Ini Beda Air Coolant Dengan Air Biasa Buat Radiator Mobil

November 20, 2024
By Thomas W
Ini Beda Air Coolant Dengan Air Biasa Buat Radiator Mobil-otospector

Sebenarnya apa beda air coolant dengan air biasa? Pertanyaan itu sering muncul, karena memang ada dua golong besar, yaitu pemakai air coolant, dan pemakai air biasa untuk radiator kendaraan mereka.

Masing-masing golongan tentu punya alasan sendiri memilih jenis cairan untuk radiatornya. Yang jelas tujuan mereka sama-sama ingin memastikan suhu mesin tidak terlalu tinggi dan masih dalam batas normal.

Dalam proses kerjanya, cairan radiator memang akan mengalir melalui radiator serta saluran-saluran pada mesin. Kemudian, cairan akan menyerap panas dari komponen-komponen mesin dengan lebih optimal.

Nah, dari proses seperti itu, tentu ada beda air coolant dengan air biasa. Di mana saja? Yuk, kita ikuti pembahasannya satu per satu:

#1: Titik Didih Cairan

Titik didih cairan

Sumber: Mercedesassistance.com

Seperti kita tahu, coolant punya titik didih lebih tinggi dibandingkan dengan air biasa.

Semakin tinggi titik didih cairan radiator, akan lebih efektif pula dalam menjaga suhu mesin agar tetap stabil. Terutama pada kondisi lingkungan yang ekstrem atau saat mesin bekerja keras.  

Jika titik didih air biasa adalah 100 derajat Celcius, maka titik didih coolant berkisar antara 110 derajat Celcius hingga 130 derajat Celcius.

Titik didih coolant sangat dipengaruhi oleh kandungan ethylene glicol, konsentrasi coolant dengan air, dan tekanan sistem pendinginnya.

Bursa Mobil Bekas Online Berkualitas di Otos.id
Beli Mobil Bekas Online Berkualitas di Bursa Mobil Otos.id

#2: Masa Pakai

Masa pakai

Sumber: Detik.com

Coolant punya keunggulan pada masa pakai yang lebih panjang dibanding air biasa.

Umumnya, coolant bisa dipakai antara 2 tahun sampai 5 tahun atau 40.000-80.000 km. Walau ada juga yang lebih dari itu, bahkan sampai 10 tahun.

Faktor yang mempengaruhi usia coolant antara lain dari jenis dan kualitasnya. Coolant organik biasanya punya usia pakai lebih lama dibanding coolant anorganik.  

Coolant organik memakai teknologi organik (Organic Acid Technology/OAT) sebagai dasar formulanya. Sedangkan coolant konvensional menggunakan bahan kimia anorganik seperti silikat, fosfat, dan nitrit

Sementara itu, penggunaan air biasa akan cenderung terus berkurang seiring penguapan akibat panas dari mesin.

Baca juga: Apa Boleh Langsung Pakai Mobil Matic Tanpa Harus Dipanasin Dulu?

#3: Kandungan dan Efeknya

Kandungan dan efeknya

Sumber: Gridoto.co.id

Selain ethylene glicol, coolant punya kandungan anti-korosi yang mencegah radiator berkarat dalam jangka waktu lama.

Sedangkan air biasa tentu saja rawan menimbulkan karat. Padahal kalau radiator sudah karatan dan bocor, maka tidak akan efektif mencegah kenaikan suhu.

Coolant juga mengandung antibusa. Busa yang terbentuk di dalam sistem pendingin bisa mengganggu sirkulasi coolant. Efisiensi pendinginan juga ikut berkurang.

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

#4: Pengaruhnya Pada Mesin

Pengeruhnya pada mesin

Sumber: Bengkelmobilojc.com

Air coolant akan lebih meningkatkan performa radiator dibanding air biasa.

Indikasinya bisa dilihat dari suhu mesin yang stabil akan membuat kinerja mesin jadi lebih optimal. Kalau mesin terlalu panas atau malah terlalu dingin, efisiensi dan dayanya akan berkurang.

Dengan mencegah overheat, artinya coolant juga mencegah kerusakan berbagai komponen mesin. Kalau sampai rusak, tentu saja biayanya tidak murah.

Terakhir, karena mesin bekerja pada suhu optimal, maka konsumsi bahan bakarnya juga lebih efisien.

Baca juga: Bolehkah Menyalakan AC Ketika Mobil Dipanaskan?

Apakah radiator yang menggunakan air biasa, bisa langsung beralih pakai coolant?

Bisa saja, asalkan kita sudah memastikan bahwa penggunaan air biasa sebelumnya tidak menimbulkan karat. Indikasinya bisa terlihat dari kondisi air di dalam radiator yang masih bening.

Perlu juga dipastikan, pada saat proses sirkulasi untuk membersihkan radiator, tidak ada karat yang muncul. Karena air coolant mengandung antikarat, maka biasanya cairan ini justru akan mengangkat karat yang sudah ada.

Jika Otofriends ingin memastikan sistem pendingin mobil bekas masih bekerja dengan benar, jangan ragu untuk memanfaatkan jasa inspeksi mobil bekas Otospector.

Dengan melakukan Inspeksi mobil secara cermat dan dilakukan oleh tenaga profesional, maka Otofriends akan mendapat gambaran menyeluruh tentang sebuah mobil bekas.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Catat Tanggalnya! Pengundian BG Junction dan GEMILANG Bursa Mobil SOBAT BFI Akan Digelar 29 Agustus 2026

Agustus 10, 2026
Otofriends, ada kabar baik buat kamu yang telah mengikuti Program GEMILANG Bursa Mobil SOBAT BFI. Momen yang paling ditunggu akhirnya akan segera tiba. Pengundian hadiah Program GEMILANG akan dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2026. Menariknya, pada hari yang sama juga akan berlangsung Undian BG Junction sebagai bagian dari rangkaian acara bersama BFI Finance. Namun perlu
Baca Lebih Lanjut

Spesifikasi DFSK E5 Plus, SUV yang Sekali Gas, Jakarta – Mandalika!

Agustus 09, 2026
Para pengunjung Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang mencari mobil 7 penumpang alias mobil keluarga, umumnya sempat mempertimbangkan untuk membeli DFSK E5 Plus. Maklum, Mid-Size SUV dari PT Sokonindo Autombobile berteknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dipasarkan sangat kompetitif dengan model-model yang sudah mapan dari merek ternama. Selama GIIAS 2026, E5 Plus dibanderol
Baca Lebih Lanjut

ZEEKR 9X di GIIAS 2026 SUV Hybrid Sultan Bertenaga 1.030 kW, 0-100 Km/Jam Cuma 3,1 Detik

Agustus 08, 2026
Otofriends, kalau kamu mengira mobil listrik dan hybrid premium yang hadir di GIIAS 2026 bakal begitu-begitu saja, sepertinya kamu harus siap melihat sesuatu yang jauh lebih ekstrem. Nama ZEEKR 9X mulai ramai diperbincangkan karena SUV flagship ini disebut-sebut berpotensi meramaikan GIIAS 2026. Namun, perlu digarisbawahi sejak awal, kehadiran resmi ZEEKR 9X di GIIAS 2026 belum
Baca Lebih Lanjut