Download Aplikasi OTOS
Install

Ternyata Segini Umur Baterai Mobil Hyundai

Agustus 06, 2024
By Thomas W
Ternyata Segini Umur Baterai Mobil Hyundai-otospector

Umur baterai mobil Hyundai memang selalu menjadi pertanyaan konsumen otomotif di Indonesia, karena sampai hari ini sebenarnya tidak ada yang tahu berapa pastinya. Bahkan, termasuk pemakai mobil-mobil listrik Hyundai sendiri. 

Tentu harap maklum, karena Hyundai sendiri memang baru memasarkan mobil listrik pertamanya di Indonesia yaitu Hyundai Kona generasi pertama pada tahun 2020. Jadi sampai sekarang, baru berjalan empat tahun dan belum ada kasus baterai yang habis masa pakainya. 

Akan tetapi biar Otofriends punya bayangan, berapa umur baterai Hyundai, yuk kita bahas fakta-fakta seputar hal ini:

#1: Line Up Mobil Listrik Hyundai Di Indonesia

line up Hyundai Indonesia

Sumber: Hyundai.com

 

Saat ini Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) sudah mengeluarkan tiga mobil listrik yakni Hyundai Kona Electric (diluncurkan pertama tahun 2020), Hyundai Ioniq 5 (tahun 2022), dan Hyundai Ioniq 6 (tahun 2023). 

Meski sama-sama mobil listrik dengan baterai, namun ketiganya menyasar target market di segmen berbeda. 

Hyundai Kona menggolongkan dirinya sebagai subcompact crossover SUV. Sementara Hyundai Ioniq 5 menyebut dirinya sebagai SUV. Dan Hyundai Ioniq 6 adalah versi sedan empat pintu dari Ioniq 5.

Beli Mobil Bekas - Aplikasi Otos
Beli Mobil Bekas di OTOS

#2:  Jenis Baterai Yang Dipakai Hyundai

jenis baterai mobil Hyundai

Sumber: Kompas.com

Meski saat ini beberapa produsen mobil listrik ternama di dunia sudah beralih ke baterai jenis lithium ferro-phosphate (LFP), ternyata Hyundai tetap memilih baterai jenis nickel manganese cobalt (NMC) atau baterai berbahan nikel. 

Hyundai beralasan kualitas baterai NMC lebih baik dan jarak tempuh juga lebih baik. Jadi sampai hari ini pilihan untuk produk-produk Hyundai di Indonesia juga tetap NMC. 

Setiap jenis baterai punya kelebihan dan kekurangan. Menurut Forbes, baterai LFP disebut baterai kendaraan listrik masa depan karena dianggap lebih aman dari panas. Sementara baterai NMC ada risiko terbakar akibat oksigen yang dilepaskan. 

Sementara LFP bukan tanpa kelemahan. Seperti dikatakan Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pengembangan Industri Sektor ESDM, Agus Tjahjana, LFP kekurangannya ada pada densitas energinya lebih rendah. 

“Kalau sebuah kendaraan listrik menggunakan baterai nikel beratnya sekitar 10-11 kg, maka kalau menggunakan baterai LFP, beratnya bisa sampai 17 kg,” terang Agus seperti dikutip oleh Detik.com.

Baca juga:  Kenapa Mobil Diesel itu Bisa Lebih Mahal

#3: Berapa Usia Baterai Mobil Hyundai?

usia pakai baterai Hyundai

Sumber: Avolta.id

Untuk menjawab pertanyaan ini agak sulit, mengingat sampai saat ini Hyundai baru empat tahun memasarkan mobil listriknya. Ini terhitung sejak diluncurkannya Hyundai Kona Electric pada tahun 2020.

Selama ini Hyundai memberikan garansi baterai hingga delapan tahun atau 160.000 Km mana dulu yang tercapai. Kalau mengacu kepada Kona, maka saat ini belum ada yang mencapai delapan tahun.

