
Ada mobil yang menarik di dalam rekomendasi mobil bekas Banjarmasin di bawah 100 juta.
Paling tidak ada dua pilihan terbaik di sana, yakni Toyota Agya dan Daihatsu Sigra. Pasalnya, keduanya merupakan mobil yang masuk dalam program Low Cost Green Car (LCGC).
Seperti diketahui, mobil-mobil LCGC dikenal sangat ekonomis dan ramah lingkungan. Tahun produksinya pun, tidak lama-lama amat. Jadi kondisinya relatif masih bagus.
Untuk memilih unit LCGC terbaik, Otofriends jangan ragu untuk menggunakan jasa inspeksi mobil bekas Otospector.
Lengkapi pula mobil pilihan Otofriends dengan garansi mobil bekas Otospector. Dengan garansi, mobil akan semakin berkualitas dan punya nilai tambah.
Apa saja mobil bekas Banjarmasin di bawah 100 juta yang patut disimak? Nih, daftarnya:

Sumber: Cintamobil
Mobil pertama dalam rekomendasi mobil bekas Banjarmasin di bawah 100 juta ada Toyota Agya.
Jika dilihat dari tahun produksinya, sesuai anggaran yang ada yaitu 100 jutaan, Agya termasuk mobil yang tahun produksinya paling muda di rekomendasi ini.
Keandalan tentu tak perlu diragukan. Terbukti Agya jadi mobil pilihan utama keluarga-keluarga muda, selain juga laris untuk armada taksi online.
Agya dikenal karena ketangguhan mesinnya, kabin yang cukup lega, irit konsumsi BBM, serta dengan dimensinya yang compact, sangat gesit di perkotaan.
Kalau ada dana sampai Rp100 juta, kita punya kesempatan beli Agya tahun 2017. Agya generasi kedua ini sudah mengalami facelift.
Mulai generasi ini, mesin Agya lebih variatif. Untuk varian mesin 1.000 cc sudah dilengkapi teknologi VVT-i.
Ada pula penambahan opsi mesin 1.200 cc dual VVT-I dengan tenaga 88 PS.
Fitur juga makin lengkap dengan audio steering switch dan 2 DIN audio, immobilizer, ABS dan sensor parkir belakang.


Sumber: Astra Otoshop
Masih dari program LCGC, ada pilihan lain yakni Sigra yang juga jadi andalan armada taksi online.
Kenyataan ini secara tidak langsung membuktikan ketangguhannya di lapangan, terutama di kawasan perkotaan.
Dengan dana 100 jutaan, kita bisa mendapat Sigra produksi tahun awal peluncurannya, 2016-2017.
Sigra jadi pilihan menarik, karena statusnya yang masuk dalam program LCGC. Artinya mesinnya irit BBM, selain sudah di-setting ramah lingkungan.
Sebagai MPV, dimensinya memang terlihat ringkas. Namun mobil ini tetap bisa mengangkut 7 penumpang. Dengan catatan, baris ketiga untuk anak-anak.
Fitur memang masih standar. Cuma di tipe tertinggi sudah ada AC double blower, ABS/EBD, lampu kabut, dan head unit layar sentuh.
Pilihan tipe ada D dan M (1.000 cc) kemudian X dan R (1.200 cc). Transmisi manual dan matic.

Sumber: Blibli
Dengan status mobil sejuta umat, tentu publik umumnya sudah mafhum dengan sepak terjang Avanza di industri otomotif Indonesia.
Low MPV ini dikenal tangguh, perawatan mudah, spare part melimpah, dan aksesori banyak pilihan.
Dengan dana 100 juta, pilihan Avanza terbaik dan bertahun termuda adalah yang bertahun produksi 2012. Tipenya bisa E atau G. Transmisi manual.
Kalau Otofriends ingin mendapat unit yang relatif lebih sehat lagi dengan fitur lebih baik, bisa memilih kembarannya yakni Xenia, 2013 atau 2014.
Keduanya layak masuk di daftar mobil bekas Banjarmasin di bawah 100 juta.


Sumber: Mobil 123
Di dalam peta persaingan Low MPV sepuluh tahun lalu, terselip satu merek asal Amerika yakni Chevrolet Spin.
Mobil ini sebenarnya punya banyak keunggulan. Sayangnya tidak terlalu lama dipasarkan, hanya sekitar dua tahun, antara 2013-2015.
Spin unggul pada desain dan kualitas bodi yang kokoh. Suspensi juga lumayan.
Mobil ini sempat bikin banyak orang penasaran karena ada varian diesel 1.300 cc, di samping varian mesin bensin 1.200 cc dan 1.500 cc.
Saat ini semua tipe Spin sudah dijual di bawah 100 jutaan. Pilihan terbaik tentu tipe tertingginya yaitu Activ 1.500 cc, dengan transmisi matic, tahun 2015.

Sumber: Mobilbekas.com
Siapa yang tidak kenal dengan Si “Rajanya Diesel” ini.
Sudah banyak cerita tentang ketangguhan mobil yang selalu jadi andalan di medan-medan sulit di pelosok Nusantara.
Meski penjualannya sudah dihentikan sejak 2021, Panther tetap punya pecintanya sendiri.
Panther jadi legenda, karena ketangguhan mesinnya, spare part melimpah, perawatan mudah, dan bahan bakar yang murah karena bisa pakai Biosolar.
Kalaupun ada kelemahan, paling cuma sebatas bunyi dan getaran mesin yang bikin penumpang tidak nyaman.
Jika warga Banjarmasin ada dana Rp100 juta, bolehlah mengincar Panther 2007 varian LV atau LM.
Mesinnya 2.500 cc turbo. Transmisi semua manual.

Sumber: Wikipedia
Sudah berkiprah lebih dari 40 tahun di pasar otomotif Indonesia, tentu Kijang sudah tak perlu diragukan.
Apalagi setelah mobil ini masuk ke generasi Innova atau generasi kelima Kijang. Sosoknya makin memancarkan kemewahan dengan fungsi yang makin optimal.
Dengan dana 100 juta, kita bisa meminang Innova tahun produksi 2005-2006 atau generasi awalnya. Unit yang ada di pasaran umumnya varian mesin bensin dan tipe terendah (tipe E).
Innova unggul dalam hal kenyamanan. Tetapi mesin 2.000 cc-nya juga dikenal tangguh dalam menghadapi berbagai medan di Nusantara.
Hanya saja perlu dipahai, dengan kubikasi mesin dan bodi sebesar itu, konsumsi BBM-nya juga tidak irit.
Bagikan