4 Cara Memilih Oli yang Tepat untuk Mobil Anda

Agustus 31, 2017
By jandika
4 Cara Memilih Oli yang Tepat untuk Mobil Anda-otospector

Oli berfungsi untuk melumasi mesin mobil agar tidak saling berbenturan satu sama lain. Agar mesin bisa terus bekerja dengan mulus, jangan sampai Anda salah memilih oli untuk mobil. Akibat yang ditimbulkan tidak sepele lho, karena bisa membuat tenaga mesin terus menurun.

Memang, biasanya montir di bengkel kepercayaan akan merekomendasikan jenis oli yang cocok untuk mobil Anda. Tapi, Anda pun wajib mengetahui seperti apa sih oli yang tepat untuk kendaraan yang dimiliki. Ini dia penjelasan lengkapnya untuk Anda.

#1: Pahami Karakter Mesin

Pahami Karakter Mesin

Cara paling simpel untuk memilih oli yang tepat untuk mobil ialah dengan melihat manual book yang disertakan saat pembelian. Umumnya di dalam buku tersebut dijelaskan mengenai spesifikasi mesin dan jenis oli yang tepat. Hal paling penting ialah kecocokan dengan mesin serta kualitasnya, bukan merek!

#2: Kekentalan Oli

Kekentalan Oli

Walau memiliki fungsi yang sama, namun oli tidak dapat melindungi mesin secara maksimal jika kandungannya tidak sesuai dengan karakter mobil Anda. Biasanya perbedaan tersebut dapat dilihat dari kekentalan cairan oli. Tingkat kekentalan alias viscosity-grade ini ditunjukkan dengan nomor Society of Automotive Engineer (SAE).

Semakin besar angka yang berada di belakang kode SAE, maka itu menunjukkan konsentrasi cairan yang lebih kental. Sebagai contoh, oli dengan kode SAE 15W-40. Kode tersebut menunjukkan bahwa kekentalan pada kondisi winter (WAE) adalah 15 sementara saat panas 40.

Baca Juga: 7 Lampu Indikator Penting Pada Dashboard Mobil

#3: Bahan Pembuatan Oli

Sintetik vs Non-Sintetik

Oli mobil dibedakan menjadi dua jenis berdasarkan bahan yang digunakan. Jenis yang pertama ialah oli sintetis yang dibuat dari berbaga bahan kimia dengan sifat aditif. Sementara itu yang kedua ialah oli mineral yang terbentuk dari ekstraksi minyak bumi, dengan kata lain lebih alami.

Oli sintetis dapat berguna lebih maksimal ketika digunakan untuk mobil-mobil pabrikan baru. Kelebihan dibandingkan oli mineral pun lebih banyak, di antaranya yaitu:

  • Kadar penguapan lebih rendah karena cenderung stabil jika terkena suhu tinggi
  • Tahan terhadap gesekan dan melumasi mesin dengan lebih baik
  • Lebih ekonomis karena tahan terhadap oksidasi
  • Dapat menjaga kebersihan mesin karena mengandung detergen

#4: Hindari Oli Palsu

Hindari Oli Palsu

Sekarang ini begitu banyak oli abal-abal yang beredar di pasaran. Kadang-kadang oli ini dipatok dengan harga yang relatif lebih murah, namun sang penjual kerap memberikan gimmick yang membuat Anda percaya. Berhati-hatilah, kenali ciri-ciri oli palsu di bawah ini:

  • Oli umumnya berwarna kunging jernih seperti minyak kelapa sawit. Oli yang palsu biasanya lebih pekat dan warnanya hitam gelap
  • Oli palsu akan terasa kasar saat dipegang dengan kedua jari karena terdapat kandungan logam
  • Bau dari oli palsu sangat tengik seperti hasil dari bekas pembakaran

Baca Juga: 7 Tips Memilih Mobil Bekas Berkualitas

Gonta-ganti Oli, Boleh?

