Download Aplikasi OTOS
Install

Apa Perbedaan Air Coolant Hijau Dan Merah? Ini 5 Faktanya!  

Oktober 25, 2023
By Thomas W
Apa Perbedaan Air Coolant Hijau Dan Merah? Ini 5 Faktanya!  -otospector

Jika Otofriends termasuk dalam golongan pemilik mobil yang hobi terjun langsung mengutak-atik mobil sendiri, pasti sudah tidak asing dengan air coolant atau cairan pendingin radiator.

Sering kita akan melihat bahwa coolant radiator tersebut di pasaran dibedakan antara yang coolant radiator berwarna hijau dengan merah. Nah, dari sini mungkin timbul rasa penasaran: apa beda kedua cairan itu?

Seperti kita tahu, radiator dan air coolant adalah dua hal tak terpisahkan. Cara kerja radiator sendiri yaitu mengalirkan cairan coolant ke mesin dengan memanfaatkan pompa air.

Cairan akan mendinginkan mesin di sekitar silinder yang mengalir menuju termostat. Mesin mobil akan overheating jika cairan coolant dalam radiator terisi sedikit. Simak perbedaan warna air radiator, antara air radiator merah dan hijau.

Berbicara tentang radiator dan air coolant ada beberapa fakta yang dipahami agar mampu mengenal komponen penting ini:

Bursa Mobil Bekas Online Berkualitas di Otos.id

#1: Fungsi Radiator Coolant

coolant radiator

Radiator coolant merupakan cairan pendingin untuk radiator yang berfungsi mengontrol suhu di dalam mesin kendaraan. Jika suhu berlebih maka akan terjadi overheat hingga kerusakan pada mesin. Jenis air pun harus yang baik, karena air pun salah satu jenis pendingin.

Agar performa radiator optimal, sebaiknya gunakan radiator coolant daripada air biasa. Sebab coolant terbuat dari campuran air murni tanpa ada bahan tambahan mineral, ditambah bahan lain seperti zat beku dan pencegah karat.

Dibanding air biasa, radiator coolant punya titik didih lebih tinggi sehingga lebih baik dalam menjaga suhu mesin kendaraan. Hanya saja harganya lebih mahal.

Baca juga: Inilah Estimasi Biaya Servis Radiator Mobil

#2: Keunggulannya Dibanding Air Biasa

coolant radiator lebih unggul

Air biasa tentu bisa digunakan, namun jika ingin hasilnya maksimal, sebaiknya pakai radiator coolant yang memang dirancang khusus. Keduanya memang bisa dipakai namun hasilnya berbeda dalam mendinginkan mesin kendaraan.

Coolant radiator terbuat dari bahan kimia khusus untuk memaksimalkan proses pendinginan mesin. Titik didihnya yang tinggi bisa lebih baik dalam menyerap panas mesin kendaraan.

Sifat coolant juga tidak mudah menguap sehingga masa pakainya lebih panjang. Tidak akan ada kekhawatiran coolant akan habis.

Keunggulan lain, coolant radiator tidak menyebabkan korosi atau karat. Tentu radiator jadi lebih awet.

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

#3: Berbagai Macam Jenisnya

Coolant radiator ada berbagai jenis

Ada beberapa jenis coolant radiator yang dibedakan menurut bahan serta cara pakainya.

  • Radiator Coolant Biasa

Terbuat dari campuran dan terdapat juga kandungan berbagai bahan antara lain seperti air murni, pencegah karat dan juga zat anti beku propylene glycol.

  • Radiator Super Coolant

Punya titik didih lebih tinggi sekaligus titik beku lebih rendah jika dibanding dengan radiator coolant biasa. Sebelum dipakai perlu dicampur air dengan perbandingan 50 : 50.

  • Antifreeze & Coolant Protector

Perlu dicampur air dengan  perbandingan 50 : 50 sebelum digunakan. Perbedaannya ada pada harga yang lebih tinggi dibanding lainnya karena teknologi lebih baik.

