
Yups, untuk memilih oli mobil tidak bisa dilakukan sembarangan, ya. Karena oli sangat berperan penting untuk tetap menjaga performa mesin kendaraan kamu, sehingga dapat mengurangi gesekan antar komponen, dan dapat mencegah keausan dini.
Tapi, sayangnya masih banyak sekali pemilik mobil yang asal pilih oli berdasarkan merek populer dan harganya, tanpa memahami spesifikasi yang sesuai kebutuhan masing-masing tipe kendaraan.
Jika salah dalam memilih oli mobil dapat mengakibatkan terjadinya penurunan performa mesin dan bisa mempercepat kerusakan pada komponen.

Nah, supaya tidak salah langkah, artikel ini akan membantu kamu untuk bagaimana cara memilih oli mobil yang tepat dan aman untuk kendaraan mobil kamu.
Berikut ini ada beberapa tips yang wajib kamu pahami agar tidak salah nih dalam memilih oli mobil, sebagai berikut:

Ada 3 jenis oli mobil yang biasa digunakan, yaitu:
Catatan: Jika mobil kamu sudah berusia di atas 10 tahun atau memiliki jarak tempuh yang sudah jauh banget, pemilihan oli dengan kekentalan yang sedikit lebih tinggi lebih bisa membantu untuk menjaga kompresi mesin kendaraan mobil kamu.

Yang perlu dipahami adalah cara kamu menggunakan mobil juga bisa mempengaruhi pilihan oli, seperti:
Catatan: untuk penggunaan mobil di perkotaan dengan kondisi lalu lintas yang padat, memilih oli full sintetis biasanya lebih direkomendasikan, karena lebih tahan terhadap suhu yang ekstrim.

Selain SAE, ternyata oli mobil juga memiliki standar kualitas seperti ILSAC dan API (American Petroleum Institute). Semakin tingginya huruf API (contoh API SN atau SP), maka semakin bagus pula kualitas dan perlindungannya.
Umumnya, standar ini akan menunjukkan kemampuan oli untuk melindungi mesin dari oksidasi, kausan, dan endapan. Sehingga menggunakan oli dengan mengikuti standar terbarunya sangatlah dianjurkan, terutama untuk mobil keluaran terbaru.
Untuk memilih oli yang tepat dan aman juga harus diimbangi dengan penggantian oli secara berkala, seperti:
Catatan: Menunda untuk ganti oli walaupun masih terasa baik-baik saja bisa menyebabkan terjadinya penumpukan kotoran dan bisa mempercepat keausan pada mesin mobil.
Harga oli yang murah memang sangat menggoda iman untuk membelinya. Tapi, tahukah kamu ternyata oli yang palsu masih banyak banget yang beredar di pasaran. Menggunakan oli palsu bisa berakibat sangat fatal untuk mesin mobil, karena oli palsu memiliki kualitas pelumas yang buruk.
Tips untuk menghindari dari oli yang palsu, sebagai berikut:
Lebih baik mengeluarkan sedikit biaya lebih daripada harus menanggung biaya perbaikan mesin yang mahal akibat membeli oli mobil yang palsu.

Kode SAE seperti 0W-20, 5W-30, 10W-40 menunjukkan tingkat kekentalan oli untuk suhu panas dan dingin.
Untuk tipe mobil yang sudah modern, terutama teknologi mesin terbaru, biasanya akan disarankan untuk menggunakan oli dengan viskositas rendah seperti 0W-20, atau 5W-30. Karena akan lebih cepat melumasi mesin mobil serta akan meningkatkan efisiensi pada bahan bakar.
Untuk lebih memudahkan kamu memilih oli yang tepat dan aman adalah membaca buku manual kendaraan. Biasanya pabrik mobil sudah menentukan spesifikasi oli yang paling cocok, mulai dari tingkat kekentalan SAE, standar API, sampai rekomendasi jenis oli mobil.
Dan biasanya, informasi ini juga sudah tercantum di tutup mesin mobil atau di ruang mesin. Dengan kamu mengikuti rekomendasi dari pabrikannya, maka akan memastikan mesin mobil kamu akan bekerja secara optimal dan juga terhindar dari risiko terjadinya kerusakan dalam jangka yang panjang.
Memilih oli mobil yang tepat bukan hanya tentang merek, melainkan tentang kesesuaian dan spesifikasi dengan kebutuhan mesin mobil.
Dengan kamu memahami kode SAE, standar API, jenis oli, dan pola penggunaan mobil. Kamu bisa tetap menjaga performa mesin agar tetap selalu optimal dan dapat membantu untuk memperpanjang usia kendaraan mobil kamu.
Dengan melakukan perawatan rutin, seperti pemilihan oli yang benar dan tepat bisa membantu memberikan dampak yang besar untuk kesehatan mesin mobil kamu dalam waktu yang panjang.
Bagikan