Sasis Mobil Juga Mempengaruhi Keselamatan, Ini 4 Faktanya

November 12, 2021
By Thomas W
Sasis Mobil Juga Mempengaruhi Keselamatan, Ini 4 Faktanya-otospector

Seperti kita tahu, ada dua jenis sasis mobil yang biasa digunakan, yakni sasis ladder frame dan sasis monokok. Pada dasarnya keduanya punya kelebihan dan kekurangan, karena masing-masing sebenarnya dibuat untuk pengaplikasian yang berbeda.

Namun tak banyak orang menyadari, jenis sasis mobil yang dipakai ternyata juga menentukan keselamatan dalam berkendara. Terutama ketika mobil berada dalam situasi darurat, seperti terjadi benturan atau kecelakaan di jalan. Jenis sasis mana yang relatif lebih aman?

Nah, agar Otofriends mampu memahaminya, mari kita simak fakta-fakta berikut ini:

#1: Ladder Frame, Kuat Tapi Kaku

Sasis Mobil

Ladder frame merupakan teknologi sasis yang lebih dahulu ditemukan. Konstruksinya berupa dua buah batang besar yang diikat oleh cross-member pada bagian depan, tengah, dan belakang sehingga bentuknya menyerupai tangga.

Sasis ini membuat mobil punya ground clearance tinggi sehingga pandangan pengemudi terhadap sekitarnya cenderung akan lebih baik. Pengemudi akan bisa cepat mengidentifikasi situasi sekitar dan relatif cepat mengambil keputusan jika ada potensi bahaya.

Saat menghadapi medan berat atau off-road, sasis ini andal karena ground cleareance dan pusat gravitasinya yang lebih tinggi. Tentunya mobil juga lebih siap dan bahaya yang mungkin timbul akibat kondisi jalan bisa diminimalkan . 

Namun di balik keunggulannya, ada juga potensi bahaya. Tingginya ground clearance membuat mobil jenis ini rawan mengalami limbung, bahkan terguling. Terutama pada kecepatan tinggi.

#2:  Sasis Monokok, Ringan Dan Semakin Meluas

Sasis Mobil

Monokok adalah teknologi sasis yang lebih baru di mana sasis disatukan dengan badan kendaraan atau disebut juga unibody. Sasis jenis ini punya banyak keunggulan karena itu dipakai pada banyak mobil berteknologi modern lantaran terasa lebih nyaman, mudah dikendarai, dan bobotnya ringan.

Dari sisi keselamatan, sasis ini punya keseimbangan lebih baik dalam situasi pengereman dan manuver gabungan. Dalam kondisi darurat tentu kondisi itu akan sangat membantu, seperti misalnya saat pengereman mendadak pada kecepatan tinggi. Rendahnya ground clearance membuat mobil relatif stabil dan tidak limbung sehingga meminimalkan potensi celaka.

Karena banyak nilai plus yang diperoleh, maka kini pada umumnya mobil-mobil mewah dan modern mengadopsi jenis sasis ini. Bukan hanya mobil ringan seperti hatchback atau city car, namun sudah merambat ke SUV. Mobil-mobil SUV seperti Renault Duster, Toyota Rav 4, Ford Ecosport, VW Tiguan, bahkan Jeep Cherekee XJ juga memanfaatkannya.

Inspeksi Mobil Bekas Otospector

Baca juga: 9 Mobil Paling Irit BBM yang Bisa Bikin Anda Hemat Terus!

#3:  Crumple Zone Yang Menyerap Benturan

Sasis Mobil

Salah satu keunggulan sasis monokok adalah adanya zona remuk (crumple zone). Inilah teknologi peredam saat terjadi benturan sehingga kabin akan tetap aman. Teknologi ini bekerja cukup efektif hingga kecepatan 85 km/jam.

Rancangan crumple zone yang luas juga memungkinkan benturan dapat diserap lebih baik dari berbagai sudut, mengingat sumber benturan bisa dari sudut mana pun. Faktor ini juga sangat meningkatkan aspek keselamatan sasis monokok yang lebih modern.

