
Melihat mobil bekas Eropa di bawah 100 juta dijual di showroom atau pedagang, wajar kalau calon pembeli jadi tergiur.
Bayangin, merek-merek ternama dan legendaris kayak Mercedes-Benz, BMW, Volvo, dll; unit-unit bekasnya ditawarkan di harga yang rasanya terjangkau.
Meski tahun produksinya tidak muda lagi, tetapi mobil-mobil itu masih terlihat keren. Tidak ketinggalan zaman. Dan terpenting, gengsinya gak kalah sama mobil-mobil keluaran terbaru.
Apalagi kalau sampai masuk ke kabinnya yang terasa mewah dan elegan. Langsung terbayang, kenyamanan saat jalan-jalan pakai mobil dengan kabin yang kedap, sound system canggih, dan suspensi nyaman.
Tapi jangan salah! Di balik itu semua, kita juga sering dengar keluhan para pemakai mobil Eropa soal biaya operasional dan perawatannya. Biaya bengkel, harga spare part, bahan bakar boros, atau pajak yang mahal.
Jadi, sebenarnya, worth it gak sih kita meminang mobil Eropa bekas di bawah 100 juta? Sebelum bersikap, mending kita lihat fakta-faktanya:

Sumber: Kompas.com
Mobil-mobil Eropa dikenal punya depresiasi harga yang tinggi. Paling tidak, kalau dibandingkan sama mobil-mobil sejenis dari produsen negara-negara lain seperti Jepang atau Korea Selatan.
Diperkirakan, merek-merek mobil Eropa premium harganya terdepresiasi 30%-50% dalam 3-5 tahun pertama.
Ada berbagai faktor sehingga harga mobil Eropa terjun bebas:

Desainnya tetap terlihat segar, meski tahun produksinya sudah lebih dari 20 tahun. Masuk di segmen sedan compact premium untuk eksekutif muda.
Harga barunya pada 2004 sekitar Rp480 juta – Rp550 juta. Sedangkan harga bekasnya sekarang ada di kisaran Rp75 juta – Rp90 juta.
Dikenal sebagai Mercy dengan mesin yang sangat bertenaga serta ketahanannya bisa diandalkan. Cocok untuk eksekutif muda yang mengutamakan kenyamanan berkendara.
Harga barunya pada 2005 berkisar Rp580 juta – Rp620 juta. Sedangkan pada hari ini harga bekasnya Rp80 juta – Rp90 juta.
Mobil dengan kecanggihan teknologi Jerman, di mana pelat bodi tebal, desain kabin minimalis, serta performa mesin yang responsif.
Harga baru pada 2007 ada di kisaran Rp550 juta – Rp590 juta. Saat ini harganya sudah ada di angka Rp80 juta – Rp100 jutaan.
Sedan yang dikenal sangat nyaman karena kekedapan kabin dan suspensi yang empuk. Terasa istimewa saat dipakai dalam kecepatan tinggi.
Harga baru pada 2009 di kisaran Rp410 juta – Rp435 juta. Kini harga bekasnya ada di angka Rp60 juta – Rp70 jutaan.
Salah satu model Volvo yang populer karena perawatannya tidak rumit dan spare part mudah didapat. Terbaik di segmen mid-size executive sedan.
Harga barunya pada 2008 berkisar Rp750 juta – Rp810 juta. Sementara harga bekasnya saat ini bisa di kisara Rp90 juta – Rp100 juta

Sumber: BMW Group Classic
Tidak seperti mobil-mobil Asia yang lebih ramah terhadap iklim tropis, mobil-mobil Eropa sering kali bermasalah dengan cuaca dan suhu udara di negeri kita yang beriklim tropis.
Kondisi ini terutama biasa ditemui di mobil-mobil Eropa sampai produksi tahun 2010-an.
Meski mobil-mobil ini sebenarnya sudah berusaha disesuaikan dengan iklim pasar tujuannya di Asia Tenggara, tetapi arsitektur rekayasanya tetaplah dirancang sesuai kondisi di negara asalnya yang punya empat musim.
Masalahnya, kondisi ini membuat mobil-mobil Eropa rawan terkena gangguan karena kondisi alam dan lingkungan. Dari situ muncul penyakit-penyakit seperti:

Saat kali pertama meminang mobil Eropa di atas 10 tahun, sangat disarankan untuk melakukan peremajaan awal.
Beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan antara lain menyelesaikan masalah kebocoran oli, pembaruan sistem pendingin, serta perbaikan kaki-kaki.
Anggaran yang mesti disiapkan selama setahun pertama adalah sekitar Rp20 juta – Rp40 juta. Atau kira-kira 20-30% dari harga beli mobil.
Selanjutnya, untuk biaya pemeliharaan rutin tahunan, dibutuhkan anggaran antara Rp8 juta – Rp15 juta per tahun. Tetapi angka itu dengan catatan mobil dalam kondisi sehat fisik dan kelistrikannya.

Sumber: Cintamobil
Membeli mobil bekas Eropa bukan cuma soal dana dan bisa mendapatkan unitnya secara cepat. Tetapi butuh juga strategi khusus, agar mobil tetap aman dan nyaman digunakan dalam jangka panjang. Karena itu, beberapa hal yang harus dilakukan:
Tidak cukup hanya menyiapkan dana untuk membeli mobil. Siapkan juga dana cadangan minimal Rp15 juta – Rp25 juta untuk peremajaan.
Model yang populer dan populasinya banyak terbukti punya ketersediaan suku cadang yang lebih banyak. Harga juga lebih murah. Bengkel yang mampu menangani juga lebih mudah ditemukan.
Inspeksi dikonsentrasikan pada bagian sistem pendingin, potensi kebocoran oli, kelistrikan dan modul, sistem transmisi, serta kondisi interior. Gunakan jasa inspeksi yang independen, seperti jasa inspeksi mobil bekas Otospector, agar hasil terpercaya dan akurat.
Kalau Otofriends sudah membulatkan tekad akan meminang mobil Eropa bekas, sekarang ada cara gampang untuk mencarinya yakni di Bursa Mobil Otos.id.
Di Otos.id, Otofriends tinggal memilih unit yang diinginkan, sesuai anggaran dan kebutuhan. Setiap unit yang dijual sudah lulus inspeksi Otospector dan bergaransi 1 tahun.
Berkat Bursa Mobil Otos.id, mobil bekas Eropa di bawah 100 juta bisa didapat cukup dengan mencarinya di website.
Bagikan
