
Pasar mobil listrik Indonesia berpotensi kedatangan pemain baru dari BYD. Kali ini, perhatian tertuju pada BYD Atto 2, SUV listrik kompak yang diposisikan untuk mengisi segmen di antara model BYD yang lebih kecil dan Atto 3.
Mobil ini menarik perhatian karena dimensinya cukup ringkas untuk penggunaan perkotaan, tetapi tetap menawarkan karakter SUV dengan kabin yang dirancang untuk kebutuhan harian. Di pasar internasional, Atto 2 juga tersedia dengan beberapa pilihan kapasitas baterai dan jarak tempuh.
Kabar terbarunya, BYD telah memperkenalkan Atto 2 di Indonesia untuk mempelajari potensi pasar. Namun, Otofriends perlu mencatat bahwa mobil ini belum resmi dipasarkan di Tanah Air dan harga resminya belum diumumkan. BYD juga menyampaikan rencana menghadirkan teknologi Blade Battery generasi kedua yang mendukung Flash Charging.
Lantas, seperti apa spesifikasi BYD Atto 2 dan apa saja keunggulannya? Yuk, simak pembahasannya!


Berikut gambaran spesifikasi BYD Atto 2 berdasarkan informasi yang telah dipublikasikan untuk model yang diperkenalkan di Indonesia dan varian yang tersedia di pasar tertentu. Spesifikasi final untuk Indonesia masih menunggu pengumuman resmi.
| Komponen | Spesifikasi yang terungkap |
| Jenis kendaraan | SUV listrik kompak |
| Panjang | 4.310 mm |
| Lebar | 1.830 mm |
| Tinggi | 1.675 mm |
| Jarak sumbu roda | 2.620 mm |
| Penggerak | Roda depan (FWD) |
| Motor listrik | Permanent Magnet Synchronous Motor |
| Tenaga | 70 kW atau sekitar 94 PS |
| Torsi | 180 Nm |
| Pilihan baterai | 32 kWh, 45,12 kWh, dan 51,13 kWh |
| Jarak tempuh klaim | Hingga 501 km, standar CLTC |
| Platform | e-Platform 3.0 |
| Harga Indonesia | Belum diumumkan |
Data dimensi, motor, dan pilihan baterai tersebut berasal dari informasi Atto 2 yang dipublikasikan di Indonesia. Angka jarak tempuh menggunakan standar CLTC, sehingga tidak bisa langsung disamakan dengan hasil pengujian WLTP atau jarak tempuh riil di jalan Indonesia.

Dari segi tampilan, BYD Atto 2 mengusung desain SUV modern dengan bodi yang relatif ringkas. Proporsinya cocok untuk konsumen yang membutuhkan mobil listrik dengan posisi duduk khas SUV, tetapi tidak ingin kendaraan berukuran terlalu besar.
Dimensi panjang 4.310 mm, lebar 1.830 mm, dan tinggi 1.675 mm membuatnya berada di kelas SUV kompak. Sementara itu, jarak sumbu roda 2.620 mm menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap pengaturan ruang kabin.
Ukuran seperti ini berpotensi memudahkan mobil digunakan untuk aktivitas harian, mulai dari pergi ke kantor, berbelanja, hingga perjalanan bersama keluarga kecil.
Meski begitu, kenyamanan dan kelapangan kabin tidak bisa dinilai hanya dari angka dimensi. Tata letak kursi, ruang kaki, bentuk atap, dan kapasitas bagasi juga berpengaruh.

Untuk model yang spesifikasinya telah terungkap, BYD Atto 2 menggunakan satu motor listrik dengan penggerak roda depan atau front-wheel drive (FWD).
Motor tersebut menghasilkan tenaga 70 kW atau sekitar 94 PS, dengan torsi maksimum 180 Nm. Karakter motor listrik memungkinkan torsi tersedia dengan cepat ketika pengemudi mulai berakselerasi.
Untuk penggunaan perkotaan, karakter ini bisa membantu kendaraan bergerak responsif dari kecepatan rendah, misalnya ketika keluar dari persimpangan atau mengikuti arus lalu lintas.
Atto 2 juga menggunakan platform e-Platform 3.0 yang dikembangkan BYD untuk kendaraan listrik. Namun, performa akhir dan kelengkapan yang ditawarkan di Indonesia tetap perlu menunggu spesifikasi resmi untuk pasar lokal.
Salah satu bagian menarik dari spesifikasi BYD Atto 2 adalah pilihan kapasitas baterainya.
Berdasarkan informasi yang beredar, tersedia tiga pilihan baterai Blade berkapasitas 32 kWh, 45,12 kWh, dan 51,13 kWh pada varian tertentu. Masing-masing menawarkan jarak tempuh klaim yang berbeda.
Baterai Blade BYD menggunakan kimia lithium iron phosphate (LFP). Teknologi ini dikenal memiliki karakteristik yang berbeda dari baterai lithium-ion dengan kimia lain, termasuk dari sisi ketahanan siklus dan pengelolaan termal.
Meski demikian, umur baterai tetap dipengaruhi oleh temperatur, pola pengisian, penggunaan kendaraan, dan sistem pengendalian baterai.
Untuk calon pembeli, kapasitas baterai menjadi faktor penting karena memengaruhi jarak tempuh, kebutuhan pengisian daya, dan biaya penggunaan kendaraan dalam jangka panjang.


