Download Aplikasi OTOS
Install

Jenis Obat Ini Berbahaya, Bikin Ngantuk Saat Mengemudi

Juli 09, 2024
By Thomas W
Jenis Obat Ini Berbahaya, Bikin Ngantuk Saat Mengemudi-otospector

Seseorang yang mengantuk, sesungguhnya adalah kondisi di mana ia merasa ingin tidur atau susah untuk tetap terjaga.

Bursa Mobil Bekas Online Berkualitas di Otos.id
Beli Mobil Bekas Online Berkualitas di Bursa Mobil Otos.id

Ada banyak faktor penyebabnya, seperti kurang tidur, kelelahan, stres, gangguan tidur, atau kondisi medis tertentu.

Akan tetapi mengantuk juga bisa dipicu oleh obat-obatan tertentu yang memiliki efek samping menenangkan sistem saraf pusat.

Simak obat yang tidak boleh diminum saat mengemudi biar kamu bisa berjaga-jaga dan tidak minum obat ini ketika ingin berkendara, karena akan mudah kita melihatnya seperti kandungan di kemasan obatnya.

Nah, masalahnya, kondisi ini bisa berbahaya jika seseorang akan melakukan aktivitas yang butuh konsentrasi dan kewaspadaan, seperti mengemudi, konsumsi obat tertentu bisa tidak direkomendasikan.

Agar terhindar dari rasa mengantuk saat mengemudi karena obat-obatan, maka Otofriends harus mengetahui jenis-jenis obat yang bisa menyebabkan ngantuk dan cara mengatasinya. Inilah beberapa golongan obat:

#1: Antihistamin

Obat yang bikin ngantuk

Inilah obat untuk mengobati reaksi alergi, seperti gatal-gatal, bersin-bersin, hidung tersumbat, mata merah, atau mual dan muntah akibat mabuk perjalanan.

Cara kerjanya dengan menghambat zat kimia yang dilepaskan oleh tubuh saat alergi (histamin). Namun, antihistamin juga bisa memengaruhi reseptor histamin di otak dan menyebabkan rasa kantuk.

Contoh antihistamin yang bisa menyebabkan ngantuk adalah chlorpheniramine(CTM), promethazine, ketotifen, alimemazine, cyproheptadine, hydroxyzine, atau clemastine.

Baca juga: Keselamatan Di Jalan Raya Ditentukan 5 Langkah Ini

#2: Obat Antidepresan

Obat yang bikin ngantuk

Obat ini diperuntukkan sebagai pengobatan  gangguan depresi dan kecemasan.

Cara kerjanya dengan memengaruhi keseimbangan zat kimia di otak yang berhubungan dengan suasana hati dan emosi. Namun efek sampingnya adalah mengantuk, terutama pada awal penggunaan atau saat dosisnya ditingkatkan.

Contoh obat antidepresan yang bisa menyebabkan ngantuk adalah fluoxetin, venlafaxine, dan amitriptyline.

#3: Obat Nyeri Golongan Opioid

Obat yang bikin ngantuk

Ini adalah obat untuk nyeri kronis atau nyeri akut yang tidak bisa ditangani oleh obat nyeri biasa.

Cara kerjanya berikatan dengan reseptor opioid di otak dan sumsum tulang belakang dan menghambat rasa sakit.

Namun efek sampingnya mengantuk, karena juga memengaruhi reseptor opioid di batang otak yang mengatur pernapasan dan kesadaran.

Contoh obat nyeri golongan opioid yang bisa menyebabkan ngantuk adalah morfin, fentanil, oksikodon, tramadol, dan kodein.

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

#4: Obat Penenang atau Obat Tidur

Obat yang bikin ngantuk

Obat ini digunakan sebagai pengobatan gangguan tidur, seperti insomnia atau sulit tidur.

Cara kerjanya dengan meningkatkan aktivitas zat kimia di otak yang disebut GABA (gamma-aminobutyric acid) yang berfungsi sebagai neurotransmiter inhibitor. GABA membantu menenangkan sistem saraf pusat dan membuat seseorang merasa rileks dan mengantuk.

Contoh obat penenang atau obat tidur yang bisa menyebabkan ngantuk adalah alprazolam, diazepam, lorazepam, estazolam.

Baca juga: 10 Cara Mencegah Ngantuk Saat Mengemudi

Cara Mengatasi Efek Samping Mengantuk Akibat Obat

  • Baca label atau keterangan obat dengan teliti sebelum mengonsumsinya.
  • Jangan mengonsumsi obat-obatan yang bisa menyebabkan ngantuk bersamaan dengan alkohol, obat-obatan lain, atau suplemen herbal yang juga bisa menimbulkan efek samping yang sama.
  • Jangan mengemudi, mengoperasikan mesin, atau melakukan aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi dan kewaspadaan setelah mengonsumsi obat-obatan yang bisa menyebabkan ngantuk.

Agar tidak menimbulkan kendala di jalan, seperti kecelakaan atau masalah lainnya, maka upayakan agar tidak meminum obat-obatan tersebut di atas. Berkendaralah saat tubuh dan kendaraan dalam kondisi sehat.

Jika Otofriends ingin memastikan kondisi kesehatan mesin mobil bekas, maka jangan ragu untuk memanfaatkan jasa inspeksi mobil bekas Otospector. Dengan inspeksi menyeluruh, maka kita dapat mengetahui kondisi sebuah mobil bekas dan menentukan harga terbaik saat membelinya.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Panther Pasti Ada! Ini Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Tahun 2026

April 16, 2026
Di bursa mobil bekas, konon ada batas angka psikologis soal harga mobil bekas yang masih layak dimiliki, tetapi harga sudah cukup murah, yaitu Rp100 juta. Dengan dana segitu, kita masih bisa dapat mobil-mobil yang layak pakai. Penampilan masih segar, performa tidak mengecewakan.   Terutama kalau pilihannya mobil di segmen yang populer, kayak MPV dan Hatchback;
Baca Lebih Lanjut

Ganti Oli Mobil Berdasarkan Waktu atau Jarak Tempuh? Banyak Pemilik Mobil Masih Salah!

April 15, 2026
Banyak pemilik mobil masih bingung kapan waktu terbaik untuk mengganti oli mesin. Ada yang berpatokan pada jarak tempuh, misalnya setiap 5.000 atau 10.000 kilometer. Namun ada juga yang lebih memilih mengganti oli berdasarkan jangka waktu, misalnya setiap 6 bulan sekali. Pertanyaannya, mana yang bener sih? Jawabannya adalah keduanya bener, tetapi yang paling tepat adalah mengikuti
Baca Lebih Lanjut

Catet Nih, Rekomendasi Bengkel AC Mobil Depok Paling Oke

April 14, 2026
Para pemilik mobil di kawasan Depok dan sekitarnya, terutama yang peduli pada perawatan mobilnya, tentu sangat butuh rekomendasi bengkel AC di Depok ini. Kalau boleh dibilang, AC mobil sebenarnya bisa dikatakan sangat jarang bermasalah. Apalagi kalau mobil dibeli dari baru dan dirawat sewajarnya. Namun bukan berarti AC dibiarkan bekerja terus-menerus begitu saja, tanpa diperhatikan lagi.
Baca Lebih Lanjut