Klik disini untukPesan Mobil Idaman

5 Penyakit Mesin Innova Bensin Yang Sering Terjadi

November 20, 2020
By Thomas W
5 Penyakit Mesin Innova Bensin Yang Sering Terjadi-otospector

Wajar jika pemilik Toyota Kijang Innova terkesan begitu cinta kepada mobilnya. Agaknya kesan ini yang membuat Innova rata-rata dipakai sebagai mobil harian dalam jangka waktu lama. Dan kenyataan itu pula yang membuat pembahasan soal penyakit mesin Innova bensin selalu jadi perbincangan seru di berbagai forum otomotif.

Sebenarnya Innova dikenal sebagai mobil yang jarang bermasalah, baik yang bermesin bensin maupun dieselnya. Dengan mesin 2.0 liter 1TR-FE VVT-i dan pernah juga ada versi 2.7 liter 2TR-FE VVT-i, mesin Innova bensin dikenal memiliki durabilitas yang baik. Perawatannya juga tergolong mudah, spare part juga berlimpah.

Akan tetapi seiring pemakaian kendaraan, begitu usianya menginjak di atas 5 tahun, mobil ini juga butuh perhatian ekstra. Terutama untuk komponen-komponen slow moving yang mulai memasuki batas pemakaiannya.

Mari kita simak 5 penyakit mesin Innova bensin yang biasa dialami mobil yang telah cukup berusia.

#1: Mesin Mobil Cepat Panas

5 Penyakit Mesin Innova Bensin

Wajar jika kendaraan yang sudah berumur, mesin mobil cepat panas . Tapi kondisi itu jangan dibiarkan karena dampaknya bisa berakibat ke mesin. Suhu panas akan menyebabkan mesin ngelitik dan AC kurang dingin.

Radiator bermasalah bisa jadi penyebab. Biasanya karena pengisian cairannya yang tidak tepat, misalnya diisi air biasa, air AC, atau malah coolant palsu. Radiator bisa mampet sehingga cairan tidak bisa lewat sempurna. Tentu saja penyelesaiannya radiator harus dibersihkan.

Bisa dicek juga masalah viscous fan. Putaran kipas viscous fan yang mengikuti putaran mesin, bisa bermasalah jika terlalu enteng atau malah terlalu berat. Lakukan pengecekan dengan memutarnya pakai tangan saat mesin mati. Biasanya problem ada pada pelumasnya.

#2: Mesin Seperti Kehilangan Tenaga

5 Penyakit Mesin Innova Bensin

Hilangnya tenaga bisa disebabkan karena filter bensin yang kotor. Kualitas bensin yang dipakai sehari-hari jadi penyebab utama. Agar kualitasnya baik dan tidak cepat sobek, biasakan untuk membeli filter bensin yang orisinil. Filter yang “KW” rawan sobek, sehingga kotoran bisa menembus dan menyebabkan mesin mati total. Filter sebaiknya diganti dan jangan hanya dibersihkan, kecuali dalam kondisi darurat.

Filter yang kotor berakibat pada kotornya injektor. Akibatnya pembakaran tidak sempurna dan tenaga hilang. Bersihkan injektor dengan cara di-tune up, dikalibrasi ulang, dan dibersihkan manual.

Terakhir bisa juga throttle body yang kotor. Akibatnya pembukaan throttle tidak besar dan udara jadi terbatas. Pembakaran jadi tidak sempurna. 

Baca juga: Gara-gara APM Bermasalah, Merek-merek Ini Harga Bekasnya Jatuh

#3: Mesin Terasa Berebet atau Pincang  

5 Penyakit Mesin Innova Bensin

Masalah ini biasanya bersumber dari koil yang rusak. Usia kendaraan yang sudah lama akan membuat usia pakai koil sudah sampai limitnya. Masalahnya, kadang pemilik tidak menyadari hal ini, apalagi jika pemilik kurang memperhatikan sektor mesin. Akibatnya mesin jadi pincang.

Koil yang rusak gejalanya bocor atau malah tidak nembak sama sekali. Solusinya tentu harus diganti. Ada sebagian orang yang mencoba mengakali, tapi hal ini tidak direkomendasikan. Harga koil yang orisinil saat ini juga cukup ekonomis yakni berkisar Rp250 ribu.  

#4: Masalah pada AC Mobil

5 Penyakit Mesin Innova Bensin

Meski bukan bagian langsung dari mesin, namun masalah AC juga sering dikeluhkan. Biasanya masalah adalah soal embusan anginnya kecil. Bisa penyebabnya filter atau evaporatornya mampet. Bersihkan saja ke bengkel AC sambil sekaligus tanyakan tentang cara perawatan AC yang baik.

Masalah pada AC mobil juga bisa tentang kinerjanya yang kurang dingin. AC yang terasa panas ini biasanya identik dengan adanya kebocoran. Bisa jadi penyebabnya karena evaporator yang bocor akibat keropos. Akibatnya freon keluar dan habis.

#5: Sensor-sensor yang Bermasalah

5 Penyakit Mesin Innova Bensin

Sebenarnya Innova atau mobil Toyota pada umumnya tidak punya masalah yang diwaspadai menyangkut sensor-sensor. Hanya saja ada catatan khusus tentang sensor timing belt. Begitu sensor ini menyala di sekitar 150 ribu kilometer dan diikuti pergantian timing belt, maka harus diikuti juga dengan reset sensor timing belt. Pada beberapa kasus, hal ini lupa dilakukan sehingga dianggap bermasalah.

Mass Airflow (MAF) Sensor juga harus rajin dicek. Karena kalau sensor ini rusak atau kerjanya tidak bagus, maka mesin bisa berebet dan mati sendiri. Saat sensor ini rusak, sensor check engine biasanya juga akan menyala. Jika rusak ya harus diganti. Karena itu disarankan untuk rajin membersihkan saat servis rutin agar tetap awet.

Baca juga: 5 Penyebab Mesin Mobil Panas Ini Harus Segera Anda Ketahui!

Kuncinya Pada Perawatan

Menyimak daftar 5 penyakit mesin Innova bensin tampak jelas bahwa permasalahan yang timbul umumnya terkait dengan komponen-komponen slow moving seperti radiator, viscous fan, koil, atau filter-filter. Karena itu kita harus rajin memantau kondisi komponen-komponen tersebut mengingat masing-masing ada masa pakainya.

Radiator misalnya, usia idealnya adalah 5-7 tahun. Namun ada juga radiator yang bisa sampai 10 tahun tanpa masalah, karena dirawat. Begitu pula filter bensin, bisa bertahan bertahun-tahun asalkan menggunakan bahan bakar yang semestinya.

Dari fakta-fakta itu jelas bahwa kuncinya ada perawatan yang benar dan pemantauan rutin agar Innova Anda tetap dalam kondisi prima sehingga harga jual kembalinya bisa lebih tinggi.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya