Download Aplikasi OTOS
Install

Ketahui Penyebab Mesin Overheat dan Cara Mengatasinya

Juni 24, 2023
By Thomas W
Ketahui Penyebab Mesin Overheat dan Cara Mengatasinya-otospector

Mesin mobil mengalami overheat atau panas berlebih adalah salah satu masalah yang sering dialami oleh pengemudi. Terutama pada mobil-mobil yang jarang mendapat perawatan atau tidak dicek secara rutin. Selain itu banyak juga terjadi pada mobil-mobil tua alias mobil-mobil yang usianya sudah belasan tahun bahkan lebih.

Bursa Mobil Bekas Online Berkualitas di Otos.id
Beli Mobil Bekas Online Berkualitas di Bursa Mobil Otos.id

Hati-hati overheat bukan hanya akan membuat mobil mogok dan tidak mau jalan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan kerusakan pada blok mesin dan komponen lainnya, sehingga perlu dicegah dan ditangani dengan segera.

Apa saja penyebab mesin mobil mengalami overheat dan bagaimana cara mengatasinya? Untuk mengetahui, berikut beberapa faktor yang jadi penyebab utama:

#1: Cairan Pendingin atau Coolant yang Terlalu Sedikit atau Habis

Penyebab Mesin Overheat

Cairan pendingin berfungsi untuk menyerap panas dari mesin dan mendinginkannya di radiator. Jika cairan pendingin habis atau kurang, maka panas mesin tidak akan terbuang dengan baik dan menyebabkan overheat. Cairan pendingin bisa habis karena penguapan akibat suhu mesin yang panas atau karena adanya kebocoran pada sistem sirkulasi radiator.

Baca juga: 5 Cara Agar Mobil Tidak Overheat

#2: Kipas Pendingin atau Fan yang Mati atau Rusak

Penyebab Mesin Overheat

Kipas pendingin berfungsi untuk menghasilkan aliran udara yang membantu mendinginkan cairan pendingin di radiator. Jika kipas pendingin mati atau rusak, maka tidak ada aliran udara yang mendinginkan coolant pada radiator. Kipas pendingin bisa mati atau rusak karena korsleting listrik, kotoran, atau aus. Akibatnya kipas tidak bisa mendinginkan mesin.

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

#3: Radiator Rusak atau Tersumbat

Penyebab Mesin Overheat

Radiator adalah komponen utama dari sistem pendinginan mesin. Radiator berfungsi untuk melepaskan panas dari cairan pendingin ke udara. Jika radiator mengalami kerusakan atau tersumbat, maka proses pendinginan tidak akan berjalan dengan baik dan menyebabkan overheat. Radiator bisa rusak atau tersumbat karena karat, kotoran, atau kerusakan pada selang atau tutupnya. Akibatnya air radiator tidak bisa bersirkulasi secara normal.

#4: Pompa Air atau Water Pump yang Mati atau Rusak

Penyebab Mesin Overheat

Pompa air berfungsi untuk mensirkulasikan cairan pendingin dari mesin ke radiator dan sebaliknya. Jika pompa air mati atau rusak, maka sirkulasi cairan pendingin akan terhenti dan menyebabkan overheat. Pompa air bisa mati atau rusak karena aus, kotoran, atau kebocoran. Kondisi ini tentu menyebabkan mesin langsung kepanasan dan menjadi penyebab terjadinya overheat.

#5: Termostat yang Macet atau Rusak

Penyebab Mesin Overheat

Termostat adalah katup yang mengatur aliran cairan pendingin sesuai dengan suhu mesin. Jika termostat macet atau rusak dalam posisi tertutup, maka aliran cairan pendingin akan terhambat dan menyebabkan overheat. Termostat bisa macet atau rusak karena aus, kotoran, atau kerusakan pada sensor suhunya.

Baca juga: Mesin Cepat Panas Saat AC Mobil Hidup? Ini Solusinya!

Cara Mengatasi Mesin Mobil Overheat

Jika Otofriends menemukan tanda-tanda bahwa mesin mobil mengalami overheat, seperti indikator suhu yang naik di atas rata-rata, uap yang keluar dari kap mesin, bau terbakar, atau penurunan performa mesin, maka harus segera mengambil langkah-langkah berikut:

  • Berhentilah dan matikan mesin. Waspada tekanan tinggi uap panas pada radiator!
  • Tunggu sekitar 15-20 menit. Kalau ada AC mobil, jangan lupa matikan.
  • Periksa kondisi sistem pendinginan mesin terhadap kebocoran, kerusakan, atau penyumbatan pada komponen-komponen seperti radiator, kipas pendingin, pompa air, termostat, selang, atau tutup radiator.
  • Periksa level cairan pendingin di tangki reservoir. Jika cairan habis atau kurang, tambahkan.
  • Nyalakan mesin mobil. Jika suhu masih tinggi, bawa ke bengkel terdekat untuk diperiksa lebih lanjut.
  • Jika indikator suhu sudah normal, lanjutkan perjalanan. Hindari kecepatan tinggi atau menanjak yang bisa membebani mesin.

Untuk mengetahui apakah mobil bekas yang hendak dibeli mengalami overheat atau tidak, maka Otofriends harus mengujinya sendiri dan selalu memperhatikan indikator suhu. Jika suhu naik begitu cepat saat dipakai berjalan, maka dipastikan mobil itu cenderung overheat.

Jika ingin lebih pasti lagi, maka jangan ragu untuk memanfaatkan jasa inspeksi mobil bekas Otospector untuk menentukan kondisi mobil secara keseluruhan. Lewat inspeksi secara menyeluruh, Otofriends akan mendapat gambaran lebih pasti tentang kondisi mobil yang hendak dibeli.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Selain Jadi Kerak, Ini Bahayanya Kalau Sering Telat Ganti Oli Mesin

Juni 03, 2026
Ganti oli mesin mobil sebenarnya aktivitas yang rutin dalam perawatan mobil. Setiap periode antara 5.000 km – 10.000 km, tergantung jenis olinya, harus dilakukan pergantian oli baru, baik di bengkel resmi atau dikerjakan sendiri. Masalahnya, gak semua pemilik mobil, punya kesadaran yang sama dalam merawat mobil sendiri. Karena berbagai alasan, bisa saja oli mesin terlambat
Baca Lebih Lanjut

Mulai 1jtan Pajak Mobil Avanza per Tahun, Ternyata Tidak Semahal yang Dibayangkan

Mei 30, 2026
Ngomongin mobil Toyota Avanza pasti nggak bakal ada habisnya ya kan? Dari zaman pioneer-nya rilis sekitar tahun 2003, ini mobil awet banget buat megang tahta jadi “Mobil Sejuta Umat” andalannya keluarga Indonesia. Ya gimana nggak Otofriends, speknya emang se-ramah itu sih, artinya iritnya nggak ngotak banget deh, ngerawatnya gampang, plus resale value nya itu juga
Baca Lebih Lanjut

Bengkel Spesialis Mobil Eropa di Jabodetabek Rekomendasi Otospector, Biar Nggak Salah Tempat Servis!

Mei 29, 2026
Buat Otofriends pengguna mobil Eropa, pasti udah paham kalo biaya perawatan mobil Eropa itu nggak bisa disamain sama mobil Jepang pada umumnya. Bukan berarti selalu mahal, tapi memang butuh penanganan yang lebih detail karena teknologi, sensor, sampai konstruksi mesinnya biasanya lebih kompleks. Makanya, salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah servis mobil Eropa di bengkel
Baca Lebih Lanjut