Sayangnya teknologi semacam tidak ada di sasis ladder frame, mengingat strukturnya yang kaku. Pada sasis model ini, faktor keselamatan diperkuat dengan fitur seperti airbag, ESP, Lane Keep Assist, pengereman darurat, penyerap benturan pada kap kendaraan, dan stabilitas kontrol.

#4:  Saat Menabrak Dan Ditabrak

Sasis Mobil

Saat dua kendaraan yang beda ukuran dan sasis, contoh pikap dan mobil kecil, saling bertabrakan, maka mobil ringan (bersasis monokok) akan cenderung terdorong ke belakang. Sementara mobil pikap (bersasis ladder frame) relatif tetap karena hanya menerima sedikit gaya saja. Kematian penumpang dipastikan akan lebih tinggi pada mobil ringan.

Begitu pula saat mobil ringan menabrak mobil pikap dari samping maka akan berdampak pada sasis mobil pikap, karena mobil ringan posisinya lebih rendah. Penumpang pikap juga tetap aman karena posisi mereka lebih tinggi.

Jika pikap ladder frame menabrak mobil kecil dari sudut manapun, maka penumpang mobil kecil tetap menghadapi risiko yang lebih tinggi. Berdasar penelitian, penumpang mobil kecil tetap akan berisiko kematian jika menabrak mobil pikap ladder frame. Namun risiko itu akan menurun 18 persen jika mobil pikap menggunakan sasis monokok.

Garansi Mobil Bekas Otospector

Baca juga: 5 Mobil SUV Murah Harga Di Bawah Rp100 Juta

Pada mobil bekas apakah kerusakan pada sasis akibat tabrakan bisa dideteksi secara langsung?

Bagi orang awam, kerusakan pada sasis memang tidak bisa dideteksi secara mudah. Namun bagi mekanik yang berpengalaman, bekas-bekas kerusakan akibat tabrakan besar hingga mengenai sasis, bisa diketahui dengan jelas.

Karena itu sebelum membeli mobil bekas, memanfaatkanlah jasa inspeksi mobil bekas Otospector untuk memastikan mobil pilihannya bebas dari kerusakan akibat tabrakan besar. Dengan pemeriksaan yang mendetail pada 150 titik, Otofriends dapat mengetahuinya secara pasti kondisi mobil secara menyeluruh.

Bagikan

Baca Artikel Lainnya

Baca Artikel Lainnya

Jangan Anggap Sepele! Bahaya Kebocoran Oli Tipis di Blok Mesin yang Bisa Berujung Mesin Rusak

Agustus 30, 2026
Otofriends, pernah membuka kap mesin lalu melihat bagian blok mesin terlihat basah dan sedikit kotor oleh oli? Atau mungkin belum ada tetesan oli yang sampai membuat lantai garasi kotor, tetapi di area sambungan mesin sudah terlihat rembesan tipis? Banyak pemilik mobil menganggap kondisi tersebut bukan masalah serius. “Ah, cuma rembes sedikit.” “Belum sampai netes, nanti
Baca Lebih Lanjut

Penyebab Mobil Matic Telat Respons “Nggerung” Saat Masuk Gigi D

Agustus 30, 2026
Otofriends, pernah mengalami kondisi ketika tuas transmisi mobil sudah dipindahkan ke posisi D, tetapi mobil seperti butuh waktu sebelum akhirnya mulai berjalan? Atau yang lebih bikin khawatir, pedal gas sudah diinjak dan suara mesin mulai “nggerung”, RPM naik, tetapi mobil terasa lambat merespons? Kondisi seperti ini tentu membuat pengalaman berkendara menjadi tidak nyaman. Apalagi jika
Baca Lebih Lanjut

Pertimbangkan 10 Hal Ini Sebelum Beli Mobil Listrik! Jangan Asal Ikut Tren

Agustus 29, 2026
Pertimbangkan 10 Hal Ini Sebelum Beli Mobil Listrik! Jangan Asal Ikut Tren Otofriends, mobil listrik sekarang sudah bukan lagi kendaraan yang terasa asing di jalanan Indonesia. Kalau beberapa tahun lalu keberadaannya masih relatif terbatas, sekarang pilihannya semakin banyak. Mulai dari mobil listrik berukuran mungil untuk penggunaan perkotaan sampai SUV dengan jarak tempuh yang lebih jauh.
Baca Lebih Lanjut