Download Aplikasi OTOS
Install

Apa Boleh Mencampur Bensin Shell dan pertamina? Nih, Aturannya

September 05, 2025
By Thomas W
Apa Boleh Mencampur Bensin Shell dan pertamina? Nih, Aturannya-otospector

Mencampur bensin Shell dan Pertamina sangat mungkin dilakukan oleh pemilik mobil. Ada banyak alasan sampai mereka melakukan itu.

Misalnya, pemilik ingin mendapat oktan yang lebih tinggi. Caranya dengan mencampurkan antara Pertamax yang punya RON 92 dengan Shell V-Power yang punya RON 95.

Bisa juga karena suatu kali pemilik sulit mendapatkan SPBU di suatu daerah. Misal, sehari-hari biasa pakai Shell, tetapi suatu kali harus ke luar kota di mana tidak ada SPBU Shell.

Akhirnya terpaksa mengisi dengan bensin Pertamina yang artinya terjadi percampuran dengan bensin Shell.

Nah, pertanyaannya, sebenarnya bolehkan mencampur bensin Shell dan Pertamina? Atau lebih luas lagi, sebenarnya bolehkah kita mencampur dua bensin dari dua merek berbeda?

Di bawah ini penjelasannya:

#1: Percampuran Dua BBM Berlainan Merek

Sumber: CNBC / Infografis Edward Ricardo

Secara umum, percampuran dua BBM beda merek atau misalnya mencampur bensin Shell dengan Pertamina, tidak masalah. Keduanya bisa bercampur sempurna dan bisa berfungsi normal.

Apalagi kalau Otofriends melakukannya karena hal-hal yang tidak bisa dihindari. Seperti pada kasus kesulitan mendapatkan SPBU.

Bursa Mobil Bekas Online Berkualitas di Otos.id
Beli Mobil Bekas Online Berkualitas di Bursa Mobil Otos.id

#2:  Perbedaaan Antara BBM Dari Dua Merek Berbeda

Perbedaaan Antara BBM Dari Dua Merek Berbeda

Sumber: Moladin

Meski punya bahan dasar atau material yang sama, tetapi ternyata setiap merek BBM punya zat aditif berbeda-beda.

Contohnya, pada BBM merek Shell, ada zat aditif Dynaflex yang fungsinya mengurangi gesekan pada mesin.

“Selain itu ada pula molekul deterjen yang kuat yang dapat membersihkan endapan,” terang Colin Chin, Shell Fuel Scientist dalam unggahan di sosial media Shell Indonesia.

Sedangkan Pakar Konversi Energi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Tri Yuswidjajanto, mengatakan kalau penggolongan RON umumnya sama pada setiap bahan bakar. Tetapi detail RON bisa berbeda.

“Misalnya BBM RON 92 di Pertamina ada Pertamax dan Shell ada Super, tapi detail RON-nya bisa berbeda. Ada yang pas 92 dan bisa ada yang 92,5. Ini yang menyebabkan efek pemakaian di kendaraan juga berbeda,” terang Tri seperti dikutip Kompas.com.

Baca juga: Mau Musim Hujan, Cek Nih Mobil Bekas 80 Jutaan di Bogor

#3: Efek Perbedaan Aditif Pada BBM Beda Merek

Efek Perbedaan Aditif Pada BBM Beda Merek

Sumber: Furukawa Battery Indonesia

Jika terjadi percampuran dua BBM beda merek, misal mencampur bensin Shell dan Pertamina, menurut Colin Chin dari Shell, kinerja bahan bakar tersebut secara khusus tidak akan optimal.

Sedangkan menurut Tri Yuswidjajanto, tindakan ini justru lebih berbahaya dibandingkan mencampur bahan bakar dari satu merek yang sama, tapi beda nilai oktannya.

“Lebih bahaya lagi, karena aditif itu antara satu merek dengan merek yang lain belum tentu kompatibel. Jika tidak kompatibel, maka efeknya bisa merugikan,” ujar Tri.

Kalau aditif kompatibel bisa saling menguatkan. Tapi, jika tidak kompatibel justru akan menurunkan kinerjanya.

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

#4: Cara Mencampur Yang Aman

Cara Mencampur Yang Aman

Sumber: IDN Times

Jika kondisinya terpaksa atau sifatnya darurat, Tri menyarankan agar pergantian bahan bakar dilakukan saat sisa bahan bakar sudah sangat sedikit.

Contohnya ketika ingin mencampur bensin Shell dan Pertamina. “Tunggu sampai indikator bahan bakar menyala. Kemudian, baru diisi dengan merek yang lain,” kata Tri.

Prinsip ini kurang lebih sama seperti jika kita mengganti pelumas. Kuras dulu semuanya, masukkan yang baru. Lalu, dijalankan mesinnya sebentar, terus dikuras lagi. Baru dimasukkan pelumas baru yang ingin kita pakai.

Baca juga: Kenali Fitur ISOFIX, Biar Makin Paham Soal Keselamatan Anak

Apakah mobil matic lebih rentan terhadap banjir?

Transmisi matic memang lebih sensitif genangan air dan banjir. Paling tidak jika dibandingkan dengan manual.

Penyebabnya, transmisi matic diatur oleh sistem komputer yang sensitif terhadap air. Air bisa membuat korsleting atau rusaknya sensor.

Oli matic juga sensitif terhadap air. Kalau oli sudah bercampur air, kemampuan pelumasannya akan berkurang. Kopling bisa slip.

Sebelum membeli mobil matic, Otofriends harus memastikan kondisi mobil dengan memakai jasa inspeksi mobil bekas Otospector.

Biar semakin aman, sekalian juga dapatkan garansi mobil bekas dari Otospector yang menjamin mobil kerusakan saat pemakaian sehari-hari nantinya.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Rekomendasi #1 Dealer Mobil Bekas di Semarang Biar Aman

April 19, 2026
Hi Otofriends, gimana kabarnya hari ini? Semoga sehat selalu ya dan segala urusan kamu dilancarkan. Ngomong-ngomong soal kendaraan, punya mobil pribadi pasti jadi salah satu impian banyak orang ya. Bang min juga paham banget, karena mobil bukan cuma soal gaya hidup, tapi juga soal kenyamanan dan kemudahan untuk mobilitas sehari-hari. Dengan punya mobil pribadi, aktivitas
Baca Lebih Lanjut

Mulai Dari BMW X3, Ini Deretan Mobil AWD Keren di Indonesia  

April 18, 2026
Otofriends yang merasa dirinya termasuk golongan petrol head, mungkin pernah ada keinginan untuk punya mobil All-Wheel Drive (AWD), barang satu buah saja. Selain dianggap lebih canggih, mobil berpenggerak empat roda ini katanya lebih bergengsi, karena memang punya keistimewaan tertentu dibanding mobil biasa. Yang bakal langsung bisa dirasakan pengemudi adalah traksi dan keamanannya yang maksimal. Terutama
Baca Lebih Lanjut

Bengkel AC Mobil di Bogor Rekomendasi Otospector

April 17, 2026
Buat Otofriends yang sering berkendara di wilayah Bogor, pasti sudah paham banget bagaimana cuaca di sana yang sering berubah-ubah. Kadang hujan deras, lalu tiba-tiba panas terik. Dalam kondisi seperti ini, AC mobil yang dingin dan stabil jadi salah satu hal penting supaya perjalanan tetap nyaman. Bayangin kalau lagi macet di siang hari, tapi AC mobil
Baca Lebih Lanjut