Gonta-Ganti Oli

Terkadang ada orang yang terus-terusan menggunakan satu merek oli tertentu saja untuk mobilnya. Setelah mengetahui ada merek yang lebih bagus, ia ragu karena takut hal tersebut dapat memengaruhi kondisi mesin. Sebenarnya bolehkah Anda menggonta-ganti merek oli untuk mobil?

Boleh saja! Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, merek dan harga bukalah penentu utama dari kualitas oli mobil Anda. Yang paling penting, oli tersebut memiliki kekentalan yang sama untuk jenis mesin. Ingat! Saat melakukan penggantian merek, kuras habis oli sisa agar tidak terdapat sisa pembakaran dari oli lama.

Pemeriksaan Kondisi Oli

Periksa Kondisi Oli

Oli tidak sekedar berfungsi sebagai pelumas mesin saja! Ada kegunaan lain yang perlu Anda ketahui yaitu sebagai pelindung karat, menjaga kestabilan suhu mesin, dan pembersih serta menutupi celah dinding mesin.

Cukup banyak bukan fungsinya? Oleh karena itu, setelah memilih oli yang tepat untuk mobil Anda, jangan lupa untuk memeriksa kondisi dan volume nya secara rutin. Jika tidak, bukan hanya mesin saja yang dapat terkena dampaknya, bisa jadi komponen mobil lain pun ikut rusak karena kesalahan tersebut.

Bagi Anda yang ingin membeli mobil bekas, memeriksa kondisi dan volume oli mesin mobil incaran juga sangatlah penting. Anda bisa mengetahui kualitas mesin dari kondisi oli-nya. Salah satu indikasi mesin mobil bermasalah adalah jika oli seperti berpasir atau sudah tercampur air. Jika Anda menemukan kondisi oli seperti itu, Anda harus waspada.

Jika Anda butuh bantuan, 150+ Poin Inspeksi kami sudah mencakup pemeriksaan kondisi dan volume oli mesin, sehingga Anda tidak perlu khawatir lagi dan bisa yakin mengetahui kondisi oli mobil incaran Anda.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Cat Mobil Sering Terjemur Matahari? Ini Cara Merawatnya Biar Tidak Cepat Kusam

September 27, 2026
Buat Otofriends yang setiap hari membawa mobil untuk bekerja, antar anak sekolah, atau sekadar parkir di area terbuka, terpapar matahari mungkin sudah menjadi hal biasa. Masalahnya, cat mobil sebenarnya tidak benar-benar “kebal” terhadap kondisi tersebut. Paparan sinar matahari, terutama radiasi ultraviolet (UV), panas, hujan, debu, kotoran burung, getah pohon, sampai kontaminan di jalan dapat memengaruhi
Baca Lebih Lanjut

Cara Memilih Obat Jamur Kaca Mobil yang Tepat, Jangan Asal Pakai!

September 25, 2026
Kaca mobil yang terlihat kusam, penuh bercak putih, atau seperti memiliki lapisan buram tentu bikin tampilan kendaraan kurang sedap dipandang. Lebih dari itu, kondisi kaca yang tidak benar-benar bersih juga bisa mengganggu pandangan, terutama ketika terkena sinar matahari atau lampu kendaraan dari arah berlawanan. Masalah seperti ini sering disebut sebagai jamur kaca. Padahal, tidak semua
Baca Lebih Lanjut

Baterai Mobil Listrik Cepat Drop? Ini Tips Agar Umurnya Lebih Panjang

September 25, 2026
Hi Otofriends, salah satu kekhawatiran yang masih sering muncul ketika seseorang mulai mempertimbangkan mobil listrik adalah soal baterai. Wajar saja. Berbeda dengan mobil bensin yang lebih familiar dengan urusan mesin, mobil listrik sangat bergantung pada baterai bertegangan tinggi sebagai sumber energi utama. Ketika kapasitas baterai menurun, jarak tempuh yang bisa dicapai dalam satu kali pengisian
Baca Lebih Lanjut