
Hah, serius, transmisi matic bisa overheat?
Wajar, kalau ada sebagian pemakai matic yang baru tahu fakta ini.
Overheat, lebih tepatnya, suhu dari oli pelumas transmisi melonjak melebihi idealnya. Dari yang biasanya di kisaran 80°C hingga 100°C, mencapai 120 derajat C bahkan lebih
Kalau sudah terlalu panas, oli akan kehilangan kemampuan pelumasannya. Tentu saja bakal muncul berbagai keluhan pada transmisi.
Karena itulah Otofriends harus paham cara mencegah transmisi matic overheat, agar tidak terjadi di mobil kesayangan kita.
Biar bisa mencegah, kita ikuti fakta-fakta ini ya:

Sumber: Kompas.com
Tanda paling awal bisa dirasakan langsung adalah tenaga mobil yang kurang mantab. Responsnya kayak lambat.
Mobil yang jadi loyo itu disebabkan tekanan hidrolik yang menurun akibat panas.
Perpindahan gigi juga terasa tidak mulus dan rasanya menghentak (jedug).
Muncul juga aroma hangus seperti terbakar dari area kap mesin. Aroma berasal dari reaksi oli terhadap panas.
Pada mobil-mobil modern, indikator AT Oil Temp atau check engine, langsung akan nyala.
Kalau sudah begini, artinya sudah peringatan keras!


Sumber: Kompas.com
Penyebab paling sering adalah beban kendaraan yang berlebihan.
Berlebihan bisa karena sedang menarik beban berat atau kerena muatan penuh.
Apalagi kalau mobil yang sudah kepayahan itu dipaksa nanjak, sehingga torque converter bekerja keras.
Saat merayap di kemacetan parah, overheat bisa terjadi karena sirkulasi udara ke pendingin oli transmisi jadi tekor.
Faktor penyebab lain bisa dari olinya.
Kalau olinya sudah lama tidak diganti, viskositas bisa berkurang, sehingga gesekan komponen meningkat. Atau bisa juga karena oli kotor.
Pada mobil-mobil tertentu yang pendingin oli transmisinya menyatu dengan radiator mesin, overheat bisa terjadi kalau radiator bermasalah.
Jadi, sudah mesinnya overheat, transmisi ikut-ikutan.

Sumber: Carvaganza
Pencegahan bisa berawal dari kebiasaan Otofriends berkendara. Paling mudah, biasakan pindah ke N (netral) saat berhenti.
Apalagi kalau mobil berhenti kira-kira lebih dari 30 detik.
Tujuannya agar torque converter tidak terus bergesekan dan menghasilkan panas.
Dalam situasi lalu-lintas macet, jika transmisi mulai terasa tidak enak, lebih baik mobil diistirahatkan sebentar.
Menepi, matikan AC, dan biarkan mesin menyala dengan posisi transmisi N agar oli tetap bersirkulasi dan didinginkan oleh sistem pendingin.
Jangan lupa perhatikan oli transmisi. Kalau sehari-hari banyak menghadapi jalan macet, pergantian oli harus lebih sering dari biasanya.
Kalau biasanya diganti setiap 100.000 km, pergantian bisa dilakukan di kisaran 20.000 – 40.000 km.
Terakhir, bisa juga dengan memasang extra cooler.
Extra cooler dibutuhkan, terutama kalau kendaraan sering dipakai pada kondisi ekstrem, seperti sering menanjak atau membawa beban berat.


Sumber: Kompas.com
Mobil tentunya bakal mogok. Tetapi yang paling parah, transmisi bisa “rontok”.
Akibat suhu oli yang panas, oli jadi kehilangan daya lumas sehingga kampas kopling akan saling bergesekan tanpa lubrikasi.
Kalau kampas hancur, rontokannya bisa menyumbat jalur oli. Mobil bakalan loss power.
Akibat panas, seal dan gasket yang menjaga tekanan hidrolik juga hancur. Tekanan hilang, artinya tidak terjadi perpindahan gigi.
Panas juga bisa membakar sirkuit elektronik pada Transmission Control Module yang biasanya menempel di transmisi. Pergantian modul ini jelas mahal.
Gara-gara panas, logam pada body valve bisa melengkung atau bengkok. Akibatnya jalur oli bisa macet dan parahnya kondisi kayak begini susah diperbaiki.
Biasanya bengkel akan menawarkan overhaul total. Biayanya memang tidak murah, berkisar Rp10 juta – Rp30 juta. Tergantung jenis mobil yang kemudian akan menentukan jenis matic-nya.
Alternatif buruknya adalah mengganti seluruh transmisi matic. Bisa dalam kondisi baru atau copotan mobil lain. Hanya saja, biayanya memang luar biasa mahal.
Kalau Otofriends akan memeriksa kondisi transmisi matic dari mobil bekas yang akan dibeli, percayakan saja pada jasa inspeksi mobil bekas Otospector.
Setelah mobil dibeli, bakal lebih aman kalau mobil dilengkapi juga dengan garansi mobil bekas Otospector. Segala kerusakan mesin dan transmisi bakal dijamin perbaikannya.
Bagikan