#4: Cara Perawatannya

Coolant radiator juga perlu dirawat

Meski usia pakai lebih panjang, tapi Otofriends perlu melakukan perawatan dan pengecekan rutin untuk memastikan volume coolant pada radiator masih dalam batas aman.

Agar kinerjanya optimal, sebaiknya ganti coolant jika telah melewati batas bawah pakai. Usia pakai biasanya berkisar 20.000 hingga 40.000 km. Jika sudah melewati usia tersebut, lakukan penggantian meski belum berubah warna. Baca juga cara perawatan radiator dan coolant ini di buku manual kendaraan.

#5: Ada Perbedaan Warna Dan Tidak Bisa Dicampur

Antara coolant hijau dan merah sebaiknya tidak dicampur

Ada perbedaan soal warna coolant di pasaran yakni radiator coolant warna merah dan hijau. Pada dasarnya kedua warna itu sama dan hanya menjadi pembeda saja. “Warna air radiator warna atau coolant tidak menunjukan bagus atau tidak performanya,” kata Felix Chandra selaku Area Sales Manager distributor coolant Prestone, PT Laris Chandra kepada GridOto.com.

Bedanya warna itu menjadi penanda atau ciri khas jika misalnya terjadi kebocoran mesin, maka bisa dibedakan antara air radiator atau oli mesin.

Meski hanya jadi pembeda, namun saat menambahkan coolant, sebaiknya mengikuti warna coolant sebelumnya serta produksi satu merek. Agar warnanya tidak menjadi keruh sehingga membingungkan jika terjadi kebocoran.

Baca juga: 5 Tanda Mobil Otofriends Perlu Servis Radiator

Bagaimana memastikan radiator mobil bekas pilihan Otofriends dalam kondisi layak pakai?

Jika mobil diketahui baru saja dilakukan servis radiator di bengkel yang andal, maka kondisi radiator bisa dipastikan dalam kondisi prima. Akan tetapi agar lebih yakin, Otofriends bisa mengeceknya sendiri atau dengan bantuan jasa inspeksi mobil bekas Otospector.

Dengan prosedur pemeriksaan yang cermat, inspektor akan dapat menemukan masalah pada sistem pendingin khususnya radiator. Pengecekan ini penting untuk memastikan kondisi radiator dalam kondisi prima yang berpengaruh pada performa mesin keseluruhan.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Sama-sama Busi, Tapi Antara Mobil ICE dengan Mobil Hybrid Banyak Bedanya  

Juni 13, 2026
Selain mobil berbahan bakar bensin dengan pembakaran dalam (internal combustion engine – ICE), saat ini kita juga mulai akrab dengan teknologi mobil hybrid dan mobil listrik. Di antara kedua mobil berteknologi terbaru itu, mobil hybrid-lah yang masih rada-rada mirip dengan mobil ICE. Soalnya keduanya sama-sama masih pakai mesin berbahan bakar bensin. Tapi sebenarnya kalau kita
Baca Lebih Lanjut

Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Garansi Pabrikan vs Garansi Mobil Bekas Independen

Juni 11, 2026
Membeli mobil bekas sering menjadi pilihan cerdas bagi banyak masyarakat Indonesia. Selain harga yang lebih terjangkau dibanding mobil baru, pembeli juga bisa mendapatkan kendaraan dengan fitur yang masih modern dan kondisi yang masih sangat layak pakai. Namun, ada satu hal yang sering membuat calon pembeli ragu, yaitu soal garansi. Tidak sedikit Otofriends yang menemukan mobil
Baca Lebih Lanjut

Selain Getar dan Nglitik, Ini Tanda-tanda Busi Mobil Harus Diganti

Juni 05, 2026
Dalam perawatan rutin kendaraan, salah satu prosedur yang harus dilakukan secara berkala adalah penggantian busi. Periode penggantian busi tergantung pada bahan busi yang dipakai. Kalau busi standar yang berbahan nikel, biasanya pergantian setiap 20.000 km sampai 40.000 km. Berbeda dengan busi iridium atau platinum yang daya tahannya lebih lama, penggantian bisa sampai 80.000 km –
Baca Lebih Lanjut