Varian dengan baterai terbesar, yakni 51,13 kWh, diklaim mampu menempuh hingga 501 km berdasarkan standar pengujian CLTC. Sementara itu, pilihan baterai 32 kWh dan 45,12 kWh memiliki klaim jarak tempuh masing-masing 301 km dan 401 km.
Angka tersebut tentu menarik untuk kendaraan yang diproyeksikan menyasar penggunaan harian. Namun, Otofriends perlu memahami bahwa CLTC merupakan standar pengujian yang digunakan di China. Hasilnya tidak selalu sama dengan jarak tempuh dalam kondisi nyata.
Kecepatan berkendara, penggunaan AC, jumlah penumpang, kondisi jalan, temperatur, serta kebiasaan akselerasi dapat memengaruhi konsumsi energi.
Karena itu, saat BYD mengumumkan versi Indonesia, perhatikan standar pengujian yang digunakan dan jangan hanya membandingkan angka jarak tempuh tanpa melihat metode pengujiannya.
Hal yang menjadi sorotan dari rencana Atto 2 untuk Indonesia adalah penggunaan Blade Battery generasi kedua atau Blade Battery 2.0 yang mendukung teknologi Flash Charging.
BYD menyampaikan bahwa teknologi Flash Charging dalam kondisi lingkungan normal mampu mengisi baterai dari 10% ke 70% dalam sekitar lima menit, serta dari 10% ke 97% dalam sekitar sembilan menit.
Namun, angka tersebut merupakan klaim untuk teknologi pengisian yang didukung oleh sistem terkait, bukan jaminan bahwa setiap stasiun pengisian dapat memberikan kecepatan yang sama.
Kecepatan pengisian aktual dipengaruhi kapasitas charger, kesiapan infrastruktur, temperatur baterai, tingkat pengisian awal, dan batas daya yang didukung kendaraan.
Jadi, jika kamu tertarik dengan fitur ini, pastikan informasi final mengenai kompatibilitas charger, kebutuhan daya, dan ketersediaan infrastruktur di Indonesia sudah jelas sebelum memutuskan membeli.

Atto 2 dirancang sebagai SUV listrik kompak, sehingga kepraktisan kabin menjadi salah satu aspek penting untuk diperhatikan.
Untuk penggunaan keluarga, hal yang perlu dilihat bukan hanya desain dashboard, melainkan juga ruang kaki baris kedua, posisi duduk, akses keluar-masuk, dan kapasitas bagasi.
Fitur seperti layar infotainment, konektivitas smartphone, kamera parkir, serta sistem bantuan pengemudi dapat berbeda menurut varian dan negara pemasaran. Karena itu, jangan menganggap seluruh fitur yang tersedia di pasar internasional otomatis hadir pada model Indonesia.
Ketika versi lokal resmi diperkenalkan, periksa daftar fitur berdasarkan tipe. Informasi tersebut akan membantu kamu membandingkan Atto 2 dengan SUV listrik kompak lainnya secara lebih adil.
Sampai 17 Oktober 2026, BYD belum mengumumkan harga jual resmi Atto 2 di Indonesia. Perusahaan masih mempelajari potensi pasar dan belum menetapkan jadwal peluncuran resminya.
Sebelumnya, sejumlah kode kendaraan yang diduga berkaitan dengan Atto 2 sempat muncul pada data Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) DKI Jakarta. Namun, NJKB bukan harga jual on-the-road (OTR) karena belum memasukkan seluruh komponen biaya dan penetapan harga dari produsen.
Karena itu, angka dari NJKB maupun harga di negara lain sebaiknya tidak dianggap sebagai harga resmi Indonesia.
Otofriends sebaiknya menunggu pengumuman harga, varian, garansi baterai, dan fasilitas purnajual sebelum membandingkan nilai pembelian Atto 2 dengan pesaingnya.
Spesifikasi BYD Atto 2 menunjukkan potensi sebagai SUV listrik kompak untuk penggunaan harian. Mobil ini memiliki dimensi yang relatif praktis, motor listrik 70 kW dengan torsi 180 Nm, serta pilihan baterai hingga 51,13 kWh dengan klaim jarak tempuh mencapai 501 km berdasarkan standar CLTC.
Teknologi Blade Battery generasi kedua dan Flash Charging juga menjadi hal menarik dari rencana BYD untuk pasar Indonesia. Meski begitu, harga, varian, kelengkapan fitur, dan jadwal peluncuran lokal masih menunggu konfirmasi resmi.
Jadi, Otofriends, Atto 2 layak masuk daftar pantauan jika kamu sedang mempertimbangkan SUV listrik kompak. Namun, sebelum mengambil keputusan, pastikan kamu sudah mendapatkan spesifikasi final untuk Indonesia agar dapat membandingkan harga, jarak tempuh, garansi, dan kebutuhan pengisian daya secara tepat.
Bagikan
