Tips Stop And Go Mobil Manual Di Jalan Menanjak

Oktober 06, 2024
By Thomas W
Tips Stop And Go Mobil Manual Di Jalan Menanjak-otospector

Situasi stop and go mobil kadang memang tak terhindarkan, terutama saat lalu-lintas di jalanan sedang padat. Kita hanya bisa maju sedikit demi sedikit, karena antrean lalu-lintas yang panjang.

Akan jadi masalah kalau stop and go mobil ini terjadi di jalan yang menanjak dengan kendaraan bertransmisi manual. Karena kalau pengemudi tidak hati-hati, maka mobil ada kemungkinan mundur dan menabrak kendaraan di belakang.

Di zaman sekarang, memang ada fitur yang akan mengatasi masalah ini, seperti hill start assist. Tetapi bagi mobil-mobil berteknologi jadul, mau tidak mau dibutuhkan keterampilan pengemudi untuk menangani situasi seperti ini.

Bagaimana tips stop and go mobil di jalan menanjak? Mari kita lihat satu per satu, seperti yang dituturkan oleh praktisi Defensive Driving, Andry Berlianto, kepada Kumparan.com.

#1: Beri Jarak Antar Kendaraan

Beri jarak antar kendaran

Sumber: Autonetmagz

Pengemudi harus sadar bahwa dalam kondisi stop and go di tanjakan, risikonya adalah mobil bisa mundur tak terkendali dan menabrak mobil belakang.

Karena itu, selalu kontrol jarak aman dengan mobil belakang. Atau sediakan ruang untuk kemungkinan mundur sedikit. Begitu juga dengan jarak dengan mobil di depan.

Bagi pengemudi yang belum mahir, risiko stop and go ini adalah mati mesin. Bisa juga munculnya bau sangit akibat kanvas kopling selip.

Bursa Mobil Bekas Online Berkualitas di Otos.id
Beli Mobil Bekas Online Berkualitas di Bursa Mobil Otos.id

#2: Kenali Jarak Main Tuas-tuas

Kenali jarak main

Sumber: Moladin

Sebelum menghadapi stop and go di tanjakan, pengemudi sebaiknya harus mengenali jarak main pada tuas. Kapan tuas mulai aktif dan tidak aktif atau bebas.  

Yang harus dikenali terutama adalah jarak main kopling. Kapan kopling sudah mulai masuk dan membuat transmisi bebas. Kenali dulu perlahan-lahan, sebelum akhirnya digunakan di tanjakan.

Jarak main kopling bisa berbeda-beda di setiap kendaraan. Pada kopling yang pakai kabel, tergantung dari setelan dan kondisi keausan kampas.

Sedangkan pada kopling sistem hidrolis, pengaruhnya dari kondisi cairan yang kurang atau adanya udara dalam sistem.

Baca juga: Inilah 5 Penyebab Kopling Mobil Keras Saat Diinjak

#3: Saat Akan Berhenti

Saat akan berhenti

Sumber: Honda Outside Java

Ketika kendaraan sudah akan berhenti, lepas pijakan gas dan injak rem kaki secara penuh hingga mobil berhenti total.

Dalam waktu tidak sampai 1 detik setelah mobil berhenti, injak kopling secara penuh dan persneling bisa masuk ke netral.

Mobil akan berhenti dalam kondisi persneling bebas (netral) dan ditahan oleh rem tangan. Untuk berjaga-jaga, kaki boleh siaga di pijakan rem kaki.

Garansi Mobil Bekas Otospector
Garansi Mobil Bekas Otospector

#4: Saat Akan Jalan

Saat akan jalan

Sumber: Motor1.com

Saat kendaraan sudah harus berjalan, injak kopling secara penuh dan masukkan transmisi ke gigi satu. Posisi rem tangan tetap aktif.   

Agar mobil mulai bergerak maju, injak gas perlahan-lahan, sekitar 2.000 RPM – 2.500 RPM, sambil melepas kopling.

Ketika dirasakan mobil sudah mulai maju, rem tangan bisa dilepaskan. Sekiranya ada tanda-tanda mesin akan mati, maka kopling bisa ditekan lagi sambil dikombinasikan dengan pijakan gas.

Kombinasi tiga gerakan (kopling, gas, dan rem tangan) itu harus dilakukan secara cepat dan tepat. Karena jika ada yang tidak tepat, risikonya mesin mati. Dan itu artinya, kendaraan harus ditahan dengan rem kaki.

Tiga gerakan ini sebaiknya dilatih di tempat yang sepi terlebih dulu, sebelum menghadapi situasi sebenarnya di jalanan sesungguhnya.

Baca juga: Benarkah Semir Ban Mobil Bikin Ban Jadi Awet?

Apa benar, transmisi manual lebih awet dibanding transmisi matic?

Dibandingkan dengan matic, mobil dengan transmisi manual memang punya kelebihan di usia komponen transmisi yang lebih awet atau lebih panjang umur. Kerusakan komponennya juga relatif ringan, sehingga biaya perbaikannya juga lebih murah.

Tetapi sebelum beli mobil bekas, Otofriends sebaiknya memanfaatkan jasa inspeksi mobil bekas Otospector untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari transmisi.

Dengan inspeksi mobil yang dilakukan inspektor berpengalaman, maka akan didapat gambaran sesungguhnya dari mobil tersebut, terutama kondisi transmisinya.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Ada MPV 7 Seater Listrik di GIIAS 2026, Benarkah Stargazer EV?

Juli 10, 2026
Ajang pameran otomotif terbesar di Indonesia, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026, bakal dibuka dalam hitungan beberapa hari lagi. Tepatnya, acara akan berlangsung di ICE, Tangerang, Banteng; 29 Juli 2026 sampai 9 Agustus 2026. PT. Hyundai Motor Indonesia (HMID) sudah mulai menghangatkan pemberitaan dengan isu-isu terbaru seputar rencana kendaraan yang bakal didisplay di ajang
Baca Lebih Lanjut

Wah, waktunya Servis Besar! Begini Perawatan Mobil Pada 100.000 Km

Juli 09, 2026
Bagi kendaraan yang rutin dipakai sehari-hari, angka 100.000 km boleh dibilang sebagai angka “keramat”. Jelas saja, karena jika angka 100.000 km di odometer atau kelipatannya, artinya mobil sudah butuh perawatan besar. Sebagai pemilik, Otofriends harus siap-siap dengan dana yang cukup lumayan tentunya. Pada beberapa merek mobil, pada angka ini, garansi dari pabrik yang diberikan sejak
Baca Lebih Lanjut

Mirip Tapi Gak Sama, Inilah Perbedaan Asuransi dengan Garansi Mobil Bekas

Juli 08, 2026
Kalau Otofriends pernah beli mobil baru, pasti sudah gak asing dengan asuransi mobil. Pembeli mobil baru umumnya akan ditawari ikutan asuransi. Kalau pembeliannya dengan cara kredit dari bank atau lembaga pembiayaan, malah sifatnya wajib. Situasinya agak berbeda dengan garansi mobil bekas, karena masih ada sebagian orang yang awam dengan produk ini. Wajar kalau kemudian orang
Baca Lebih Lanjut