Ada Starlet Kapsul, Ini Daftar Mobil Bekas Di Bawah 50 Juta Di Bogor

September 07, 2025
By Thomas W
Ada Starlet Kapsul, Ini Daftar Mobil Bekas Di Bawah 50 Juta Di Bogor-otospector

Harga mobil bekas di bawah 50 juta di Bogor, rasanya tidak boleh dilewatkan.

Di pasaran, mobil di bawah 50 juta memanga ada banyak pilihan. Masalahnya, mengingat usia mobil sudah tidak muda, calon pembeli harus jeli memilih unit yang terbaik.

Salah satu cara mudah memilih mobil bekas, adalah dengan menggunakan jasa inspeksi mobil bekas Otospector.

Dengan jasa inspeksi, maka Otofriends bisa memilih unit yang terbaik, tanpa harus repot paham hal teknis. Harga beli juga akan mendapat yang terbaik.

Lebih sempurna, kalau mobil juga dijamin oleh garansi mobil bekas seperti Garansi Otospector. Andai ada kerusakan mesin dan transmisi, pemilik tak perlu repot lagi.

Apa saja mobil bekas di bawah 50 juta di Bogor yang direkomendasikan? Ini dia daftarnya:  

#1: Hyundai Atoz 2002-2003

Hyundai Atoz 2002-2003

Sumber: Mobilbekas.com

Di urutan pertama mobil bekas di bawah 50 juta di Bogor, ada Hyundai Atoz.

Dari dua generasi Atoz yang sempat dipasarkan di Indonesia, tahun awal pada generasi pertama, saat ini harga sudah di bawah 50 jutaan di kawasan Bogor.

Sebagai mobil perkotaan, Atoz dikenal sebagai city car yang compact dan gesit. Kabin tidak terlalu luas, tetapi cukup lega untuk 4 penumpang dewasa.

Mesinnya 1.000 cc dengan tenaga standar saja (55 dk) dipadu transmisi manual atau matic. Suatu kombinasi yang cukup baik untuk bermanuver di jalan perkotaan yang padat. Dan tentu saja, dengan kubikasi mesin seperti ini, konsumsi BBM lebih irit.

Atoz juga terasa semakin nyaman dengan suspensi MacPherson Strut di bagian depan dan Torsion Beam di bagian belakang. Cukup maju di zamannya!

Hanya saja fitur-fitur sangat standar, antara lain power steering, AC, power window jendela depan, central lock, dan head unit single DIN.

Inspeksi Mobil Bekas Otospector
Inspeksi Mobil Bekas Otospector

#2: Daihatsu Taruna 2000-2001

Daihatsu Taruna 2000-2001

Sumber: Olx

Inilah pelopor low SUV di Indonesia sekaligus senior dari Daihatsu Terios yang kita kenal sekarang.

Karena menyandang nama SUV, tentu ketangguhan Taruna tidak perlu diragukan. Terutama saat berhadapan dengan medan yang menantang, seperti pegunungan.

Meski kabin terkesan sempit, pada varian tertinggi, daya tampung bisa sampai 7 penumpang. Sah disebut mobil keluarga. Tetapi dengan catatan, baris ketiga hanya cocok untuk anak-anak. 

Saat ini di pasaran mobil bekas, Taruna generasi awal, produksi tahun 1999-2000, harga sudah di bawah 50 jutaan untuk wilayah Bogor dan sekitarnya.

Ada tiga tipe pilihan terbaik untuk jenis sasis pendek yaitu CL, CX, dan CSX. Khusus CX dan CSX sudah pakai sistem injeksi, sehingga lebih irit BBM.  

Semua mesin berkubikasi 1.500 cc dan hanya ada transmisi manual.

Untuk fitur-fitur masih standar, yaitu power window, central lock, velg alloy, fog lamp, spion elektrik, dan head unit dengan pemutar CD.

Baca juga: Kenali Fitur ISOFIX, Biar Makin Paham Soal Keselamatan Anak

#3: Toyota Starlet 1995-1997

Toyota Starlet 1995-1997

Sumber: Otomotifnet

Jalanan perkotaan di Indonesia pernah dihiasi mobil hatchback yang desainnya selalu tampak segar dan tidak ketinggalan zaman, yaitu Starlet.

Starlet yang dimaksud adalah Starlet generasi kedua di Indonesia, dengan bodi yang sudah membulat atau disebut Starlet kapsul.

Kabar baiknya, kisaran harganya kini sudah di bawah 50 jutaan, di wilayah Bogor. 

Pilihan terbaik adalah Starlet SE dan SE-G yang pakai mesin 2E berkubikasi mesin 1.300 cc. Lebih baik lagi yang produksi di atas tahun 1996 di mana sudah memaki sistem injeksi.  

Di Indonesia, semua tipe Starlet hanya memakai transmisi manual 5 percepatan.

Soal fitur, dirasa sudah cukup baik untuk ukuran saat itu. Terutama pada tipe tertinggi di mana sudah ada power steering, power window di keempat jendela, spion elektrik, dan height adjuster.

#4: Mitsubishi Kuda 2003-2004

Mitsubishi Kuda 2003-2004

Sumber: Mobilbekas.com

Kuda sering disebut-sebut, pesaingnya Isuzu Panther. Terutama pada varian dieselnya, karena mesinnya pakai mesin Mitsubishi L300 yang memang dikenal tangguh.