“Ketika kami memberikan garansi delapan tahun bukan berarti kemudian setelah delapan tahun baterai itu rusak. Setelah delapan tahun mungkin ada penurunan daya yang harusnya dicas bisa 100 persen penuh tapi menurun,” terang Manager Research & Development Hyundai Motor Manufacturing (HMMI) Anton Khristanto seperti dikutip Detik.com.

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

#4: Harga Baterai Mobil Hyundai

harga baterai mobil Hyundai

Sumber: Hyundai Worldwide

Karena belum ada kabar tentang usia pakai baterai mobil listrik, maka soal harga baterainya juga tidak banyak informasi resmi yang bisa didapat. 

Pastinya, sejauh ini baterai merupakan komponen termahal dari sebuah mobil listrik dan harganya konon bisa mencapai setengah dari nilai mobil listrik keseluruhan. 

Sampai saat ini sepertinya baru Hyundai yang berani menyebut perkiraan harga baterai dari salah satu produknya yakni Ioniq 5.

“(Baterai) yang standard berkisar Rp 300 jutaan, kalau yang long range kira-kira Rp 400 juta,” kata Assembly Processing Engineer Hyundai Motor Manufacturing Indonesia Fajar Ahya dikutip CNBC Indonesia.

Baca juga: Perbandingan GIIAS 2023 dan GIIAS 2024, Lebih Seru Mana?

Beli mobil bekas di dealer apakah aman?

Salah satu cara mendapatkan mobil bekas memang melalui dealer atau istilahnya showroom. Keunggulannya, kita tidak perlu terlalu repot karena tinggal mendatangi dealer tersebut atau cukup dengan melihat media sosial dealer itu. Banyak pilihan mobil bekas yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Kelebihan lain, jika Otofriends membeli mobil bekas di dealer rekanan Otospector, maka mobil-mobil yang ditawarkan umumnya sudah diinspeksi oleh jasa inspeksi mobil bekas Otospector.

Dengan Inspeksi mobil yang dilakukan secara cermat oleh tenaga profesional tentunya akan didapat mobil bekas yang berkualitas. Otofriends tidak perlu ragu untuk membelinya.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Jangan Salah, Ini Tanda V Belt Mobil Perlu Diganti

September 04, 2025
Selain pergantian berkala, ada beberapa tanda v belt mobil perlu diganti. Tanda-tanda itu umumnya terkait dengan kinerja dari v belt serta kondisi v belt yang sudah tidak layak atau aus. Dalam kondisi normal, v belt punya batas usia pakai. Idealnya, setiap jarak tempuh 20.000 km – 40.000 km sekali, harus diganti. Coba deh, dibaca buku
Baca Lebih Lanjut

Semua Tahun 2000-an, Ini Mobil Bekas Di Bawah 60 Juta Di Bogor

September 04, 2025
Warga Bogor bakal antusias kalau menyimak daftar mobil bekas di bawah 60 juta di Bogor. Maklum, dana yang dianggarkan kali ini dalam batas psikologis cukup masuk akal. Tidak terlalu tinggi, tetapi juga masih ada peluang untuk mendapat unit-unit mobil bekas terbaik. Terbukti kali ini, mobil-mobil yang direkomendasikan semua di atas tahun 2000-an. Tahun produksinya belum
Baca Lebih Lanjut

Kenali Fitur ISOFIX, Biar Makin Paham Soal Keselamatan Anak

September 02, 2025
Meski sudah tersedia, tetapi kadang pemilik tidak menyadari ada fitur ISOFIX di mobilnya. Bisa jadi, pemilik kendaraan memang tidak punya bayi atau anak balita. Mungkin juga dia kurang mendalami setiap fitur di kendaraannya. Keberadaan fitur ISOFIX belakangan mulai banyak disediakan di kendaraan, sebagai salah satu fitur keselamatan khusus untuk anak-anak kecil. Keberadaan fitur ini melengkapi
Baca Lebih Lanjut