobil kamu ke bengkel terdekat.
Pada dasarnya, oli transmisi matic diganti setiap 40.000-60.000 km, tergantung dari jenis mobil serta kondisi penggunaan.
Mobil yang sering digunakan di kemacetan atau mobil yang sering membawa beban berat akan cenderung membutuhkan penggantian yang lebih cepat. Jadi, pastikan selalu ikuti rekomendasi pabrikan supaya umur transmisi lebih panjang.
Supaya tidak mengalami masalah jangka panjang, berikut ini ada beberapa tips perawatan transmisi matic yang perlu kamu ketahui, sebagai berikut:
Bagikan