Namun selain diesel, Kuda masih punya dua varian lain yakni bensin 1.600 cc dan 2.000 cc. Nah, dua varian ini yang harganya sudah ada di kisaran 50 jutaan di daerah Bogor.  

Pilihan terbaik adalah Kuda setelah facelift di tahun 2002, di mana tersedia tiga tipe yaitu Deluxe (standar), Diamond (menengah) dan Grandia (tertinggi).

Sebenarnya akan lebih bagus kalau bisa mendapat Kuda produksi tahun 2004 atau masuk generasi ketiga. Desain eksterior di tahun ini berubah lebih gagah.

Fitur-fitur yang didapat masih standar. Untuk varian tertinggi, hanya sebatas fog lamp, seat adjuster, child protector, dan wiper belakang.

#5: Suzuki Baleno 2003-2005

Suzuki Baleno 2003-2005

Sumber: Otoseken

Pada tahun 2003, Suzuki Baleno memasuki generasi kedua dengan perubahan nama menjadi Baleno Next-G. Ada perubahan desain di mana bodi jadi menggembung dan atap jadi tinggi.

Efeknya tentu saja kabin Baleno jadi terkesan lebih lega. Desain interior juga semakin terasa futuristik dengan panelmeter digital.

Fitur-fitur juga ditingkatkan, di mana sudah ada ABS + EBD, tetapi belum ada airbag. 

Mesinnya berkode M15A berkapastias 1.500 cc yang dikenal bandel dan tangguh. Namun konsekuensinya tidak terlalu irit BBM. Kisarannya antara 9-12 km/liter.  

Saat ini Baleno Next-G tahun produksi 2003-2005 sudah ada di bawah harga 50 jutaan. Karena itu, mobil ini juga masuk dalam daftar mobil bekas 50 juta di Bogor.

Baca juga: Mau Musim Hujan, Cek Nih Mobil Bekas 80 Jutaan di Bogor

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

#6: Toyota Kijang 1997-1998

Toyota Kijang 1997-1998

Sumber: Wikipedia

Rekomendasi terakhir mobil bekas di bawah 50 juta di Bogor, adalah Kijang generasi keempat atau Kijang kapsul.

Keandalan mobil ini sudah tidak perlu diragukan. Kapasitas kabin yang sangat optimal, hingga 8 orang dewasa tanpa berdesakan. Perawatan mesin mudah dan spare part juga melimpah.

Dengan anggaran di bawah 50 jutaan, Otofriends bisa melirik Kijang kapsul pada tahun-tahun awal, yaitu 1997-1998. Tentu saja yang bermesin bensin.

Namun perlu dipahami, pada era awal ini, Kijang bermesin bensin masih menggunakan sistem karburator.

Dalam hal konsumsi BBM, tentu sistem karburator masih kurang efisien dibandingkan generasi setelah tahun 2000 di mana sudah pakai sistem injeksi.

Sayangnya fitur Kijang memang dikenal sederhana. Pada tipe tertinggi, yakni SGX dan LGX, baru ada sebatas central lock, AC double blower, fog lamp dan wiper belakang.   

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Baterai Mobil Hybrid Bisa Drop, Penyebabnya Bisa Gara-gara Pengemudi Sendiri

September 03, 2026
Penyebab kerusakan baterai mobil hybrid sampai akhirnya drop, bisa bermacam-macam. Bisa mulai dari usia pakai baterai itu sendiri yang memang sudah sampai batas, perlakuan kita terhadap baterai, sampai faktor di luar kendali pemilik kendaraan. Dibandingkan mobil listrik murni (BEV), usia pakai baterai hybrid masih lebih awet. Tetapi bukan berarti Otofriends bisa mengabaikan kesehatan baterai, sampai
Baca Lebih Lanjut

Mau Beli Mobil Listrik Bekas? Cek Risikonya Dari Fakta Ini!

September 01, 2026
Beli mobil listrik bekas memang tidak masalah. Malah belakangan semakin banyak konsumen yang mulai melirik mobil-mobil listrik bekas, karena kepingin juga mencicipi pengalaman berkendara yang bebas emisi dan ramah lingkungan. Di showroom-showroom juga sudah banyak pilihan mobil-mobil listrik bekas dari berbagai rentang harga, dengan kondisi yang umumnya masih bagus Maklum, mobil-mobil ini masih tergolong tahun
Baca Lebih Lanjut

Rem Mobil Bunyi Mencicit dan Pedal Mengocok Saat Diinjak? Jangan Tunggu Sampai Terlambat!

Agustus 30, 2026
Otofriends, suara mencicit dari mobil saat menginjak pedal rem memang bisa membuat perjalanan terasa tidak nyaman. Apalagi jika bunyi tersebut muncul bersamaan dengan getaran atau sensasi seperti pedal rem “mengocok” di kaki. Awalnya mungkin kamu menganggap masalah ini sepele. “Paling cuma kampas rem kotor.” “Nanti juga hilang sendiri.” “Atau mungkin habis kehujanan.” Memang, tidak semua
Baca Lebih Lanjut