Mortal Kombat Pelek Kaleng vs Pelek Alloy Mobil

Juli 15, 2024
By Thomas W
Mortal Kombat Pelek Kaleng vs Pelek Alloy Mobil-otospector

Membicarakan “mortal kombat” antara pelek kaleng vs pelek alloy mobil rasanya seperti ga ada habisnya. Soalnya, di tengah banyaknya pemakaian pelek alloy terutama di mobil-mobil baru, pemakaian pelek kaleng ternyata masih tetap ada. Bahkan para pemilik mobil lama, tetap mempertahankan pelek kaleng di mobilnya.

Bursa Mobil Bekas Online Berkualitas di Otos.id
Beli Mobil Bekas Online Berkualitas di Bursa Mobil Otos.id

Pemakaian pelek kaleng pada mobil-mobil tertentu, membuktikan bahwa masing-masing jenis bahan pelek, punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dalam memilih pelek, para pemilik mobil juga tidak melulu berpikir soal penampilan, tetapi juga fungsinya. 

Nah, bagaimana perbandingan pelek kaleng vs pelek alloy mobil. Yuk, kita lihat satu per satu:

#1:  Bahan Pembuatan 

Pelek Mobil

Sumber: Acehportal.com

Pelek alloy, terbuat dari aluminium yang kuat dan ringan. Biasanya didapat dari campuran antara aluminium, magnesium, atau silikon, sehingga bobot akan lebih ringan. Namun tidak semua pelek alloy akan sama kualitasnya, karena tergantung dari proses pembuatan dan juga merek serta produsennya.

Pelek kaleng, terbuat dari baja murni atau besi yang bobotnya akan lebih berat dibandingkan dengan pelek alloy. Karena bahan inilah, pelek kaleng lebih tahan lama dan tahan benturan. Hanya saja bobot akan berpengaruh pada akselerasi dan konsumsi BBM. Secara kualitas, pelek kaleng juga akan lebih terjamin. 

Baca juga: Ternyata Ini Yang Bikin Mobil Kamu Gagal Nanjak

#2: Performa

Performa Pelek

Sumber: Gridoto

Pelek alloy, karena bobotnya yang ringan, mampu menghasilkan performa yang baik dalam hal akselerasi dan manuver. Saat dipacu dalam kecepatan tinggi, getarannya juga minim karena bentuknya yang presisi. Stabilitas juga lebih baik. Termasuk juga dengan handling, sehingga mobil lebih mudah dikendalikan, termasuk saat belok. 

Pelek kaleng, akibat dari bobotnya yang lebih berat, tentu akan berpengaruh pada akselerasi dan manuver. Karena itulah pelek jenis ini lebih cocok untuk mobil dengan beban dan tekanan yang lebih besar, seperti angkutan penumpang atau barang. 

#3: Estetika

Pelek modifikasi

Sumber: fastnlow.net

Pelek alloy, dianggap lebih menarik karena bisa dibentuk dengan berbagai desain yang modern dan stylish. Karena dapat dibentuk dan bertekstur lebih variatif, maka pelek ini biasanya dipilih untuk keperluan modifikasi mobil. 

Pelek kaleng, pada umumnya desainnya sederhana dan tidak begitu bervariasi, bahkan cenderung begitu-begitu saja. Jika ingin lebih bergaya, biasanya akan ditambah dengan dop mobil. 

#4: Harga

Toko velg

Sumber: Tokopedia Monza

Pelek alloy, umumnya harga lebih mahal. Ini disebabkan bahan dan proses produksi pelek alloy yang lebih canggih. Belum lagi faktor estetis dari pelek alloy yang cenderung lebih rumit. 

Pelek kaleng, harganya akan jauh lebih murah dan ekonomis, karena memang bahan pembuatannya hanya material baja atau besi. Selain itu tidak ada variasi yang menunjang estetika. Saat ini harga pelek kaleng ukuran 15 inchi sekitar Rp1,2 juta, sementara pelek alloy bisa satu atau dua kali lipatnya. 

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

#5: Kekuatan

Pelek rusak

Sumber: Gridoto

Pelek alloy punya konstruksi yang lebih rigid dan keras berkat penggunaan campuran bahan. Tapi ini tergantung kualitasnya juga. Pelek Alloy juga bisa lebih mudah retak kalau kena benturan keras. 

Pelek kaleng cenderung lebih lentur dan mudah penyok. Tetapi kalau terkena benturan keras, pelek kaleng paling cuma penyok, tidak sampai retak. Kalau ada kerusakan, pelek kaleng akan lebih mudah diperbaiki.

Baca juga: Siapin Segini Buat Beli Mobil Rubicon Bekas

Apakah inspektor bisa memeriksa kerusakan sasis akibat benturan?

Rusaknya sasis akibat benturan memang tidak mudah dideteksi oleh orang awam. Karena memang dibutuhkan kecermatan untuk memeriksa titik-titik tertentu yang menandai kerusakan akibat benturan keras dan sudah diperbaiki.

Karena itu sebelum membeli mobil bekas, manfaatkanlah jasa inspeksi mobil bekas Otospector untuk memastikan mobil pilihannya bebas dari kerusakan akibat tabrakan besar.

Dengan inspeksi mobil yang mendetail pada 150 titik, Otofriends dapat mengetahuinya secara pasti kondisi mobil secara menyeluruh.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Mulai Rp50 Ribu, Tiket GIIAS 2026 Belinya Cuma Bisa Lewat Ini

Juli 06, 2026
Salah satu pameran otomotif terbesar di Asia Tenggara yakni Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 bakal dibuka dalam hitungan hari saja, tepatnya akhir Juli 2026. Berbagai isu tentang kemegahan acara itu sudah bisa diintip di berbagai pemberitaan media online. Dari berbagai laporan, diperkirakan kemeriahan acara ini bakal melebihi penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, karena bakal ada
Baca Lebih Lanjut

Dari Tangerang sampai Makassar, Ini Jadwal Lengkap GIIAS 2026 yang Wajib Dicatat Otofriends

Juli 05, 2026
Buat Otofriends yang hobi mengikuti perkembangan dunia otomotif, kalender pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 jelas jadi salah satu agenda yang sayang dilewatkan. Tahun ini, GIIAS kembali digelar bukan cuma di satu kota, melainkan hadir dalam format roadshow ke beberapa wilayah besar di Indonesia.  Mulai dari Tangerang, Surabaya, Bandung, Semarang, sampai Makassar, semuanya
Baca Lebih Lanjut

Mobil Jarang Dipakai, Kapan Harus Ganti Oli? Ini Waktu Idealnya

Juni 30, 2026
Masih banyak yang mikir “Mobil cuma dipakai sesekali, jadi olinya masih aman lah.” Hayo siapa yang masih sering mikir kayak gini?  Kalau iya, Otofriends nggak sendirian. Soalnya, masih banyak pemilik mobil yang ngira ganti oli itu cukup nunggu kilometernya tinggi. Padahal, mobil yang lebih sering ngendon di garasi juga tetap wajib ganti oli, lho! Jangan
Baca Lebih Lanjut