Pengemudi Matic Pemula Wajib Perhatikan 5 Hal Berikut

Agustus 04, 2020
By Thomas W
Pengemudi Matic Pemula Wajib Perhatikan 5 Hal Berikut-otospector

Meski mungkin sudah lama punya SIM, pengemudi yang baru saja mengendarai mobil bertransmisi otomatis (matic), memang harus membiasakan diri terlebih dahulu. Sebab, transmisi jenis ini memang sedikit berbeda dengan transmisi manual. Dibutuhkan pembiasaan agar tidak menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan.

Beberapa hal yang patut diperhatikan para pengemudi matic pemula adalah:

#1: Memahami betul posisi dan urutan tuas transmisi

Transmisi matic

Karena sangat bergantung pada transmisi, maka agar selalu lancar, pengemudi pemula wajib memahami urutan dan fungsi tuas transmisi sampai betul-betul paham. Jangan ragu untuk melirik ke tuas transmisi saat melakukan perpindahan. Pada awalnya, hal ini wajar. Nanti ketika sudah terbiasa, kita dapat melakukannya tanpa melihat.

Harus disadari, kode dan urutan yang ada pada tuas tranmisi memang berbeda-beda, sesuai merek mobilnya. Namun pada dasarnya fungsinya sama yaitu untuk Berjalan (D), Parkir (P), Netral (N), Mundur (R), dan Pembatasan Transmisi (2 atau L).

Pada transmisi matic, pergantian transmisi ini memang tidak sesering pada transmisi manual. Meski demikian, bukan berarti tuas transmisi ini tidak pernah disentuh sama sekali dalam perjalanan. Kita tetap harus rajin menyesuaikan kecepatan dan kondisi perjalanan dengan transmisi yang dibutuhkan. Misalnya pada saat di lampu merah atau jalan menanjak.

#2: Selalu fokus pada pengendalian kendaraan

Berkendara Jauh

Ketika tengah berada di jalan, pengemudi harus selalu fokus pada kinerja kendaraan. Jangan mudah terganggu oleh benda-benda lain yang mungkin dapat merusak konsentrasi, seperti HP, sistem audio, video, GPS, dll. Gangguan ini memang merupakan “godaan” terbesar pada pengguna matic, karena tubuh relatif pasif dan hanya melakukan pengendalian di setir.

Menurut penelitian di Jepang, pengemudi matic memang cenderung lebih aman, karena tugasnya selama perjalanan lebih sederhana. Namun meski begitu, jangan tergoda untuk melakukan hal-hal lain yang dapat merusak konsentrasi.

Meski tergolong mudah dioperasikan, namun bagi pengemudi pemula, sebelum mengenal dan terbiasa dengan transmisi matic, maka respons pengemudi akan selalu lebih lambat. Tentunya ini membahayakan, apalagi jikalau pengemudi menjadi panik.

Baca juga: Mesin Awet Sepanjang Masa, Inilah 5 Langkah Mudah Pencegahannya

#3. Memahami fungsi setiap kode pada tuas transmisi

Transmisi Matic

Setiap merek kendaraan memang punya kode transmisi yang agak berbeda. Namun pada dasarnya, kode ini punya fungsi dasar yang sama yakni berjalan, berjalan menanjak, parkir, mundur, dan netral. Bagi para pengemudi pemula, sebaiknya paham betul kapan setiap fungsi ini digunakan.

Kesalahan dalam menggunakan jenis fungsi, selain dapat merusak transmisi, juga dapat membuat celaka. Kerusakan transmisi bisa terjadi lantaran tidak paham memakai suatu posisi transmisi secara tepat. Misalnya saat berhenti, parkir, maju-mundur, atau saat menanjak.

Kecelakaan bisa timbul jika pengemudi belum terbiasa mengoperasikan transmisi dalam situasi tertentu. Terutama pada saat mobil baru akan berjalan. Kelalaian dalam menekan pedal gas, membuat mobil bisa hilang kendali. Meski sekilas terdengar sepele, namun contoh banyak kecelakaan terjadi karena hal ini.  

