Download Aplikasi OTOS
Install

Serius Jualan di Indonesia, Dua Merek Ini Bangun Pabrik Mobil Listrik di Subang

Januari 14, 2026
By Thomas W
Serius Jualan di Indonesia, Dua Merek Ini Bangun Pabrik Mobil Listrik di Subang-otospector

Meski penjualan otomotif nasional sedang lesu beberapa tahun belakangan, tetapi ternyata tetap ada investasi di sektor ini, bahkan sampai membangun pabrik mobil listrik di Subang.

Fakta itu jadi bukti, masih ada sejumlah pengusaha yang optimis dan punya harapan untuk sektor otomotif di masa mendatang.

Apalagi pabrik yang dibangun adalah mobil listrik, di mana pemerintah sedang memberi angin segar berupa insentif pajak dan kemudahan-kemudahan lain.

Apa saja fakta-fakta seputar pendirian pabrik mobil listrik di Subang? Yuk, kita lihat:

#1: Mengenal Kawasan Subang Smartpolitan

Mengenal Kawasan Subang Smartpolitan

Sumber: PT Suryacipta Swadaya

Berdirinya pabrik-pabrik mobil listrik di Subang tak lepas dari keberadaan Kawasan Subang Smartpolitan, sebuah kawasan industri strategis di Subang.

Kawasan ini sangat strategis karena terhubung dengan berbagai sarana infrastruktur yang bisa memangkas biaya logistik.

Ada Pelabuhan Patimbangan yang berjarak 40 km dari lokasi, Jalan Tol Cipali yang menghubungkan dengan Jakarta (arah barat) dan Jawa Tengah (arah Timur), serta Bandar Kertajati untuk pengiriman kargo ringan lewat udara.

Dengan area seluas 2.717 hektar, Subang Smartpolitan menyediakan ruang yang leluasa untuk pabrik-pabrik besar, seperti pabrik mobil.

Lokasinya dari Jakarta juga tak terlalu jauh, hanya sekitar 90 km, dengan jarak tempuh 1,5 jam melalui Jalan Tol Cipali.

Beli Mobil Bekas - Aplikasi Otos
Beli Mobil Bekas di OTOS

#2: Pendirian Pabrik Vinfast

Pendirian Pabrik Vinfast

Sumber: Oto.com

Vinfast, sebuah merek otomotif asal Vietnam, jadi pabrik mobil listrik di Subang pertama yang beroperasi, yakni mulai 15 Desember 2025.

Dengan investasi sekitar Rp3,5 triliun, Vinfast siap beroperasi dengan kapasitas 50.000 unit per tahun untuk tahap awal.

Menempati lahan seluas 170 hektar, pabrik ini akan menjadi basis produksi mobil listrik dengan setir kanan untuk pasar global.

Pabrik ini juga adalah fasilitas produksi pertama di Asia Tenggara dan kedua di luar Vietnam.

Kelak rencananya Vinfast juga akan memproduksi sepeda motor listrik di pabrik ini.

Baca juga: Wah, Ga Nyangka! Ternyata Segini Waktu Cas Baterai Mobil Listrik BYD

#3: Pendirian Pabrik BYD

Pendirian Pabrik BYD

Sumber: Tintahijau.com

Bukan cuma berhasil menguasai pasar mobil listrik, BYD Auto Indonesia semakin kokoh menancapkan kukunya dengan pendirian pabrik dengan nilai investasi Rp2,3 triliun.

Di pabrik seluas 108 hektar ini, BYD berencana memproduksi 150.000 unit kendaraan listrik per tahun.

Kabar terbaru, sejak Januari 2026, merek asal China ini sudah memulai fase awal operasinya.

Kabarnya, mulai beroperasinya pabrik ini telah memicu gelombang relokasi supplier dari China maupun Jepang ke kawasan Subang.

Akibatnya, harga lahan industri di daerah tersebut naik sampai hingga 30-40%, dibanding sebelumnya.

#4: Bagaimana Merek-merek Mobil Listrik Lain?

Bagaimana Merek-merek Mobil Listrik Lain?

Sumber: Handal Indonesia Motor

Tak semua merek mobil listrik di Indonesia membangun pabriknya sendiri. Sebagian memilih menggandeng mitra lokal.

Menurut keterangan dari Kementerian Perindustrian RI, Geely Motor Indonesia dan Era Industri Otomotif (Xpeng) memilih menggandeng assembler lokal yaitu Handal Indonesia Motor (HMI).

Ada pula PT National Assemblers yang menaungi merek seperti Aion, Maxus, Citroen sampai VW.

Sedangkan PT Inchcape Indomobil Energi Baru menaungi merek GWM Ora.

Baca juga: Biar Baterai EV Awet, Yuk Pahami Beda Fast Charging dan Slow Charging 

Mengapa tekanan ban EV lebih tinggi dibanding mobil konvensional?

Tekanan ban EV dibuat tinggi untuk mengurangi hambatan gulir dan meningkatkan efisiensi daya, sehingga energi akan lebih efisien.

Alasan berikutnya, torsi yang instan membuat akselerasi lebih besar saat pertama kali gas diinjak. Kalau tekanan ban tidak optimal, alur ban akan cepat botak.

Terakhir, bobot EV yang lebih berat sekitar 20%-30% tentu dibutuhkan tekanan yang lebih besar untuk menopangnya.

Jika Otofriends ingin memastikan kondisi mobil listrik bekas, jangan ragu untuk memakai jasa inspeksi mobil bekas Otospector.

Mobil akan semakin nyaman saat pemakaian jika sudah dilengkapi garansi mobil bekas dari Otospector. Lebih tenang saat dipakai.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Selain Brio, Ini List Mobil Bekas Dibawah 50 Juta Bekasi

Agustus 23, 2025
Bekasi salah satu wilayah penunjang Jakarta yang maju pesar, sampai-sampai banyak sekali orang yang bermigrasi untuk kerja di Jakarta namun tinggal atau beli rumah di Bekasi. Kamu kah salah satunya otofriends? Kali ini, buat warga Kota Patriot, bang min mau kasih beberapa rekomendasi mobil bekas yang terjangkau. Terjangkau dari sisi harga dong pastinya, karena list
Baca Lebih Lanjut

Di Sini Ada 7 Mobil bekas 70 jutaan Khusus Warga Depok

Agustus 22, 2025
Bagi warga Depok, Jawa Barat, tak ada salahnya mencermati rekomendasi mobil bekas 70 jutaan kali ini. Sebagai warga di daerah penyangga Jakarta, tentu warga Depok selalu membutuhkan kendaraan yang andal untuk aktivitas sehari-hari. Jika tujuannya adalah pusat kota, maka jarak yang ditempuh bisa di atas 20 kilometer. Dengan jarak tempuh sejauh itu, maka diperlukan mobil
Baca Lebih Lanjut

Ada Jazz, Ini List Mobil Bekas Jogja Dibawah 100 Juta

Agustus 22, 2025
Hi otofriends kali ini bang min mau berbagi beberapa rekomendasi lagi nih, terutama buat kamu warga Jogja. Buat yang mau cari atau mau beli mobil bekas namun biayanya dibawah atau maksimal 100 juta, bang min punya beberapa rekomendasi nih buat kamu. Beli mobil bekas saat ini udah jadi banyak menjadi pilihan masyarakat, bagaimana tidak, dengan
Baca Lebih Lanjut