Ganti Oli Mobil Di Luar Jadwal Bisa Karena 4 Sebab Ini

Agustus 27, 2021
By Thomas W
Ganti Oli Mobil Di Luar Jadwal Bisa Karena 4 Sebab  Ini-otospector

Selama ini kita tahu ganti oli mobil dilakukan sesuai anjuran buku manual kendaraan, yakni berdasarkan jarak tempuh atau waktu pemakaian. Namun ternyata ada kondisi-kondisi lain yang mengharuskan oli diganti walau belum saatnya. 

Pergantian oli yang normal biasanya dilakukan sesuai jenis olinya. Pada oli yang bahannya campuran mineral, setiap 5.000 km. Sedangkan pada oli full sintetis, usianya bisa lebih panjang, yakni 10.000 km atau 6 bulan

Nah, di luar dari hitungan itu, ganti oli mobil juga bisa disebabkan:

#1: Sehari-hari Menghadapi Kondisi Ekstrem

Antrian Mobil

Pergantian oli normal sebenarnya didasari asumsi bahwa mobil menghadapi situasi yang wajar. Tapi kalau sehari-hari yang dihadapi situasi ekstrem, perhitungan itu berubah. Oli harus sering diganti sebelum waktu normalnya.

Bagi masyarakat perkotaan misalnya kalau sehari-hari menghadapi lalu-lintas padat bahkan bisa merayap berjam-jam. Usia pakai oli jadi lebih pendek karena oli terus bekerja sementara jarak tempuhnya masih rendah.

Kondisi lain yakni daerah-daerah dengan medan ekstrem, seperti banyak tanjakan seperti di pegunungan atau jalur off-road. Di medan seperti itu, mesin bekerja keras sehingga akibatnya oli sering panas.

#2:  Kualitas Oli Menurun

Gonta-Ganti Oli

Oli yang sudah berkurang kualitasnya harus segera diganti. Oli baru biasanya punya tekstur licin, lengket, dan terlihat bening. Berbeda dengan oli lama yang biasanya berwarna keruh.

Perubahan warna sebenarnya adalah tanda oli telah berfungsi membersihkan dinding silinder. Kotoran karbon pada dinding silinder terbentuk akibat proses oksidasi. Kerak-kerak inilah yang diangkat oli.

Kalau warna oli sudah berubah, tentu sebaiknya dicermati. Karena masalahnya warna bukan satu-satunya indikator. Kekeruhan juga bisa terjadi pada oli baru. Maka perhitungkan juga situasi yang dihadapi mobil sehari-hari dan lama pemakaian oli.

Baca juga: Kapan Ya Sebaiknya Ganti Oli Mobil? Cari Tahu di Sini!

#3: Akselerasi Mesin Terasa Berat

Tips Memilih Mobil Bekas

Akselerasi yang berat biasanya hanya bisa dirasakan orang-orang yang cukup peka dan kenal mesin. Contohnya mekanik atau pemilik yang biasa mengemudikan mobil tersebut.

Dalam kasus ini, beratnya akselerasi diakibatkan kualitas oli yang menurun sehingga gesekan pada komponen mesin makin tinggi. Kinerja mesin juga semakin berat karena dipaksa bekerja dalam kondisi tidak normal.

Pergesekan antarkomponen yang tinggi pada akhirnya juga akan membuat kerusakan. Akibatnya fungsinya jadi menurun atau malah harus diganti.

#4:  Mesin Bergetar Atau Bunyi Kasar

Cek Harga Innova Bekas Di Bawah 100 Juta, Ada Yang Diesel

Getaran pada kendaraan memang bisa disebabkan berbagai faktor. Namun dalam kasus ini, getaran terasa saat mesin sedang idle. Sedangkan bunyi kasar biasanya terdeteksi saat mobil baru saja dihidupkan.

Dengan sedikit kepekaan, kita bisa membedakan getaran mesin dengan getaran-getaran karena penyebab lain. Misalnya karena engine mounting yang sudah lemah.  

Tanda-tanda ini akan semakin jelas jika getaran dan bunyi kasar semakin bisa dirasakan mendekati masa pergantian oli. Jika setelah oli diganti kondisi mesin jadi lebih membaik, artinya  memang sumber masalahnya pada oli.

Baca juga: 6 Trik Pedagang Seputar Mesin, Saat Jual Beli Mobil Bekas

Bagaimana perawatan harian oli mesin sehingga selalu dalam kondisi layak?

Langkahnya sederhana. Otofriends cukup mengecek oli secara rutin dengan dipstik pada saat mesin dalam kondisi dingin. Jika mobil dipakai harian, lakukan setidaknya seminggu sekali.

Kalau jejak oli pada dipstik ada di bawah level standar, segera lakukan penambahan. Tapi ingat, penambahan tidak boleh melebihi batas maksimalnya, agar kinerja mesin tidak jadi berat.

Setelah mobil menempuh jarak 50.000 km oli perlu dikuras. Beda dengan ganti oli biasa, karena kali ini oli benar-benar dikuras hingga jumlah yang dikeluarkan sampai 12 liter atau sekitar 3 kali lipat dari biasanya. Langkah ini penting untuk menjaga kondisi pelumasan di dalam mesin.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Kenalan Sama Si Penantang, Chery Omoda O4 Yang Bakal Debut di GIIAS 2026

Juli 19, 2026
Masih dalam rangka pemanasan menjelang digelarnya Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, ada satu EV yang diperkirakan bakal bikin heboh ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia itu. Berasal dari pabrikan Chery, diperkirakan bakal debut EV andalan terbarunya, Chery Omoda O4. Crossover ini mulai terlihat wara-wiri di sejumlah tempat di Jakarta dalam wujud aslinya dan
Baca Lebih Lanjut

Intip Spesifikasi Jaecoo J5 yang Gosipnya Hadir di GIIAS 2026 Layak Ditunggu!

Juli 18, 2026
Persaingan SUV kompak di Indonesia tampaknya bakal semakin seru. Setelah sukses memperkenalkan beberapa model premium seperti Jaecoo J7 dan J8, kini nama Jaecoo J5 mulai ramai diperbincangkan. Banyak pecinta otomotif menduga mobil ini akan menjadi salah satu bintang di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Meski pihak JAECOO belum mengumumkan seluruh spesifikasi resmi
Baca Lebih Lanjut

Insentif Mobil Listrik Ditunda, Ini Dampaknya Bagi Penjualan EV

Juli 15, 2026
Lama dinanti, ternyata insentif mobil listrik yang rencananya bakal diberlakukan Juli 2026 ini, ditunda lagi. Penundaan disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Menurut Airlangga, insentif kendaraan listrik masih dikaji  dan kemungkinan implementasinya akan diundur pada Agustus mendatang. Lalu bagaimana dampak penundaan ini terhadap penjualan EV nasional? Mari kita lihat saja fakta-faktanya: #1: Insentif Ditunda
Baca Lebih Lanjut