#4. Tetap tenang

Pengemudi Matic Pemula

Mengemudikan mobil bertransmisi matic mungkin agak membingungkan jika menghadapi situasi tertentu. Misalnya saat jalanan menanjak, hendak mendahului, atau saat berada di dalam gedung parkir yang sempit. Karena itu pengemudi harus tetap tenang dan berpikir jernih saat berada dalam kondisi tersebut.

Meski banyak yang berpendapat bahwa transmisi ini mudah dioperasikan, namun tetap saja butuh kehati-hatian. Banyak pengemudi matic pemula yang merasa sudah mahir, tapi tetap panik ketika berhadapan dengan kondisi yang di luar dugaannya. Karena itu tak ada salahnya pada tahap-tahap awal, minta didampingi mereka yang sudah terbiasa.

Kondisi ini juga berlaku bagi mereka yang baru menggunakan transmisi matic, meski sebelumnya sudah paham dan terbiasa menggunakan manual. Wajar jika kebiasaan pada transmisi manual akan membuat canggung pada awalnya.  

#5. Terus mengasah kemampuan

Cek Mobil Setelah Perjalanan Jauh

Karena masih baru mengemudikan matic, pengemudi jangan ragu untuk terus berlatih. Terutama menghadapi situasi-situasi yang mungkin bisa dihadapi sewaktu-waktu. Cari juga referensi soal teknis mengemudi matic di internet atau langsung bertanya kepada pengemudi yang sudah lebih berpengalaman.

Ada yang berpendapat, mengemudikan mobil secara baik memang membutuhkan “jam terbang”. Semakin lama melakukannya, maka akan semakin terlatih.

Dalam arti kata, jika memang belum lama melakukannya, sebaiknya tidak perlu merasa yakin dengan kemampuan mengemudi. Misalnya mengebut atau menyalip dengan kecepatan tinggi. Dengan transmisi matic, kondisi seperti ini membutuhkan sedikit keahlian teknis yang matang.

Baca juga: 4 Perilaku Pemilik Ini Berdampak Pada Kondisi Mobil Bekas

Mengemudi mobil matic memang tidak sulit. Bahkan ada yang berpendapat, justru lebih mudah dibandingkan transmisi manual. Meski demikian, tetap saja dibutuhkan pembiasaan untuk menghindari kondisi yang tidak diinginkan.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Cara Menghitung Depresiasi Harga Mobil Bekas Supaya Tidak Rugi Saat Dijual Lagi

Agustus 24, 2026
Otofriends, pernah merasa harga mobil yang kamu beli beberapa tahun lalu tiba-tiba turun cukup jauh ketika hendak dijual? Tenang, kamu tidak sendirian. Mobil memang termasuk aset yang mengalami depresiasi, yaitu penurunan nilai seiring bertambahnya usia dan pemakaian. Berbeda dengan properti yang dalam kondisi tertentu bisa mengalami kenaikan harga, kendaraan pada umumnya justru kehilangan sebagian nilainya
Baca Lebih Lanjut

Sering Isi BBM Oktan Rendah di Mobil Turbo? Ini Efek yang Bisa Diam-Diam Mengganggu Mesin

Agustus 24, 2026
Otofriends, punya mobil turbo modern memang menyenangkan. Tenaganya besar, akselerasinya responsif, tetapi kapasitas mesinnya tidak harus jumbo. Teknologi turbo memungkinkan mesin mendapatkan suplai udara lebih banyak sehingga tenaga yang dihasilkan bisa lebih tinggi. Namun, ada satu hal yang sering dianggap sepele: pemilihan bahan bakar. Masih banyak pemilik mobil yang berpikir selama mobil tetap menyala dan
Baca Lebih Lanjut

Mobil Listrik (BEV) Bisa Kok Parkir Paralel Tapi Pahami Dulu Aturan Mainnya!

Agustus 23, 2026
Beberapa hari ini, sempat viral video tentang keluhan seorang pemakai Hyundai Ioniq 5 yang mobilnya rusak di beberapa bagian, setelah beberapa kali mencoba parkir paralel di apartemennya. Pemilik mobil yang kebetulan seorang content creator, bernama Aa Juju itu, komplain ke dealer Hyundai tempatnya beli mobil. Tetapi ternyata respons yang didapatnya sungguh di luar nurul alias
Baca Lebih Lanjut